Wild Angel

Wild Angel
POSISI CEO



Kediaman tuan Lerry


"sayang,obat mu"


"ya,nanti akan ku minum"


Tok tok tok


cekkkreekk


Bunyi pintu yang terbuka,kaki tangan tuan Lerry datang memberikan informasi perkembangan perusahaan.


Anita meletakan gelas dan obat yang masih ia pegang dimeja sebelah tempat tidur tuan Lerry.


Kemudian ia berdiri dan beranjak pergi.


Anita tidak pernah ikut campur urusan perusahaan,dia hanya tau berbelanja,berpesta dengan teman teman sosialitanya.


Tuan Lerry duduk dari tidurnya,lalu dia menyangga punggungnya yang tampak tak kokoh lagi dengan tumpukan bantal.


Kaki tangannya menjelaskan perkembangan perusahaan selama 3 bulan terakhir.


Tuan Lerry telah mengumumkan pensiunnya sejak 3 bulan lalu,dan membiarkan posisi CEO kosong.


Dia ingin Arsya menggantikan dirinya untuk mengurus perusahaan,tetapi Arsya masih kokoh dengan pendiriannya.


Marsya telah mencoba membujuk sang papa,untuk menunjuk Niki sebagai CEO baru,tapi tuan Lerry tidak berubah pikiran,dia ingin Arsya berada di diposisi itu,karena dia mampu.


"Tuan,,sepertinya nona Arsya sudah mulai tertarik dengan perusahaan,nona merebut kembali tender yang hampir digagalkan tuan Niki dari perusahaan anak cabang N.E.T"


"Aku tau dia bisa melakukannya"


Tuan Lerry tersenyum bangga mengingat Arsya,ia meraih gelas di meja kecil itu,tangannya sedikit bergetar sehingga membuat gelas kaca itu jatuh kelantai.


Craackk crack pyaarr


udah kaya nyanyi india aja nih 😂✌️


Indra segera menghampiri tuan Lerry,dan membantu membaringkannya kembali.


"tuan,sebaiknya kita kerumah sakit"


"aku tidak apa apa,hubungi Marsya dan Niki,mereka harus kembali secepatnya,aku tidak bisa membiarkan posisi CEO kosong terlalu lama,akan berdampak buruk pada perusahaan nantinya"


"Benar tuan,dari pantauan saya,N.E.T sangat menginginkan perusahaan bangkrut,ia telah menargetkan perusahaan sejak lama"


"kumpulkan semua petinggi,kita adakan rapat lusa dan pastikan Arsya datang"


"Baik tuan"


Sementara Anita yang menguping dari balik pintu segera pergi dari tempat itu.


Tidak tidak..


Anita mengepalkan kedua tangannya,tampak sekali bahwa dia sangat marah,dia sudah mengetahui jalan pikiran suaminya itu.


sudah pasti orang yang akan menjadi CEO adalah Arsya.


...****************...


"Mah,kenapa papa terlihat buru buru sekali kekantor,apa terjadi sesuatu selama aku berlibur"


"Dengar papamu akan mengadakan rapat dadakan lusa"


"Oh,apa papa akan menunjuk CEO baru"


"Ya" Anita menyeruput kopi manisnya.


Wajah Marsya tersipu,senyuman tersungging dibibir manisnya.


Akhirnyaa


gumam Marsya bahagia


Hhehh apa yang sibodoh ini pikirkan,dia terlalu meninggikan dirinya


Anita tersenyum sinis melihat kelakuan anak tirinya itu.


"Marsya,papa ingin Arsya menempati posisi CEO"


Marsya tersedak mendengar perkataan Anita,sehingga menumpahkan minuman di bajunya.


Dia tak percaya dengan apa yang dia dengar,karena yang dia tau selama ini,hanya dia dan Nikilah yang membangun dan mengembangkan perusahaan.


Dia tidak bisa membayangkan betapa kecewa Niki akan keputusan papanya nanti.


Marsya menggenggam erat tangan Anita,,


"Apa yang harus aku lakukan ma,ini tidak boleh terjadi"


Anita membalas genggaman Marsya,dan mencoba menenangkan gadis itu.


"Tenanglah sayang,mama punya ide"


Anita menatap tajam ke arah Marsya,entah ide apa yang akan dia berikan pada gadis polos ini.


"ayo kita pulang dulu,lihat bajumu kotor sekali"


Anita dan Marsya meninggalkan kafe itu,dengan banyak barang bawaan bergelantung ditangan mereka,semua dari toko toko mahal yang ada di mall itu.


Sultan belanja gak pandang harga memang.


kita yang jadi alas kaki para sang raja harus selalu sabar ya hyung 😁