When Wishes Come True

When Wishes Come True
HARUKA DAN PENGLIHATANNYA



Haruka Pov


Aku tertawa dalam hati melihat Aldy begitu kepanikan, saat dia tersadar buku diary yang selama ini dia sembunyikan telah berada di tanganku.


"kumohon Haruka kembalikan kepadaku," katanya dengan memohon


Sedikit kasihan melihat expresinya, Sengaja aku buat dia seperti ini supaya dia memahami apa yang ingin aku tunjukan. Aku tau kemampuannya, Mengetahui kemampuan orang lain. Aku rasa dengan kemampuannya itu bisa membantuku menemukan anak-anak lain.


Awalnya aku cukup kesulitan memahami kemampuanku ini, mengikuti prediksi yang aku ambil sangat banyak pilihan-pilihannya.


Kau tau seperti memainkan permainan yang berulangkali kau ulang-ulang dengan cara yang berbeda agar menemukan jalan peluang yang mudah dengan baik sesuai keinginan expektasimu.


Seperti itulah kemampuanku, setelah bertemu dengan anak ini (Aldy) Semakin memudahkanku memahami kemampuan ini. Awalnya aku benar-benar kesulitan mencobanya agar Ayahku mengerti, itu karena kesalahanku sendiri kurang memahami penggunaannya saat itu.


Dan sekarang aku mulai sedikit menguasainya, aku bisa menggunakannya setiap langkahku, sebelum aku memutuskan bahwa langkahku sudah benar dan tidak menyebabkan masalah di rumah anak ini.


Sebelum kejadian sebenarnya, di dalam kemampuanku ini aku telah mencoba beberapa kali untuk mengetahui semuanya.


Percobaan pertama setelah dengan seenaknya aku memasuki rumah aldy, aku langsung menuju ke dapurnya dan bertemu ibunya. Sempat terjadi percakapan yang asik dengan ibunya, dan membutuhkan waktu lama sampai-sampai aku di berikan sebuah kue dan mengobrol dengan ibunya cukup lama. langkah ini membuat waktuku di sini semakin lama, lebih baik mencoba langkah lain.


Percobaan kedua, Aku duduk di ruang tamunya dan menunggu aldy. Tidak berapa lama Aldy dan mamanya tiba di sana dan juga menghabiskan waktu lama mengobrol hal yang tidak penting. Ini juga membuang waktu


Percobaan ketiga, aku memutuskan mencari kamarnya dan ingin secepatnya kita berdua membahas masalah utama, yang terpenting tidak berpapasan dengan mamanya, itu akan membuat waktu terbuang lama kembali seperti percobaan sebelumnya.


Setelah memasuki kamarnya, aku menggunakan lagi kemampuanku untuk memulai pembahasan ini, Aku tidak tau bagaimana caranya supaya Aldy memahami dengan cepat, sampai akhirnya di dalam beberapa percobaan di kamar itu sampai suatu momen aku mengobrak-abrik kamarnya dan menemukan rahasianya. hmmm? sepertinya ini... ya aku menemukan Diarynya, sedikit membacanya haha... dan hal itu membuat Aldy marah-marah. Yah walaupun ini sebuah prediksi, tetapi ini terlihat sangat nyata, aku harus berhati-hati agar tidak terjebak sendiri di dalam kemampuan ini.


Sedikit bergidik membayangkan kalau nantinya aku tidak bisa membedakan yang mana kekuatanku atau yang mana yang nyata.


"Dan ketiga, Aku tau kamu punya ini," Tanpa pikir panjang, aku langsung mengambil buku itu di balik lemarinya. yup... sesuai dengan apa yang aku coba di dalam kemampuanku


Dan akhirnya dia mengerti tetapi tetap menunjukan expresi ngeri saat melihatku. yah terserah lah... yang penting dia sudah sangat mengerti.


End pov.


"Haruka, Aku menemukanmu itu dengan kekuatanku ini, Kamu mungkin pastinya sudah tau, Kemampuanku ini menemukan Orang yang memiliki kekuatan unik," Seraya menjulurkan telapak tangannya. "Oh iya mungkin kamu tidak bisa melihatnya hehe, keunikan kemampuan ini hanya aku yang bisa melihat."


Di sudut pandang Aldy terlihat sebuah warna pink yang mengarah ke Haruka dan di telapak tangannya bertulis "Prediksi."


"Oh seperti itu ya... Ya aku tidak melihat apa-apa sih," Sambil memperhatikan sekitaran Aldy.


"Hehe... Oh iya, Saat di depan Rumah sakit, Aku sempat kaget tiba-tiba kamu ada didepanku, waktu itu aku fokus ke tanganku dan kurang memperhatikan sekitar, apakah saat itu..." Aldy tidak melanjutkan kata-katanya menunggu jawaban Haruka.


"Ya aku tau maksudmu dan sejujurnya aku berterima kasih semenjak bertemu kamu, aku sudah mulai sedikit menguasai kemampuanku ini,"


"Ya... Aku juga tidak begitu mengerti, tetapi saat itu lah aku semakin bisa menggunakannya."


