
"Rudi... Mana temanmu yang perempuan td?'' Seperti biasanya setelah anaknya bermain keluar mamanya suka bertanya kegiatan atau tentang teman-teman Rudi.
''Eh mama ehehe... anu itu... dah balik ma," Rudi beralasan, terlihat gelagat anaknya itu menyembunyikan sesuatu.
''Kok nggak kasi tau mama... lain kali kenalin teman-temanmu ke mama kalo yang baru datang kerumah,'' kata mamanya yang masih bersikap biasa.
''I'iya ma... Ehehehe,'' menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
''Kamu ini masak malu ngenalin temennya,'' Sambil mendelik ''Masih kecil jangan maen pacar-pacaran kalian ya,'' Yang di maksud Rudi dan temannya.
''Ah mama ada-ada aja.... masa harus gitu haha,'' Rudi kembali bersikap santai.
"Ih anak mama udah gede ya hmmmmmp..." Sambil mencubit pipi Rudi dan mengajak bercanda anak kesayangannya itu.
Setelah itu Mamanya berlalu meninggalkan Rudi dan menuju ke Dapur mengerjakan aktivitas seprti biasanya, Rudi menuju Kamarnya dengan terburu-buru yang terletak di lantai dua. 'Huuuh' Rudi bernapas lega setelah menutup pintu kamarnya.
"Ada apa Rud?" Sakura bertanya sambil duduk santai di kursi belajarnya Rudi.
''Nggak ada apa-apa... cuman Mama... Tenang aja, masalah sudah teratasi hehehe,'' Kata Rudi tersenyum sambil mengacungkan jari jempolnya.
Sakura sedikit terkejut, sekilas Rudi mirip dengan Naruto dengan gaya itu. Hal itu membuat Sakura merasa senang dan kemudian teringat sesuatu.
''Eh Rud... Aku penasaran dengan penciptaku, Bisa kamu tunjukan kepadaku?'' Tanya sakura tidak sabar.
"Oh itu... Ok tunggu sebentar,'' seraya membuka layar Smartphonenya dan mencari informasi mengenai pengarang.
-
Di sisi lain, Zain sedang berdiri di hadapan sebuah cermin besar dengan ukuran lebar 50 cm tinggi 1,5 m yang terletak di bagian gudang penyimpanan rumahnya. Dia teringat itu adalah benda yang merupakan warisan dari kakek dan neneknya.
terlihat sangat Antik, tetapi bukan itu tujuan Zain melihat cermin itu. Dia berpikir dan ingin mencoba apakah berhasil atau tidak seandainya dia melompati benda-benda yang memantulkan replika. Dia julurkan tangannya untuk menyentuh cermin itu dan ternyata berhasil tembus, diringi dengan senyuman Lebih tepatnya Seringai, Zain langsung saja masuk tanpa berpikir panjang.
Di rumah itu, Selain Zain ada sepasang Suami istri yang sudah tua mengurus kebutuhan Zain sehari-hari. Orang tua Zain Keduanya tengah bekerja di luar negeri, sangat jarang mengunjungi anak tunggal mereka, itupun Terkadan dua bulan sekali mereka pulang setelah itu kembali lagi ke tempat mereka bekerja.
Terkadang Zain merasa kesepian akan kedua orang tuanya, Sebenarnya Zain juga di ajak untuk ikut mereka, tetapi Zain menolak ingin tetap tinggal di Indonesia karna kedua sahabatnya yang sangat berarti untuknya.
Zain sangat memahami kesibukan orang tuanya, Hal itu lah yang menjadi alasan Zain untuk tidak ikut mereka, Karena menurut Zain walaupun dia ikut tetap saja dia kurang di perhatikan.
