
Lebih sudah satu minggu Arsya menjadi tawanan dirumah megah milik Edrick.
Ada begitu banyak Bodyguard berbadan kekar di setiap sudut rumah.
"Jangan terus mengikutiku Br*ngs*k"
Maki Arsya pada seorang bodyguard yang terus mengekor kemanapun ia pergi.
"Aku hanya ingin kedapur"
"Maafkan saya nona,ini perintah tuan"
Merasa terimindasi Arsya kembali kekamar Edrick,ia benar-benar sudah muak berada disana.
Kemudian ia merancang rencana pelarian.
Sore itu Arsya sibuk modar mandir memikirkan ide briliand apa yang akan ia lakukan.
"Aku harus kabur sebelum si cabul itu pulang dari luar negeri"
MALAM HARI DI KEDIAMAN CEO NET
Arsya melilitkan beberapa kain kelengan sebelah kanan.
Kemudian ia meninju jendela kaca hingga hancur,ia melemparkan beberapa alas kasur dan kain lainnya turun menuju dasar lantai satu.
"Aauuhhh"
Tak sengaja ia melukai beberapa lengannya yang tidak terlindungi.
Arsya meludah ditelapak tangannya dan mengusapkannya pada lengan yang terkena serpihan kaca tersebut.
Arsya berteriak,dan berlari sembunyi dibalik pintu kamar.
Seseorang masuk untuk memeriksa keadaan.
"Nona apa terjadi sesuatu" Pria berbaju hitam itu celingak celinguk menyapu seisi ruangan dengan mata sipitnya.
Ia melihat kamar tampak sepi dan pintu kamar mandi terbuka.
Ia agak ragu untuk masuk kesana,tapi ia juga takut sesuatu terjadi pada wanita tuan nya.
Bodyguard sipit yang berasal dari Jepang itu kemudian berteriak sambil berlari keluar kamar.
Ada banyak darah dan serpihan kaca di bathtub.
"Nona Arsya melarikan diri"teriaknya pada kawanan lainnya.
Ada begitu banyak bodyguard lari menuju halaman belakang mereka semua memasang Earpiece agar terhubung pada yang lain.
Merasa semua Bodyguard telah pergi kehalaman belakang,Arsya berlari secepat kilat menuju pintu gerbang utama.
Ia begitu mudah memanjat tembok pagar.
Arsya melompat dan mendarat dengan kedua kaki bertumpu pada tanah.
Senyuman tersungging diwajah cantiknya.
Ketika hendak pergi menjauhi gerbang seseorang menarik lengan Arsya,membuat gadis itu terperanjat kaget.
"Nona,apa sudah selesai bermain-main"
Arsya menoleh kebelakang
"You fucking ****!!"
Gadis itu menyipitkan mata dan menghentakkan kaki.
Ia lupa bahwa pria bengis yang disebut Sugo itu adalah pria genius,ia pasti tidak terpengaruh oleh tipuan kecil Arsya di kamar mandi.
Arsya berputar,mengambang diudara,kemudian mengayun salah satu kakinya menyerang Sugo,ia melesakkan tendangan menghantam pundak bodyguard berbadan tinggi dan besar itu.
Secara otomatis Sugo melepaskan tangan Arsya dan melindungi kepalanya.
Melihat kesempatan terbuka,Arsya megayun lengannya.
Hiiiaaaaaah
Lima jari lentik Arsya berhasil mendarat menghentak dada bodyguard
Itu.
Sugo meringis kesakitan,dadanya terasa
Sesak dan panas.
Tidak membuang kesempatan Arsya melompat menarik kedua pundak Sugo dan menghantam kembali bagian dada Sugo dengan lutut,dengan cepat tangannya meninju rahang Sugo hingga terdengar seperti ranting yang patah.
Sugo terhentak ketanah,Arsya menang hanya dengan sedikit jurus yang pernah ia pelajari di markas Wild Angel.
Prokk prokk prok
Terdengar suara tepukan tangan dari arah jalan.
Rupanya Edrick menyaksikan semua pertunjukan wanitanya melawan bawahannya.
Ceo muda itu terkagum-kagum dibuatnya,ia sama sekali tidak menduga bahwa Arsya bisa beladiri.
Ia hanya tau Wanitanya itu adalah seekor kucing rumahan yang tidak akan menunjukkan cakar-cakarnya.
"Wanita ini tidak selemah yang aku fikirkan."kesalnya..
Arsya mengayun lengan dan kaki menerjang tubuh Edrick,tapi dengan cepat pria itu bejalan mundur menangkis semua serangan Arsya.
Aaach,aahhh
Nafas nya kian memburu gadis itu sedikit berjongkok memegang bahunya yang terluka akibat tusukan pisau Marsya.
Hal itu membuat Edrick datang menghampiri wanitanya,takut luka itu kembali terbuka.
" Are you okey"
Bhuugghhh
Kepalanya menghantam dagu Edrick dengan keras.
Pria itu terjerembab ketanah,dengan mata sedikit berkunang.
Edrick menggeleng-gelengkan kepala dan berusaha untuk berdiri.
Ternyata itu hanyalah tipuannya,untuk mengelabui Edrick.
Arsya tersenyum melihat Edrick yang bisa dengan mudahnya ia tipu.
Melihat Edrick yang sudah berdiri,Arsya kembali melesakkan serangan ke dada Edrick.
Gengaman tangannya siap menghantam Ceo muda itu.
Dengan penuh keyakinan ini akan menjadi serangan terakhirnya,dan ia akan menang.
Arsya menyeringai mengejek Edrick,tapi sesuatu yang diluar perkiraannya.
Edrick menangkis serangan kuat Arsya.
Menggenggam kedua tangan Arsya dengan tangannya yang lebar dan kekar.
Edrick membalikan tubuh gadis itu,mengunci kedua tangannya di punggung.
Mendorong Arsya hingga terbentur ke badan mobil.
"Aaachh..lepaskan aku br*ngs*k,lepaskan"
Arsya terus menggeliat seperti cacing yang diberi garam.
"Baiklah akan kita lanjutkan pertarungan ini dikamar" bisiknya pada telinga Arsya.
Dengan entengnya Edrick menggendong Arsya masuk kerumah.
Wanita itu sudah seperti karung beras yang dibopong kepasar.
Arsya memukul-mukul b*k*ng Edrick dengan kedua tangannya,dengan posisi kepala menjuntai kebawah,gadis itu tak dapat melakukan pergerakan apapun.
"Apa kau suka memukul b*k*ngku,pukul lebih kuat nanti,aku suka itu"
Edrick tertawa terbahak-bahak.
Sambil sesekali ia menampar dua bongkahan kenyal didepan matanya.
"Heyyy,jauhkan tangan kotor mu dari b*k*ngku,dasar cabullllll br*ngs*kkk"