"Baiklah... walaupun aku juga kurang mengerti, oh iya sepertinya kamu mau membicarakan sesuatu tadi, apakah ini ada hubungannya dengan kemampuan kita?" Aldy bertanya.


"Ya ini penting... Kau tau saat setelah Cahaya aneh itu menyelimuti seluruh ruangan, kemampuan ini muncul, kepalaku terasa sakit sekali, dan saat itu juga aku melihat beberapa potongan kejadian yang aneh yang membingungkan," jelas Haruka.


"Dan ini mungkin berkaitan dimana aku memikirkan Adikku, yang Ada di pikiranku saat itu... Seandainya aku mengetahui kejadian adiku terjatuh, mungkin saja aku bisa mencegahnya agar tidak terjatuh,"


"Hmmm jadi seperti itu, kurang lebih kejadian yang kita alami sama saat cahaya itu muncul. Saat itu aku sedang bersiap tidur sambil membayangkan hal yang konyol, memiliki kemampuan untuk menemukan anak-anak yang memiliki kemampuan haha... oh iya bisa kau ceritakan Kejadian yang kamu lihat itu?" Aldy semakin penasaran.


"Saat itu..." Haruka melanjutkan cerita nya, ...


Saat dimana Haruka melihat beberapa potongan kejadian yang masih kurang jelas, Dimana dalam kejadian itu dia melihat situasi di rumah sakit menjadi kacau setelah ratusan pasukan seperti militer menggunakan pakaian serba hitam telah menerobos paksa rumah sakit.


Beberapa petugas keamanan, Perawat dan Dokter terkapar setelah terkena tembakan listrik. begitu pula ayah haruka yang mencoba menahan mereka agar tidak membawa adiknya yang masih dalam keadaan koma. dan potongan lain memperlihatkan haruka di tarik oleh seorang anak masuk kedalam cermin. kemudian potongan berikutnya dia melihat Sebuah kehancuran kota yang sangat mengerikan dan melihat Kondisi anak yang menariknya di potongan sebelumnya, telah tertancap tombak hitam dan ada sebuah teriakan beberapa anak menyebut "Zaiiiiiiin.....!" Semua kejadian-kejadian itu terlihat sangat cepat dan terlihat sangat nyata sehingga membuat kepalanya menjadi sakit.


"Yah seperti itulah penglihatanku, aku takut sekali dy, aku takut kejadian-kejadian yang aku lihat itu menjadi kenyataan, aku takut adiku,ayahku dan anak yang bernama Zain itu benar-benar terjadi," Haruka tidak bisa menahan air matanya, Semua kejadian itu sangat mengerikan terlebih untuk anak seusianya.


"Kamu harus tenang Haruka, Aku percaya dengan apa yang kamu ceritakan, kemampuanmu itu mungkin akan berguna untuk orang-orang yang akan kamu selamatkan, mengingat kemampuanmu sangat mudah menemukan buku Diaryku. Itu cukup kuat untuk aku mempercayaimu dan ada kemungkinannya hal itu terjadi." Ucap aldy menyemangati.


"Iya dy, Aku butuh bantuanmu untuk mengubah apa yang kemungkinan itu terjadi, aku yakin kita bisa mengubahnya. Aku yakin dengan kemampuanku dan kemampuanmu yang bisa menemukan Seseorang, kita pasti bisa. Aku tidak akan membiarkan adiku di bawa oleh mereka," Haruka mencoba menguatkan keyakinannya seraya mengusap air matanya.


"Semoga Haruka, semoga... Aku akan membantumu sesuai kemampuanku, Aku sedikit khawatir jika kita menghadapi semua itu, kita ini masih anak kecil," Aldy menunduk tidak melanjutkan ucapanya.


Haruka hanya menatap diam dan menunggu jawaban Aldy, "Aaaaargh... masa bodoh... baru berkenalan saja sudah seperti ini jadinya, Tapi satu hal yang perlu kamu ingat Haruka..." Aldy memandang Haruka dengan serius.


"Apa itu?''


"Jangan terlalu memaksakan dirimu, apalagi kemungkinan kita berhadapan dengan orang dewasa. Dan satu hal lagi Haruka, Kita ini masih bocah... Lakukan Semuanya dangan Cara bocah." ujar Aldy seraya menunjukan kepalan tangannya.


"Terima Kasih Aldy..." Haruka terlihat senang mendengarnya dan langsung memeluk Aldy seolah mereka telah berteman suda lama.


Terlihat rona merah di wajah anak laki-laki itu, karena secara tiba-tiba saja Haruka memeluknya Oh tuhan... sepertinya aku...


"Eh maafkan aku Aldy," Haruka tersadar dan melepas pelukannya.


"Baiklah.... Aku juga akan membantu kalian," Secara tiba-tiba Sesosok anak perempuan Cantik dengan pakaian mahal muncul di kamar itu.


"Eeee siapa kamu?" Aldy terkejut seperti melihat hantu yang tiba-tiba saja muncul di ruangan itu.


****