
Tboooommmm....
Suara benturan pukulan antara Sakura dan Arthur membuat gelombang bertekanan kuat memecahkan seluruh kaca depan rumah sakit, membuat cekungan tanah yang sebelumnya di buat oleh sakura kembali menjadi lebih dalam dan melebar.
Arthur terlempar mengudara sedangkan sakura tidak mengalami goresan sedikitpun, Linda dan Susan terkejut melihat situasi itu, mereka berdua tahu serangan Arthur adalah serangan yang paling kuat diantara mereka.
"Sial, Gadis remaja itu memiliki kekuatan sebesar apa?" Susan menggerutu.
"Mungkin setara tingkat target kelas A+, ini merepotkan..." Linda mengomentari Sakura, Ada sedikit keringat mengalir di dahinya.
"Kita harus bekerja sama untuk menumbangkannya'' Ujar Susan dengan tatapan serius.
Sakura hanya berdiam di tempat itu membaca sutuasi pergerakan kedua perempuan dan beberapa pasukan di belakannya, tidak berlangsung lama, Susan dan linda melesat dengan Hairloom mereka untuk menyerang Sakura.
Hairloom linda adalah sepasang pedang kecil berbentuk trisula, memiliki kemampuan mengeluarkan petir dengan daya serang tertentu mampu membuat orang yang terkena seketika lumpuh, dan Hairloom Susan berbentuk tombak memiliki kemampuan serangan tebasan jarak jauh ketika tombak itu di kibaskan ke target.
Slaaaash...... tebasan cahaya putih muncul beberapa kali di kibaskannya ke arah Sakura, dengan lincah sakura melompat menghindari tebasan cahaya berbentuk sabit itu sehingga mengenai dinding dan tanah, linda menyeringai dan kemudian dengan kecepatan tinggi dia melesat muncul tepat di belakang sakura.
"Kau lengah,..." Linda menyeringai kesenangan dan hendak menyerang langsung kearah Sakura, tetapi sebuah tangan langsung memegang pergelangan linda dengan kuat "A...ap.... Kyaaaaaargh" linda berteriak kesakitan akibat genggaman kuat ke pergelangannya.
"Aku dari tadi sudah menunggu lo" Senyum Sakura yang cantik terlihat menakutkan bagi linda.
"A..Apa.... Ti..tidaaaak... Ugh..."
Tbhooooom....... Sakura menghantam perut linda dengan sekali pukulan, perempuan itu terlempar melesat lurus menembus barisan pasukan pemburu yang masih berdiri di situ dan berakhir membentur ke pagar beton rumah sakit.
Kondisi linda terlihat mengenaskan, susan tidak bisa memastikan dari jaraknya, apakah linda tewas atau hanya pingsan, keringat dingin bercucuran di keningnya, tanpa sadar ada sebuah lubang tepat di perutnya dan mengeluarkan darah.
"Kak, Apa kakak baik-baik saja?" tiba-tiba Elena muncul di samping sakura, terlihatlah benda yang di pegang gadis kecil itu yang ujungnys menancap ke perut susan.
"Apa... Bagaimana bisa ugh.... Itu hairloom... Ich.." tidak sempat menyelesaikan kata-katanya, matanya secara perlahan mengadah ke atas dan seketika jatuh terkapar.
"Elena di sini berbahaya, kembalilah bantu evakuasi orang-orang masuk kedunia cermin" Sakurapun ikut terkejut tiba-tiba ada Elena di sampingnya.
"Tidak kak, Aku kesini untuk membantumu."
Sakura memperhatikan senjata cambuk yang di pegang gadis kecil itu, tanpa ada rasa takut dan gugub Elena dengan mudah menggunakannya.
Para pasukan pemburu bintang satu dan dua terlihat terkejut dan mulai gaduh, mereka tahu senjata yang di pegang gadis kecil itu adalah hairloom dan pemilik aslinya merupakan seorang peringkat bintang tiga dan merupakan 10 pemburu terkuat di Indonesia.
'bagaimana bisa senjata ichi ada di tangan gadis itu.' di samping gedung, Arthur juga terlihat terkejut senjata itu berada di tangan gadis kecil. "aku harus melaporkan ini"
"Paman mau kemana?" tiba-tiba ada suara anak kecil berada di sampingnya, Arthur terkejut mendapati tepat di dekatnya ada gadis kecil tersenyum dan sudah menempelkan sepasang pedang kecil milik linda.
