
⭐⭐⭐
"Bik,dimana tamuku"
"sudah berangkat dengan nona Marsya setengah jam yang lalu non"
"Arsyaaaaaaaaaaaaaaa"
teriak Marsya sambil melempar mini handbag nya kepintu..
"kurang ajar"
"hmmm,non"
"apalagi bik"
Marsya mencoba menahan emosinya
"tadi nona Marsya bilang tidak akan pulang untuk makan malam"
"Aku ini Marsya bi,Marsya"
hardiknya pada pelayan keluarga yang telah melayani selama belasan tahun itu.
"mati saja dia sana"
Marsya berlari menuju kamar,dan membanting tubuhnya keranjang.
Sementara Arsya tengah asyik makan malam dengan sello disebuah restoran mewah dipusat kota roma.
"Sepertinya marsya sedang mengumpatku"
Arsya tersenyum hanya dengan membayangkan betapa geramnya sang adik padanya.
sello menghentikan makannya,meletakan garpu yang ia pegang.
"hari ini kau terus tersenyum,,
ada apa?
apa kau senang bersamaku!
atau adakah hal lucu pada diriku yang membuatmu bahagia"
Arsya menarik tangan kiri sello dan menggengamnya dengan lembut.
"kau sangat tampan dengan kemeja ini
dan aku bahagia bersamamu,terimakasih telah membawaku berkeliling seharian ini"
Sello kembali berdebar.
"owh,jantungku.."
gumamnya bahagia
Mereka tampak sangat serasi.
Sello adalah Ceo di perusahan ayahnya yang baru ini mengambil cuti masa tua,sebagai anak tunggal ia mewarisi semua harta ayahnya.
tubuhnya kekar,hidung mancung dan dagunya ditumbuhi bulu halus yang menjadi daya tariknya.
Ia sangat mempesona,banyak gadis yang ingin mengandengnya,meskipun kelakuanya tak sebagus tampangnya.
wahh dia terlalu luar biasa untuk menjadi seorang bajingan.😏
Arsya melirik ponselnya,sekarang sudah jam 21.30.
"sepertinya sudah larut,mari kita pulang"
kemudian ia berdiri,sello pun bangkit dari kursinya.
"oh ayolah Marsya,kita bukan anak-anak lagi.
⭐⭐⭐
La Cabala
Salah satu klub malam paling mencolok dan eksklusif di Roma, La Cabala terletak di sebuah palazzo abad pertengahan di atas restoran Hostaria dell'Orso, sebuah bangunan abad ke-14 yang menghadap ke Sungai Tiber. Ini adalah klub makan malam berkelas versi Roma dan terletak di daerah Piazza Navona yang selalu bergaya, tidak heran tempat ini mengembangkan reputasi ini. Ini cukup besar dan tersebar di ruang tiga tingkat yang mencakup bar piano, restoran, dan klub malam. kerumunan sangat bergaya dan umumnya berusia 25-30 +. Musik umumnya adalah house, dance, dan techno dan tempat tersebut hanya buka pada akhir pekan, Jumat hingga Sabtu.
"Sepertinya kepalaku sedikit pusing dan aku merasa mengantuk"
"Benarkah,mari kita pulang"
"ok,aku akan kekamar mandi dulu,tolong antar aku ke kamar mandi sell"
"baiklah"
"Good luck brother"
imbuh salah satu temannya seraya menepuk punggung sello.
Arsya dan Sello berjalan menjauhi ruangan pengap itu.
sello memegang erat pinggang ramping itu,menciumi wangi rambut arsya,sekali lagi ada gelora berbeda dalam dirinya.
jantungnya bekerja lebih cepat,kepalanya terasa panas.
Bruuughh..
"obatnya bekerja cepat,baiklah sayang,kita mulai dari mana ya.."
Satu persatu pakaiannya dilucuti,,
hingga menyisakan boxer yang masih menempel indah menutupi pusakanya.
"hehh"
"sudah berapa gadis yang kau hinakan,kau pikir aku wanita bodoh"
Arsya mengeluarkan ponselnya.
Ia mengabadikan tubuh kekar itu.
"kau lumayan menggoda,sayang"
Arsya tersenyum sinis pada sello yang terkapar di lantai.
"sepertinya disini masih sepi,sabaiknya aku segera pulang".
...****************...
Sementara Marsya masih menunggu kepulangan kakak tercinta.
cekreekk
Marsya yang tak terima dengan perbuatan kakaknya langsung menarik rambut Arsya.
"aaaawww aww"
Arsya meringis kesakitan.
"apa yang kau lakukan"
"kau masih berani bertanya"
"iisshh"
Arsya membanting keras tangan Marsya,hingga ia terdorong kesofa,lalu ia duduk dan melempar hill nya kesembarang tempat,ia melakukan messy bun pada rambutnya yang acak.
Dan wawww
Orang cantik mau gimanapun tetap cantik.
*messy bun,gaya kuncir rambut santai yang acak-acakan.