When Wishes Come True

When Wishes Come True
MENGINGINKAN KEBEBASAN



"Baiklah.... Aku juga akan membantu kalian," Secara tiba-tiba Sesosok anak perempuan Cantik mengenakan pakaian mahal muncul di kamar itu.


"Eeee siapa kamu?" Aldy terkejut seperti melihat hantu yang tiba-tiba saja muncul.


Dengan santainya Gadis itu hadir diantara mereka berdua, Haruka hanya menatap gadis itu, dan mencoba menggunakan kemampuannya untuk mengetahui.


"Tenang Aldy... Dia juga akan membantu kita... Iya kan Elena," Haruka menyebut nama gadis itu.


Sejenak gadis itu sedikit tersentak dan "Luar biasa sesuai dengan kemampuanmu, yah benar Namaku Elena, Senang berkenalan dengan kalian."


"A..aku Aldy," Seraya mengarahkan tanganya di depan Elena dan kemampuannya adalah menghilangkan keberadaannya. "Menghilang?" Dalam hatinya terbersit keterangan meniadakan keberadaannya Sulit untuk memahaminya, tetapi itulah keunikan kemampuan Aldy.


"Ya itu kemampuanku, Mungkin secara kebetulan waktu itu aku merasa terkekang oleh penjaga Papaku, sehingga timbul keinginanku agar tidak terlihat... Dan sepertinya saat kemampuanku aktiv kemampuanmu tidak bisa mendeteksinya juga kan?" Elena bertanya ke Aldy.


"Y..ya.. Seharusnya ada warna yang aku lihat, setelah kamu muncul baru warna kemampuanmu bisa terbaca olehku." jelas Aldy yang melihat aura Elena yang berwarna ungu gelap.


Elena Menceritakan kenapa dia berada di situ dan tidak sengaja mendengarkan mereka sampai mengikuti ke sana.


flashback


Elena pov


Pada malam itu aku tengah menjenguk Papaku yang telah selesai menjalani operasi ginjalnya. Aku berjalan melewati koridor rumah sakit menuju ruangan Papa di iringi lima Pengawalnya. hal itu sungguh menjengkelkan, Mereka terus saja mengikutiku kemanapun aku tuju.


Sejenak aku bersandar di dinding koridor dan memejamkan mata.


Seandainya aku bisa menghilang... mereka tidak akan bisa menemukanku huh..., Aku terkejut saat membuka mata segalanya telah di selimuti Cahaya aneh dan beberapa detik berlalu cahaya itu menghilang.


Aku memperhatikan ke lima Penjagaku terlihat Panik "Nona Elena...nona tidak ada..." teriak salah satu penjaga yang panik.


"Apa... bagamana mungkin, dia baru disini kenapa tidak ada?" Penjaga lainnya juga terlihat panik


Padahal aku masih berada di sekitaran mereka, apakah ini... Aku tersenyum dan memperhatikan Penjagaku berlari kesana kemari mencari. haha.. dengan ini aku bisa bebas dari mereka


Aku berkeliling di Rumah Sakit itu dan melewati gadis imut keturunan jepang mungkin , Dia sedang duduk sendiri seperti memikirkan sesuatu.


waktu itu aku tidak begitu merisaukannya dan berlalu begitu saja menuju ruang Papaku.


Haaah... lega rasanya tidak di ikuti seperti ini


Aku memperhatikan Papaku yang masih tertidur karna habis operasi, Saat seperti ini baru Papa tidak kemana-mana lagi. huh... kau benar-benar tidak ada waktu untuk bersamaku Papa, Batinnya kesal.


Aku keluar dari rumah sakit itu dan menikmati kebebasanku berjalan Menelusuri kota, tanpa ada yang mengetahui keberadaanku.


Aku mengambil beberapa makanan dan minuman di mini market, Dan duduk di sebuah Halte memperhatikan orang-orang berlalu lalang pada malam itu. Setelah puas, Aku kembali kerumah sakit dan tidur di kasur kosong sebelah Papaku.


Aku sedikit heran awalnya, benda-benda yang aku ambil atau ku pegang juga ikut tidak tampak oreh orang-orang, Aku pikir orang-orang itu akan terkejut dan takut seperti di filem-filem horor yang mendapati sebuah benda melayang dengan sendirinya. Tetapi saat aku mencoba menyentuh seseorang hal itu tidak berlaku. Hmmm berarti hanya benda saja yang berpungsi pikirnya.


