Wild Angel

Wild Angel
BUKAN ARSYA



Ppplaaaaaakkkk


Arsya tersungkur dan terduduk dilantai sambil memegang pipinya,gadis itu menatap kesal ke arah Edrick.


"Heeeyyy,ke kee kenapaa kau menamparku"


"Boss"


Sekretaris jun berlari menatap tuannya itu,lalu membantu Arsya berdiri.


"Aku tak suka disentuh orang asing"


"Ada apa dengan bos hari ini,bukankah dia sangat menyukai nona Arsya,haiizzz.."


Sekretaris itu hanya mampu mengelengkan kepala.


Edrick kembali duduk,ia mengeluarkan rokok dari balik jas,sekretaris Jun mengeluarkan pematik untuk Edrick.


"Dimana Arsya"


Edrick sama sekali tak memandang wanita yang berdiri didepannya,,


"Aku Arsya"


"Aku sudah kesal hari ini,jangan membuatku semakin marah"


"Akk akkuu aku"


"Kau... kau hanyalah gadis bodoh yang banyak bermain dengan laki laki sampah diluar sana,apa kau ingin suami mu tau seperti apa wanitanya,,


nona kedua"


Edrick mematikan rokoknya.


"Arsyaaa,diaaaa,bagaimana kau tau aku bukan Arsya"


"Dia wanitaku apa yang tidak aku tau"


"Cciiihhhh"


Merasa sudah ketahuan Marsya pun menunjukkan sifat aslinya.


"Apa kau juga tau bahwa wanitamu itu menyukai suamiku"


Marsya menarik kursi dan duduk,tak ingin kalah dari Edrick,Marsya juga mengeluarkan rokok dari dalam tasnya..


"Jalang itu bahkan tak malu merayu adik iparnya sendiri"


"Dia hanya belum membuka hatinya untuk ku,,"


"Tuan,kau pasti bukan orang biasa,aku bisa menggantikan posisi kakakku,tak ada yang berbeda dari kami"


Marsya melenggok lenggok dengan centilnya dihadapan Edrikc,lalu bersandar dimeja.


"Aku bisa memberimu kepuasan"


Marsya menyentuh dada bidang milik Edrick,ia sengaja sedikit membungkuk untuk memperlihatkan belahan sintal miliknya.


Tetapi Edrick menepis kasar tangan gadis berparas menggoda itu.


"Sudah ku katakan,aku tidak mau benda kotor menyentuhku,apa kau ingin kehilangan tanganmu"


Tatapan bengis Edrick membuat Marsya ketakutan,gadis itu mengambil tasnya lalu meninggalkan kafe tersebut.


...****************...


L.A GRUP


Langkah kaki terdengar dari balik pintu


Ceekleekk


"Kau,kenapa kau disini"


"Bukankah seharusnya aku yang bertanya"


Marsya duduk dipangkuan suaminya,mengecup lembut pipi Nikki.


"Apa kau pamer"


"Tentu saja,sayang katakan kalau kau mencintaiku"


"Yaaa aku sangat mencintai wanitaku ini"


Marsya ******* bibir prianya itu dihadapan Arsya.


Ia senang sekali melihat kakaknya itu terbakar cemburu.


"Marsya...!!


tidak bisakah kau melakukannya dirumah,ini kantor,aku ada urusan dengan adik ipar"


"Siapa bosnya disini kakak"


Arsya mengepal tangan,ia menahan amarahnya.


"Sudahlah,jangan berdebat,Kakak ipar nanti kita lanjutkan lagi,kau keluarlah dulu"


"Benar" imbuh Marsya


"Pemandangan yang menjijikkan"


Arsya merapikan kertas kertas dimeja dan meninggalkan dua sejoli yang sedang bermesraan.


Marsya mengganti posisi duduknya,wanita ini membuka lebar kedua kakinya dan duduk diatas kaki pria berkaca mata itu.


"Kau sangat bergairah hari ini"


Marsya tak memperdulikan omongan Nikki,dia terus saja meraba benda pusaka milik suaminya itu.


Marsya membuka satu persatu kancing baju Niki dan meninggalkan banyak tanda didada dan leher prianya.


"Aku takut sekali kau berpaling dan lari pada kakak ku Nikki"


"Itu tidak akan terjadi sayang,aku hanya mencintai mu"


Kini Nikki ******* bibir sexi istrinya itu.


"Ayo kita miliki seorang bayi"


Bisik Nikki ketelinga istrinya


"Tidak sayang aku,aku belum siap"


Kemudian Nikki tersenyum,lelaki itu mendekatkan kepalanya ke kepala Marsya,Nikki bisa merasakan kekhawatiran yang dirasakan Marsya.


"Aku takut tidak bisa menjadi ibu yang baik"


"Aku akan selalu menunggu"


Dan mereka pun kembali bertukar jigong ✌️✌️