_
Zain pov
Aku tidak menyangka ternyata tidak hanya melalui sumur itu saja aku bisa memasuki dunia ini, pantas saja saat berada disini yang ku lihat beberapa benda terlihat seperti jendela yang menampilkan sisi dunia nyata. Aku dengan bebas memperhatikan segalanya melalui sini tanpa ada yang menyadari, gedung-gedung itu seperti layar tancap yang sangat besar memperlihatkan kesibukan aktivitas kota, Sedangkan di sini segala benda-benda itu tidak ada satupun yang bergerak.
Dan yang terakhir adalah apakah aku bisa keluar di pantulan atau cermin yang lain? kemudian aku mencoba mencari pantulan yang sekiranya tidak terlalu ramai.'Ah di situ'
Dalam sekejap aku berada di atas Sebuah gedung tinggi, terdapat beberapa kaca hitam yang mengarah kelangit kemudian aku keluar melalui kaca itu.
Tidak ada satu orangpun di atas, Aku melihat pemandangan kota di sore itu dengan rasa hati yang sulit aku ungkapkan. Aku menyadari kemampuan ini bagaikan mimpi bagiku, Didalam sana aku bisa berbuat apa saja, sedangkan Di sini (dunia nyata) aku seperti anak pada umumnya. Setelah itu aku kembali melompat ke cermin dan langsung kembali ke rumah. Ah cukup puas untuk hari ini, besok ngapain lagi ya?
end pov
****
Kembali ke sisi Haruka, mereka berdua telah sampai kerumah Aldy. Haruka dengan santainya memasuki rumah Aldy dan Segera ke lantai atas menuju kamar Aldy, Setengah berlari Aldy mengikuti gadis itu dengan heran ugh anak ini bener-bener dah bikin bingung... apakah dia...
"Aku tau yang ada di pikiranmu, yah walaupun aku tidak memiliki kemampuan membaca pikiran orang... Biar aku jelaskan. Pertama, aku tau pintu rumahmu tidak di kunci, Kedua aku tau kamarmu adalah kamar ini... Dan yang ketiga aku tau kau menyimpan ini," Haruka dengan seenaknya menuju ke sudut ruang kamar aldy dan menggeser sedikit lemari di kamar itu, ada lubang kecil di sana dan langsung meraih sesuatu.
Aldy yang tadinya masih terheran-heran tiba-tiba tersadar melihat benda itu di tangan Haruka. "He hey ... apa yang kamu lakukan... itu milikku" Dengan tergagap Aldy meminta kembalikan barang yang selama ini dia rahasiakan.
"Tidak akan... Kecuali kamu mengerti apa yang ingin aku tunjukan," Haruka masih dengan enteng sambil memainkan sebuah buku di tangannya.
"Kumohon Haruka... kambalikan buku itu... itu buku rahasia miliku," masih tidak memahami maksud haruka dan memohon.
"heee kamu belum memahaminya? jujur saja aldy... tanpa aku membuka buku harian milikmu ini aku sudah mengetahui isi di dalamnya," Masih terlihat santai.
"Haaa? tidak mungkin... jelas-jelas kamu belum." aldy berhenti melanjutkan kata-katanya dan menyadari kemampuan haruka, seketika dia bergidik Astaga kemampuannya sungguh mengerikan
"Baiklah akan aku bacakan," ucap Haruka bersiap berkata.
"Stooooop... Stop...Stop... Ook aku mengerti, Serius aku udah mengerti Haruka," Aldy dengan panik segera memotong ucapan Haruka. Uhg sial... anak ini benar-benar monster ''-.-''
"Haha... jangan di anggap serius, aku cuma bercanda kok, Lagian bukan urusanku mengetahui isi buku harian ini, Aku tidak menyangka anak laki-laki ternyata juga menulis Diary hohoho."
''-.-'' Aldy terdiam dengan wajah datar. memang dia ini monster
"Yah walaupun aku sedikit membacanya," kata sakura melanjutkan dan membuat aldy tersentak.
''o.o''
****
Telat karna sakit.... beri aku semangaaat ugh 😅✌️