Wild Angel

Wild Angel
BERTENGKAR



Kata kata kotor itu akhirnya terlontar juga,membuat seisi dunia ku gelap.


akhirnya kau menunjukan perbedaan antara kita.


lututku bergetar,sekujur tubuhku terasa mati,tetapi amarah ku berapi api.


Aku berlari mengejar Marsya yang waktu itu berjalan menuju kamarnya,aku menarik kuat rambut panjang itu,menghempaskannya kelantai.


lantai yang tak lagi aku rasakan,aku seperti berada di awan,,


"Dasar kau pembunuh,kau membunuh mama Marsya"


aku menarik rambutnya,menampar wajahnya,beberapa kali ia bangkit dan mencoba menarik rambutku,mencakar wajahku dengan kuku nya yang tajam.


bruugghh brugh braghhhh


kami terguling kebawah bersama,papa dan mama juga menyaksikan peperangan kami,Niki mencoba memisahkan,ia melindungi istri tercintanya dari serangan serangan ku.


aku semakin marah dan menggila,darah bercucur di lutut dan bibirku,sedangkan Marsya,wajahnya tergores dan lebam akibat benturan pada anak tangga.


Ku lihat papa berlari kearahku,dan mama mendekati Marsya menunjukan perhatian dan kasih sayang yang membuatku jijik.


paaapp


"Pah"


aku memegangi pipiku yang berdenyut karena tamparan papa,ini tak adil bagiku,ia hanya menamparku,hanya aku,


"kenapa aku diperlakukan berbeda pa"


Hatiku terasa sakit,aku tak mampu lagi menahan air mata yang lama tertahan di pelupuk mataku.


Aku melihat sekeliling,banyak mata yang memandangiku.


aku merasa hancur.


"Berapa banyak uang yang papa berikan untuk menutup hati mu,kau bahkan menerima wanita penyebab meninggalnya mama,kau bahkan tak merasa bersalah pada mama"


"itu tidak benar Sya,aku hanya berbagi kasih sayang,kita semua keluarga,mama memang sudah sakit sebelum mama Anita datang,kau tidak bisa menyalahkan nya"


"Dia hanya seorang penyihir yang lari dengan selingkuhan nya, meninggalkan anak dan keluarga nya,aku tau semua tentang dia Marsya.


Aku menyipitkan mata menatap lekat wajah tante Anita,dialah penyebab segala kekacauan yang terjadi dirumah ini.


semua hanya mematung,papa diam membungkam menandakan jelas dia bersalah pada mendiang mama.


Karena mama tak mampu memberikan keturunan laki laki akhirnya papa menjalin hubungan dengan cinta pertamanya,tante Anita.


Tante Anita ketahuan berselingkuh dengan papa,akhirnya ia kabur dan datang pada papa,ia sedang mengandung 7 bulan saat datang kerumah ini.


Dia datang dengan surat lengkap hasil tes DNA yang menyatakan bahwa bayi yang dia kandung adalah anak dari papa.


Bayi itu laki laki,seorang anak yang papa impikan sejak lama.


Mama syok dengan kedatangan tante Anita,penyakit asmanya kambuh dan ia dirawat dirumah sakit.


Waktu itu aku dan Marsya baru duduk di Sekolah Menengah Pertama.


Sejak saat itu mama tak pernah lagi tersenyum,wajahnya tak lagi bersinar,bahagianya telah direbut wanita itu.


Dengan cepat tante Anita mengambil alih posisi mama,dia mencoba mendekati aku dan Marsya,dia selalu membawa kami jalan jalan.


Tapi sayangnya aku tak pernah bisa berbaik hati terhadapnya,,.


Lalu terjadilah tragedi yang membuat mama berhenti untuk bernafas,mungkin mama mengetahui sesuatu rahasia tante Anita.


Dia mencekik mama dan menodongkan pisau.


aku berlari mendekati mama,aku mendorong tante dengan kuat,tante anita mengetahui bahwa papa datang ia menusuk perutnya sendiri.


Mama yang sudah sakit sakitan sangat syok melihat darah yang mengalir begitu banyak,nafasnya tersengal,ia memelukku dengan erat,dan lebih erat lagi,Kemudian kami terduduk,pelukan yang sakit kurasakan kini mulai melonggar,jantungnya yang berdegup kencang tak kudengar lagi.Aku berteriak meminta tolong.


Tante Anita menarik lenganku,mencoba memisahkan aku dan mama,Dia memegang lenganku,menuntun pisau yang ia pegang mengarah pada perutnya sendiri.


papa datang tepat waktu,ia melihatku memegang pisau dengan lumuran darah dan Tante Anita yang telah meringis kesakitan.


Papa mengirimku kepanti asuhan,selama aku disana aku tak pernah menerima kunjungan dari keluarga ku.


aku tak tau bagaimana cara mereka mencuci otak Marsya,saat papa menjemputku kembali,mereka tampak seperti ibu dan anak yang sempurna.


...****************...