
Tidak,bukan aku yang melakukannya.
bukan aku..
"kau melakukannya,kau pelakunya"
tidak..aku berteriak sejadi-jadinya
kata-kata itu terus menghantuiku,setiap kali aku menutup mata dan telinga,aku benci sendiri,aku benci dianggap tak ada.
Aku duduk disudut ruang hampa,membelakangi tempat tidurku,semua terasa gelap dan menakutkan,aku mendengar suara langkah kaki menghampiriku,,
"siapa itu"
aku meracau,aku ketakutan,suaraku samar-samar terdengar.
"Sya,ini aku Marsya"
Aku melompat kepelukannya segera.
"apa kau kembali bermimpi buruk"
"tidak,tapi kurasa ya mungkin"
aku tidak bisa lagi membedakannya,apakah ini mimpi,atau hanya ilusiku yang berlebihan.
"tenanglah,semua baik-baik saja"
Marsya membantuku naik keranjang,memberiku pelukan dan menyelimutiku.
Aku dan Marsya adalah kembar identik,hanya orang terdekat yang bisa membedakan kami,aku memiliki tahi lalat kecil dibagian bawah mata kiri,sedangkan Marsya memilikinya dibawah bibir kiri,jarang sekali yang bisa melihatnya,disini akulah kakaknya,akulah yang terlahir lebih dulu,kami tumbuh dan besar bersama.
Marsya gadis yang sangat baik,dia cantik dengan tubuhnya yang ramping dan kaki jenjangnya,kulitnya putih dengan rambut ombre abu-abu,,
"Bagaimana dengan aku"
Tentu saja sama,bukankah kami ini kembar identik,tahi lalat adalah pembeda kami..
tapi kenapa takdir kami berbeda,dia selalu menjadi yang pertama,dibanggakan,disukai..
atas dasar apa takdir membedakan kami.
Aku sangat iri padanya.
⭐⭐⭐
"pah,hari ini aku mau keluar sama niki ya"
"bukankah niki masih di china"
Marsya kelabakan,ia lupa bahwa niki masih di negara asalnya,ia menggoyang kaki Arsya,meminta pertolongan,pandangan mereka menyatu,lalu arsya kembali fokus pada makanan nya..
"sialan kamu sya" batin marsya dengan sedikit geram
"ajak kakak mu,sudah beberapa bulan ini dia mengurung diri dirumah"
"oh ayolah kak,gak ada kegiatan jugakan dirumah"
Arsya berdiri dari tempat duduknya,berlahan meninggalkan meja makan,ia menaiki tangga menuju kamar,ketika kakinya akan menapak di tangga paling atas,ia menoleh kebelakang.
"aku akan bercumbu dengan buku-buku dan imajinasiku"
lalu ia masuk kekamar dan membanting pintu,meninggalkan orang tua dan adiknya yang seketika memasang wajah datar.
Hari ini orang tua mereka berangkat ke paris,mengerjakan beberapa proyek dan tinggal di rumah barunya untuk beberapa minggu.
⭐⭐⭐
Siang ini cuaca sedikit berawan,angin mulai menyapu jalanan,sampah beterbangan.
gemuruh terdengar sesekali.
Arsya mengintip keluar jendela,Marsya membelalakan matanya,melihat mobil yang melaju masuk ke halaman parkir.
"sepertinya akan turun hujan"
"ya,dan kau lihat mobil merah itu,sangat cantik dan akan serasi sekali dengan putri sepertiku,tolong bukakan pintu untuk tamu kita,aku akan mandi dan mempercantik diri"
"yaa tuan putri"
olok arsya,yang hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sodara kembarnya.
"akan ku beri pelajaran sibrengsek itu"
Bel pun berbunyi,Arsya bergegas menuruni anak tangga dan mendahului pelayan.
"biar aku saja bik,bibi lanjutkan saja pekerjaan didapur,dan katakan pada Arsya aku tidak akan pulang untuk makan malam"
Arsya kembali menata rambutnya,memperbaiki penampilannya lalu membuka pintu.
Sello diam mematung melihat pelampilan Arsya,sesekali ia menelan ludah.
"Marsya,kau cantik sekali"
Tanpa polesan pun Arsya memang sudah sangat cantik,ia mengenakan mini dress,dan tote bag yang senada dengan pakaiannya,rambutnya yang terurai seakan melambai pada sello.
kemudian mereka berjalan masuk kemobil,sello berlari kecil dan membukakan pintu untuk arsya.
"sello jangan lupa pakai sabuk pengamannya,kamu mau dihadang polisi"
Arsya mengaitkan sabuk pengaman sello dan dengan sengaja menindih benda pusaka miliknya.
Sello kaget dan sedikit terguncang jiwanya,mata mereka saling beradu.
ada debaran manjalita yang sello rasakan.
sabar-sabar baru pemanasan ya hyung..😂😂