
Gadis itu hanya melongo mendengar semua hal yang dikatakan Edrick.
"Dan kau tau kan apa yang terjadi selanjutnya"
"Apa..apa yang terjadi,dengar tidak ada yang terjadi antara kami" Arsya mencoba menjelaskan.
Arsya panik,takut kalau semua yang diruangan itu mengetahui bahwa ia telah tidur dengan Edrick.
"Ternyata Srigala ini telah menancapkan taringnya"
Exel memicingkan mata menatap temannya.
"Seperti yang kau fikirkan"
**Bahasa bathin
bahasa yang hanya mereka berdua lah yang mengerti 😄😄
"Baiklah aku tidak ingin mengganggu kalian lagi,aku akan bersenang senang diluar"
Exel meninggalkan ruangan,begitu juga dengan sekretaris Jun.
"Aku juga akan keluar"
Arsya meraih tas dimeja,lalu berdiri.
Edrick merangkulnya dari belakang,mendekatkan tubuhnya hingga Arsya bisa merasakan hangat tubuh pria itu.
"Aku takut sekali,aku ingin memelukmu seperti ini setiap hari"
Edrick sangat nyaman berada dipunggung kecil gadis itu.
"Apa sudah selesai,heii..kau berat sekali"
"Aku ingin tidur di sini"
Arsya melepaskan diri dari jeratan Edrick.
"Aku pulang" ucapnya dengan nada tinggi
Cekleek
Setelah Arsya keluar,seorang wanita masuk keruangan CEO itu.
Gadis itu melempar tasnya ke arah Edrick dan duduk disofa dengan kaki dimeja.
"Haah..aku lelah,kenapa kau tak menjemputku,siapa gadis itu"
"kau tak bemberi tahuku"
Edrick membuang tas yang dia pegang ke semberang tempat.
"Kau kabur keluar negri setelah membuatku terlibat beberapa gosip"
Gadis itu tertawa.
Dia adalah Selena seorang Artis multitalenta.
Ia sengaja membuat gosip tentang kedekatannya dengan CEO NET yang tak lain adalah Edrick sendiri.
Disisi lain Exel malah menyukai Selena,dia sangat tau bahwa Selena tidak akan meliriknya sedikitpun.
Mengejar artis terkenal seperti Selena adalah suatu kebanggaan untuknya.
Selena berdiri,berjalan mendekati si CEO.
Ia mulai menyentuh pundak Edrick dengan telunjuk centilnya.
Menyusuri lebih jauh,bermain di belakang telinga pria tampan itu.
Wussssss
Wanita itu memutar kursi yang Edrick duduki menghadap dirinya.
Selena kini duduk dipangkuan Edrick,menatap Edrick penuh nafsu.
Ia masih bermain dengan telunjuknya di area tulang pipi Edrick,kini dia meraba wajah itu dengan lembut.
"Sudah lah jangan memaksaku"
"Kau sangat tau,aku tak pernah memaksamu,kau bebas bermain dengan wanita manapun"
"Aku akan menolak perjodohan ini,aku punya orang yang aku ci.."
Selena mengunci mulut Edrick dengan ciuman penuh nafsu,lidahnya bermain dengan liar didalam sana,Edrick hanya diam mengikuti permainan wanita itu.
Seperti patung,tak ada respon sedikitpun dari Edrick.
Selena menghentikan aksinya,lalu tersenyum memandang patung itu.
"Aku menunggumu,kau tak punya pilihan Edrick.
Sejauh apapun kau pergi,hanya aku tempat kau kembali,kau akan datang sendiri padaku nanti."
Selena turun dari pangkuan Edrick lalu memungut tasnya kembali.
"Suatu saat kau akan tau,betapa mahal tas yang kau buang ini!"
Cekleekk
Braaaghh
Edrick menarik nafas dengan dalam.
Ia mengepal kedua tangannya dan memukul meja.
Ia sangat kesal,tapi tak bisa berbuat banyak pada Selena.
"Hallo,,sekretaris Jun,tempatkan beberapa orang di sisi Arsya.
Dan awasi Selena."
"Baik tuan"
Edrick mulai khawatir setelah Selena kembali dari negara A.
Wanita itu terlihat tenang,tetapi ia bisa membunuh hanya dengan satu kata.