Wild Angel

Wild Angel
HILANG



Seseorang mendekat,berbisik dengan kata singkat.


Kemudian raut wajah CEO muda itu berubah memerah.


"Kalian dipecat,keluarrr"hardiknya.


ia mengepal tangan kiri,dan seketika mematahkan pulpen yang sedang ia pegang.


Sementara dua orang tidak bersalah itu hanya bisa diam sambil saling pandang,tak mampu berkata.mereka merapikan map yang berantakan dimeja CEO dan berlalu pergi.


"Siapkan mobil"bentaknya lagi pada sekretaris Jun


Dengan kecepatan maksimal,sekretaris Jun berhasil mengantar CEO nya kesebuah rumah sakit mewah ditengah pusat kota Roma.


Gagah,penuh dengan kharisma,pemuda berbadan kekar itu berjalan masuk menuju ruangan milik Arsya.


sementara sekretaris Jun dan dua bodyguardnya menunggu di depan pintu.


"Dimana sibodoh itu"


gumamnya pelan


Arsya bersiap membuka pintu kamar mandi,tetapi tangan nya kalah cepat.


pintu berdecit dan tubuh gagah dengan dada bidang itu telah berdiri dihadapannya.


"Owhh Edrick,apa yang kau lakukan disini"


Edrick menelan salivanya melihat pemandangan yang begitu indah dan menggoda matanya.


Dua manik coklat milik lelaki berbadan kotak-kotak itu tak bergeming walau Arsya telah berteriak didepannya.


Tubuh sintal ditutupi handuk biru hingga paha atas,rambut bunny bun,dan dua gundukan sedikit menyembul di atas handuk itu,membuat Edrick kalap mata ia menarik pinggang gadis itu,lalu mencumbui bibir merah merekah yang sedari tadi menggodanya.


Ia tak perduli seberapa kuat gadis itu mendorong tubuhnya,bahkan Arsya juga menggigit bibir bawah pemuda itu,cumbuan itu tetap tak mau lepas,ia menyapu semua yang ada dirongga mulut wanitanya,membuat basah seluruh bibir gadis itu.


achh aww..


Sadar dengan erangan sang gadis pujaan,Edrick menghentikan kegilaannya,menatap luka di bahu Arsya kembali mengeluarkan darah,,,


"Ohh shitttt.. Iam sorry baby"


Edrick mengangkat Arsya dengan gaya ala-ala bridalstyle.


"Kemana kita,turunkan aku"


"Ketempat yang seharusnya"


Edrick melangkah keluar dari ruangan itu disusul 3 anak buahnya.


****************


"Apakah jones terluka parah ma"


"Sepertinya tidak"


"Aku membawakan beefsteak favorit jones ma"


"Oh yaa,mama tidak tau kalau itu makanan favorit gadis gila itu"


"Ma,apa kepalanya juga terluka"


gadis cilik itu serius memandang ibunya.


Hanindya berhenti tepat didepan kamar Arsya.


"Tidak,tapi yaa dia sangat gila"


Dia sangat tahu bahwa sahabatnya itu sangat mencintai Nikki Zhang,suami adiknya sendiri.Dia adalah cinta pertamanya.


kletekk


Mereka masuk dan menaruh mantel hitam berbulu di sofa,,


"Kemana jones ma"


"Mungkin dikamar mandi,duduklah dulu"hanin melepas tangannya dari jari-jari mungil Nina,


ia membuka pintu kamar mandi,tapi tak ada siapapun disana.


"Kemana lagi dia"gumamnya


"Kamu tunggu disini,mama akan bertanya pada perawat didepan"


"Tidak,aku ikut"


Nina berlari kecil mengekor di belakang Hanindya.


Wanita itu hanya mengangguk pelan,dan membimbing tangan mungil anaknya.


Ibu dan anak itu berjalan cepat menuju pos perawat,sebelum sampai disana Hanin menghentikan langkahnya,dia mundur 2 langkah dan berbelok ke kiri,berjalan pelan menuju ruangan dengan kaca besar tampak didepan.


Matanya menyapu habis ruangan itu,tampak sangat ramai,ada begitu banyak bunga dan keranjang buah di nakas.


Tapi yang ia cari tak ada disana.


"Itu bibi Marsya,apakah ia juga sakit ma"


shuuuuutttt


bungkam Hanin pada mulut putri kecilnya..


"Ayo kita ke pos perawat"


Mereka melanjutkan perjalanannya,,


Hhuuuh,gila banget,yang ditusuk siapa yang dapat perhatian lebih siapa,Memang semua keluarga gila,,


oceh Hanin disepanjang jalannya.


tampaknya dia sangat kesal,sejak kejadian itu tak satu orang pun datang menjenguk temannya,hanya dia dan Nina.


"Permisi suster,saya keluarga dari pasien ruang melati,hari ini dokter telah mengizinkannya untuk pulang,saya datang untuk menjemputnya,tapi ketika saya kemarnya dia sudah tidak ada"


"Sebentar saya cek kan ya buk"


tak tak tak tak


"Maaf buk,dari data disini pasien belum keluar"


"Tolong cek CCTV rumah sakit,tidak mungkin dia hilang begitu saja"


Hanin mulai panik,ia mondar mandir di pos perawat.


"Ma tenanglah tidak mungkin jones diculik,orang itu pasti sudah dihajar habis habisan"


Benar apa yang dikatakan anaknya,gadis itu tidak mungkin hilang begitu saja.


"Maaf buk,sepertinya hari ini CCTV rumah sakit semua mati,teknisi masih memperbaiki"


"Nina,ayo kemarkas"


"Yes Mom"jawabnya singkat