Wild Angel

Wild Angel
PENOLAKAN LAGI



"Bagaimana rasanya,aku tidak begitu mahir urusan dapur"


Arsya meletakkan cangkir itu di nakas.


"Lumayan,apa ini yang pertama bagimu"


"yaaa,tidak se enak buatan bibi,apa kau sudah lebih baik"


"Yahh ditenggorokan sudah lebih hangat,tapi.."


Kata katanya terputus,Wanita itu menarik tangan Nikki dan meletakkan nya di sela-sela gundukan yang sedikit terbuka.


"Disini masih terasa dingin"


Gadis ini memeluk pria dihadapannya dengan jantung berdebar kuat,untuk mencari kehangatan yang telah lama ia impikan.


"Apa yang kau lakukan Sya"


Nikki mencoba melepas pelukan kakak iparnya itu.


"Sekali ini saja,biarkan aku mencari hangatnya suhu tubuhmu"


"Marsya bisa salah paham jika melihat kita,aku tidak ingin kalian bertengkar lagi"


"Tak ada orang ku mohon"


Dan akhirnya Nikki sedikit tergoda,bagaimana tidak kakak iparnya tak jauh berbeda dari sang istri.


Wanita ini mencium bibir Nikki dengan lembut berlahan tangannya membuka kancing baju Nikki.


Ia merasakan otot perut Nikki yang keras.


Atmosfir ruangan itu mulai memanas,bahkan Nikki pun mengeluarkan keringat didahinya.


Kali ini Nikki benar benar tergoda oleh kemolekan lawan mainnya,,


Arsya membuka tali piamanya,tapi Nikki dengan cepat memasangnya kembali.


"Nikki Zhang,sadarlah"


Pria ini berusaha keras lepas dari nafsu yang telah memuncak.


Dia mencoba menggigit bibirnya sendiri dengan kuat,sontak tindakan itu membuat Arsya melepas ciuman panas itu.


Nikki berlari keluar kamar meninggalkan Arsya dan kembali kekamarnya.


Cleekk


Sheeerrrrrrrr


Nikki berdiri dibawah shower,kemudian ia melepas pakaiannya,untuk mendinginkan tubuhnya yang telah memanas berada dikamar Arsya.


"Adikku..sepertinya kau harus bekerja sendiri hari ini"


Tau lah yaaa maksudnya apa 😁😁


...****************...


MAKAN MALAM KELUARGA LERRY


Hening,,


hanya suara sendok dan piring yang terdengar saling bertabrakan..


Arsya melihat sekeliling,semua fokus dengan makanan di hadapan masing masing.


Arsya tersenyum simpul.


"Adik ipar,kau harus makan lebih banyak,kau butuh tenaga untuk menyelesaikan berkas berkas yang menumpuk"


Nikki hanya tersenyum menanggapi perkataan Arsya,entah itu sebuah sindiran atau apa,ia kembali melanjutkan makannya.


Marsya meletakan sehempel daging dipiring Arsya.


Kemudian ia memakan daging pemberian adiknya itu.


Beberapa kali ia mengunyah,mengoper kekiri dan kekanan kemudian ia menyudahi makannya.


"Hhooaaaammm,hmm..kenapa aku mengantuk sekali yaa.."


Marsya melirik kakaknya dengan tatapan polos.


"Marsya,sepertinya ada sesuatu dengan daging yang kau berikan padaku"


"Ahaaa kakak,tidak mungkin,kami semua juga memakannya,tidak mungkin aku meletakkan sesuatu yang mencelakaimu"


Marsya mulai panik,wajahnya tampak memucat dan bibirnya bergetar.


"Ahahaha,,Mencelakai apa,apa sih yang kau maksud,aku hanya bilang daging nya sangat enak,mungkin karena kau yang memberikannya"


Praaaaaaaannnkk


"Sudah cukup"


Tuan Lerry melempar gelas dihadapannya ke lantai.


ia mengepal kedua tangannya.


Beberapa pembantu terlihat ketakutan melihat tuan rumah itu murka.


"Kalian berdua ikutlah dengan ku keruang kerjaku"


Tuan Lerry mengelap mulut dengan serbet dan beranjak meninggalkan meja makan.


Sementara sikembar ini saling memandang,bertanya tanya apa yang akan dibicarakan sang ayah.


Tap tap tappp tappp


Tuan Lerry memutar knop pintu,ia masuk dan langsung duduk di kursi kerjanya,kemudian Arsya masuk dan disusul oleh Marsya.


Mereka duduk berhadapan.


"Arsya aku tidak ingin tau kenapa kau tidak datang dalam pemilihan CEO"


"Kenapa,apa papa tau bahwa aku tidak akan datang"


Arsya memandang ke arah Marsya.


"Pah,Nikki tidak cocok berada disana,dia akan membuat L.A Grup berada dibawah tekanan"


"Apa maksudmu Arsya,Nikki seorang pekerja keras,dia pasti akan membuat perusahaan berkembang dengan baik"


"Bekerja keras tanpa ada kecerdasan,tak berguna Marsya,seorang CEO tak butuh itu"


"Tau apa kau"


"Apa yang dikatakan Arsya benar,aku tau potensi yang dimiliki Arsya untuk itu aku ingin Arsya mendampingi Nikki menjalankan perusahaan"


Marsya berdiri dan berbicara dengan nada tinggi


"Papa,aku istri Nikki,akulah yang harus berada dibawahnya,bagaimana kalau kakak menggoda suamiku lagi"


"Akan ku lakukaaaaaann hahahahaaha"


Sahut Arsya dengan tertawa,kemudian ia berlari meninggalkan ruangan kerja tuan Lerry.


"Papaaaaa"


Marsya meraih tangan ayahnya itu kemudian merengek bak anak kecil meminta permen.


"Keputusan ku sudah bulat"