Wild Angel

Wild Angel
KEJAMNYA CEO NET



*************


Setelah rapat berakhir.


Seorang Ceo dari perusahaan yang telah NET akuisi bertanya menyinggung perihal luka ditangan,dileher dan wajah tampan Ceo muda NET tersebut.


"Ada apa dengan wajah anda tuan Edrick?"


"Achh apa kau memelihara kucing baru sobat" Tambah Exel.


"Iya,tuan Edrick memungut kucing liar dijalanan,beberapa waktu yang lalu"


Sekretaris Jun melengkapi cerita Exel dan kemudian mereka terkekeh bersama.


Edrick memicingkan mata menatap Exel dan sekretaris Jun.


"Baiklah saya hanya mengantar anda sampai disini,terimakasih untuk kerja samanya."


Pria paruh baya itu tersenyum puas akan keramahan Ceo Muda NET dalam menjamu tamu.


"Segera jinakkan kucing liar itu"


Bisiknya ketelinga Edrick,dan menepuk pundak Edrick beberapa kali.


Mengerti dengan sindiran pria itu Edrick segera membukakan pintu mobil dan mendorong pria itu masuk.


"Exel,aku tunda liburanmu satu tahun kedepan,dan kau" tunjuknya pada sekretaris Jun


"Potong gaji 2bulan"


Kemudian ia mempercepat langkahnya menuju mobil yang telah terparkir tidak jauh dari lobbi.


"Masih tidak membukakan pintu,sekretaris Jun" teriak CEO NET


"Iya tuaaannn"


Ia berlari terbirit-birit menyusul Edrick.


Mobil melaju dengan cepat menuju kegelapan,dimana seorangpun tak akan keluar dengan selamat setelah datang ketempat itu.


Setelah mobil terparkir sekretaris Jun bergegas turun,membukan pinti untuk tuan beringasnya.


Bhyuurr


Seorang dengan perawakan tinggi besar,serta wajah yang dipenuhi brewok menyiram seseorang yang duduk terikat dengan tali di kursi.


Plaakk plaakk


Bunyi tamparan keras dikedua pipi tawanan tersebut.


Dengan mata lebam,dan wajah yang setengah hancur,ia mencoba membuka mata.


"Dimana tua bangka itu,siapa yang berada disampingnya,dimana kalian bersembunyi,akan ku hancurkan kalian semua"


Begitu dia sadar,Edrick terus menghujaninya dengan banyak pertanyaan yang dia sama sekali tidak tahu harus menjawab apa.


Karena memang dia tidak tahu apa maksud dari pertanyaan Edrick.


"Bohong"


Tangannya mencengram kuat leher tawanan yang telah dipenuhi darah.


Sehingga ia kesulitan bernafas.


"Hanya satu orang yang mampu menembus pertahanan NET.


TENGKORAK MERAH


Dan kau datang padaku menyerahkan diri"


Edrick melepaskan cengkraman dari leher korbanya,karena ia nafasnya mulai tersenggal.


"Dan kau datang bertanya dimana Arsya,sedangkan seluruh dunia tidak tahu keberadaannya"


"Benar saja,kau telah menculiknya"


Ahahahahaahaa


Edrick tertawa membuka rahangnya dengan lebar,seisi ruangan yang penuh bau anyir bagaikan neraka langsung meggelegar mendengar tawa Ceo bengis itu.


Edrick mengiris pipi korbannya dengan santai,,


"Aaaaaaaaahhhh"


Korbannya mencoba meronta dengan kekuatan yang tersisa.


Edrick menjilati darah yang menempel pada pisau.


"Sangat manis"


Kemudian ia mengarahkan pisau itu pada bawah dagu,bersiap-siap menusuknya menembus kerongkongan.


"Akan ku habisi semua orang yang menghalangi jalanku"


Ia kembali menegaskan betapa beringas ia saat menghabisi lawannya.


"Paolo tidak akan mengampunimu,kau akan menyesalinya jika kau berani menyentuh gadis itu"


Mata Edrick membelalak mukanya merah padam,Pria kejam itu membuka paksa mulut korbanya,menarik paksa lidahnya.


Sreeeeett


Bunyi sabetan pisau memutus lidah korbanya.


Sekretaris Jun menutup mata,tak mampu menyaksikan adegan kejam yang membuat perutnya mulas.


Karna ia tidak pernah melihat CEO MUDA itu turun tangan sendiri,dan si korban juga seorang wanita.


"Fucking shittttttt,aku benci mendengar nama itu"


"Lenyapkan wanita j*l*ng ini."