"A...Apaaaa Uaaaaaaargh....." Arthur terkapar dan terlihat sedikit mengeluarkan asap akibat petir yang di hasilkan sepasang pedang itu.
"He..hey.... Kenapa kau juga kesini, disini berbahaya" Elena panik ternyata Haruka juga mengikutinya untuk membantu.
"Tenanglah Sahabatku, aku baik-baik saja... oh iya paman yang tadi sudah aku lumpuhkan dengan ini" seraya menunjukan padang milik linda yang dia ambil tanpa seorangpun menyadari.
Sakura hanya tersenyum melihat kedua gadis kecil yang nekat ini, "Kalau begitu ayo kita habiskan sisanya." mereka bertiga memandang segerombolan pasukan pemburu dengan level di bawah bintang tiga itu.
Mereka berhambur berbalik untuk melarikan diri, tetapi tiba-tiba di balakang mereka sudah banyak pasukan berpakaian biasa menghalangi mereka, yaitu orang-orang yang sudah tiba untuk memasuki dunia cermin dan anggota mafia yang di pimpin oleh orang tua yang tidak kalah sangar penampilannya.
"Papa..." Elena menyeru ke arah pria tua itu.
"Elena...." wajah cerah terlihat di wajah pria tua itu saat mendengar anaknya memanggil.
Elena berlari menuju papanya, di balik wajah pria tua yang garang itu seketika terenyuh meneteskan airmatanya, sebagai seorang ayah dia sangat khawatir dengan keadaan anaknya yang baru saja muncul setelah sekian lama di cari.
_
Semua pasukan pemburu gabungan dari holy knight dan pemerintahan telah berhasil mereka amankan termasuk ketiga orang peringkat bintang tiga yang dalam kondisi mengenaskan, semua telah di bawa masuk menuju dunia cermin agar informasi kejadian itu tidak bocor. tetapi di suatu tempat telah mendapatkan secara langsung rekaman kejadian di rumah sakit itu, Subroto geram dan mengepalkan tangannya melihat kegagalan pasukannya melalui rekaman itu.
"Kurang ajar anak-anak itu, sepertinya kita harus bermain dengan serius menghadapinya" Subroto dengan marah menyaksikan di layar kaca itu.
"Tenang Master, saya sudah mengambil gambar wajah ketiga gadis itu, saya pastikan aan mengirim ke daerah lainnya" Seorang wanita dengan pakaian asisten berkata untuk menenangkan subroto yang tengah emosi.
"Bagus, pastikan ketiga perempuan itu di beri nominal buruan yang sesuai agar para kesatria pemburu bersemangat mengincarnya." perintah subroto.
"Baik Master, Sesuai dengan keinginan anda" kemudian dia mencatat sesuatu di buku agenda tulisan yang dia pegang.
"Satu hal lagi, sepertinya aku mengenal hairloom cambuk itu, bagaimana bisa berada di tangan anak gadis itu, tolong carikan aku datanya."
"Senjata itu saya juga mengenalnya, entah itu asli atau tiruan, saya akan memastikan ke orangnya. hairloom dragon tails adalah senjata yang di berikan kepada kesatria pemburu Ichi, dia merupakan cucu master genu pemimpin Holy Knight borneo." ucap Asisten itu.
"Coba kau hubungi master genu, pastikan senjata itu tiruan atau bukan"
"Baik master..."
Subroto hanya mengangguk dan membiarkan Asistennya berlalu untuk menghubungi Holy Knight borneo dan menpublishkan ke seluruh pemburu di indonesia, tentang target yang mereka tandai sebagai incaran.
''Bagaimana bisa senjata itu..." Subroto tersadar, kemungkinan besarnya hairloom ketiga kesatrianya juga akan mereka ambil, "Ini benar-benar merepotkan" Subroto kembali geram tanpa sengaja mengeluarkan Aura yang kuat, seluruh orang yang berada di gedung itu mulai panik merasakan Aura yang mampu menggetarkan bangunan itu hingga ada beberapa mengalami keretakan.
****
Yah lumayan lah bisa curi-curi waktu di tengah kesibukan kerja, like and komennya kawan 🙏☺