Ke esokan harinya aku terbangun kesiangan, Aku terbangun karna Penjaga Papaku mulai terdengar ribut. mungkin masih bingung mencariku haha.


Setelah mencuci muka, dan sedikit merapikan pakaianku, aku memutuskan untuk keluar.


Sesampainya di depan, Aku melihat Gadis tadi malam tengah berhadapan dengan anak laki-laki, Aku sedikit heran melihat situasi mereka.


Pria dewasa itu terlihat kebingungan setelah Gadis itu membawa anak yang tadi bepapasan segera menjauhinya, Mungkin itu papanya.. Karna rasa penasaran aku mengikuti mereka.


"Jadi seperti itulah awalnya," Kata Elena dengan santai.


"Sangat tidak terduga ya, Pertemuan ini pasti memiliki makna sesuatu," Ucap Haruka dan senang menyambut satu lagi teman yang baru untuknya.


"Baiklah Sampai ketemu lagi di sini besok, Aku mau pulang... dari kemaren aku belum mandi hehe" Elena langsung saja menghilang lagi.


"I..iya hati-hati Elena" ucap Aldy. Apa? dia belum mandi? Sempat terkejut.


"Baiklah Aku juga mau kembali, Sampai ketemu lagi Aldy." Kemudian Haruka berlalu meninggalkan Aldy dengan akhiran lambaian tangan sampai ketemu lagi.


*Kejadian ane*h kah? sambil merebahkan tubuhnya, Aldy tersenyum sendiri. Dia tidak menyangka bisa mendapatkan teman cantik seperti Haruka dan Elena, mengingat dia adalah seorang yang susah untuk berteman. yaaa semua pasti ada maknanya.


_


Ke Esokan paginya


"Selamat pagi Sahabatku," tegur Rudi dengan senyuman khasnya seperti Naruto. Dia tengah berdiri di depan gerbang sekolah.


"Yooo... Pagi juga Rud," Alvin menyapa.


"Pagi Para Hero hehe... Ada apa ini? tumben kalian bersemangat haha," Zain menyapa dan bertanya ke kedua sahabatnya yang terlihat bersemangat, begitu pula dengan dirinya.


"Ah masa, Bisa aja Kamu Zain ahahaha..." Rudi malah semakin menjadi tertawa tidak jelas, Hal itu membuat Alvin dan Zain juga ikut tertawa-tawa tidak jelas.


Anak-anak lain yang mulai memasuki Gerbang Sekolah mulai memperhatikan mereka bertiga menjadi merasa aneh melihat tingkah ketiganya. Mereka seketika menjadi sorotan siswa-siswa lainnya, Dasar bocah-bocah aneh pikir mereka.


''...'' Ada apa dengan Ketiga anak ini. Penjaga keamanan sekolah juga merasa aneh melihat ketiganya tertawa-tawa seperti itu.


'' Hey kalian bertiga... Kesini cepat..'' Seketika ketiganya diam dan langsung menundukan kepala.


"Kalian bertiga kenapa heh? nggak jelas ni bocah-bocah... Cepat masuk sana," Penjaga itu melotot dan membentak.


"baik Pak..." Rudi berlalu sambil menundukan kepalanya pelan diikuti Zain dan Alvin.


"Haha rasain lu nggak jelas..." Bisik Alvin sambil menjitak kepala temannya itu.


"Elu yang ****** dasar bocah noob," Timpal Rudi dan membalas Alvin.


Suara pelan mereka masih terdengar oleh penjaga sekolah itu "Hey.... Apa lagi hah? mau aku suruh bersihkan toilet kalian hah?"


"Maaf pak.. maaf," Zain yang di belakang manggut-manggut sambil menjauh. " " " " "Wes...wes..wes ayo buruan ah... cepat masuk," Zain mendorong kedua temannya menjauhi petugas.


"Dasar bocah gendeng" Setelah itu memperhatikan jam tangannya, 15 menit lagi dia menutup pagar sekolahan itu.


Terlihat beberapa anak tengah berlari takut akan terlambat dan ada juga beberapa orang yang cukup aneh mengenakan pakaian jas hitam berdiri di beberapa titik seputaran sekolah.


Tatapan Petugas itu berubah Serius seperti menyelidik memperhatikan orang-orang itu, Seketika mata mereka berpapasan dengan petugas penjaga sekolah itu.


"Eh Pak.. ehehe" Manggut-manggut menundukan kepalanya, tidak berani melototi orang-orang itu.


****