
"Aku sudah menunggumu," kata Haruka dengan nafas tidak beraturan.
Di samping Haruka ada Ayahnya menatap diam anak laki-laki itu, Dia bingung kenapa ada anaknya bisa berteman dengan anak ini, setahu dia Haruka jarang memiliki teman apa lagi teman di sekolahnya.
Setelah paham, Aldy menyadari Kemampuan Haruka, Dia mulai mengerti situasinya saat memperhatikan mimik Haruka untuk mengikuti.
"Ha..halo, lama tidak berjumpa," Seakan memahami situasi, Dia tersenyum canggung dan mengulurkan tangannya.
"Iya lama kita tidak berjumpa Aldy," kata sakura.
Aldy sempat terkejut sesaat ketika Haruka menyebut namanya padahal dia belum memperkenalkan dirinya. Kemudian kembali santai mengingat kemampuan Gadis itu adalah seorang yang berkemampuan Prediksi akurat.
"Ayah... perkenalkan ini temanku Aldy," kata Haruka memperkenalkan ke Ayahnya yang masih bingung dengan situasi itu.
"Ooh iya... iya Aldy? Saya Ayahnya Haruka," jawabnya tergagap menyadari anaknya sedang berbicara.
"Iya om... Salam kenal hehe," Aldy masih terlihat canggung.
"Ayah... Haruka izin mau ke rumahnya Aldy ya... Rumahnya tidak jauh dari Rumah sakit ini kok," Haruka memohon.
"I..iya om... Nanti aldy antar balik kesini," Entah mengapa Aldy juga memohon izin ke Ayah Haruka, Padahal dia sendiri masih kurang memahami situasi yang di inginkan Haruka.
Haruka tanpa permisi menarik tangan Aldy menjauhi ayahnya yang masih terlihat bingung.
"Oh... Ok baiklah... Baliknya jangan kesorean ya," kata Ayahnya yang tidak sempat melarang Haruka.
Ada apa denganku hari ini..., Dia berbalik kembali menuju kamar Adiknya Haruka di rawat, Wajah pria itu terlihat sangat kelelahan dan belakangan ini dia sering banyak melamun tidak jelas semenjak adik Haruka terjatuh.
Aldy yang tengah bingung menghentikan langkahnya. Haruka menoleh kearahnya dan kemudian tersenyum.
"Ha...Haruka... Sebenarnya apa yang terjadi," tanya Aldi menghentikan langkah Haruka.
"Nanti aku jelaskan," katanya tersenyum dan melangkah dengan santai.
Aldy yang masih tidak mengerti hanya menurut dan mengikuti langkah gadis kecil yang ada di depannya.
****
Holy Knight memiliki beberapa pusat yang terbagi 8 Titik area. Pusat Utama di namakan Area 8 terletak di daerah Eropa. begitu pula daerah lainnya termasuk Indonesia yang di namakan Area 7 yang memiliki anggota terbesar nomor dua. hal itu lah yang menjadikan Indonesia Area 7.
Dalam operasi di lapangan, setiap Anggota Pemburu akan di nilai berdasarkan kekuatan dan prestasi. Dan itu akan di klasipikasikan menjadi beberapa tingkatan posisi pemburu.
Klasipikasi Pemburu
Bintang 1 : Setara Parjurit biasa
Bintang 2 : Setara Prajurit khusus
Bintang 3 : Setara Prajurit Elit / agen
Bintang 4 : Master/ Jendral
Dan selain itu mereka juga menetapkan Klasipikasi Target menggunakan Alat Pendeteksi Daya sihir yang menghasilkan Jumlah Poin Digit dan rank class target.
Kelas biasa: Di miliki Setiap orang pada umumnya.
Rank F : 25 Poin
Rank E : 100 Poin Biasanya dimiliki seorang pemimpin,Orang cerdas dan seorang atlit.
Kelas Unik : Memiliki kemampuan yang mampu merepotkan Pemburu tingkat bintang Dua.
Rank D : 250
Rank C : 300
Kelas Bencana : Memiliki kemampuan yang mengakibatkan bencana Kehancuran.
Rank A : 750
Rank SS : 1000/ Tidak terdeteksi, Dalam sejarah perburuan Holy Knght tercatat 2 kali bertemu dan menghadapi kelas super tersebut. Kekuatan kelas super tidak ada bandingannya bahkan pasukan bintang 4 sekaigus.
*
Setelah kembali dari pertemuan, Sebuah kepulan Asap hitam perlahan menampakan sosok Petinggi 7 yang baru saja berada di Eropa menghadiri rapat petinggi. Dia di kenal dengan nama Subroto dari Organisasi Pemburu Holy Knight Indonesia, Pengaruhnya di dunia politik juga tidak kalah pentingnya, Dia memerankan dua job dalam bersamaan agar jalan utamanya sebagai pemburu semakin mudah.
Subroto mendatangi sebuah bangunan Tua yang terletak Jauh kedalam hutan pegunungan di jawa barat. Di depan pintu terdapat lambang Holy knight yang terpajang di atas pintu gerbang dan pintu masuk bangunan itu, di luarnya ada beberapa yang mengenakan pakaian hitam ala militer tengah berjaga lengkap dengan senjatanya. Melihat keberadaan Subroto, Para pasukan penjaga langsung dengan sigap berdiri dan memberikan hormat kepadanya. Dia memasuki Ruang bawah tanah Didalam Bangunan tua itu. Setibanya di sana terlihat beberapa orang yang menggunakan pakaian jas putih laboratorium tengah sibuk mengerjakan sesuatu.
"Selamat datang kembali Master," salah satu wanita yang juga mengenakan jas putih menyambut Subroto dengan menundukan kepalanya.
"Aku ingin ke ruang pertemuan, hubungkan Ke pemimpin wilayah lainnya."
"Baik Master, Sesuai perintah anda," dan berlalu menuju sebuah ruangan lain untuk menghubungkan pemimpin wilayah khusus indonesia.
Subroto masuk keruangan itu sendirian dan Duduk di antara 4 kursi yang mengelilingi meja panjang di depannya. Tidak berapa lama, 4 kursi yang tadinya kosong kini satu persatu ada yang menempatinya.
Selain Subroto yang lainya di dalam ruang itu merupakan hanyalah tampilan 3D dari pemimpin Holy knight khusus di wilayah-wilayah Indonesia. yang terdiri dari, Pulau jawa di pegang Subroto yang merupakan Petinggi utama di Indonesia. Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Kepulauan timur.
"Baiklah, Sekarang Sudah saatnya kita Kepermukaan, Urusan Pemerintah biar aku yang urus, dan untuk pengoprasian di lapangan harus sesuai Prosedur seperti biasanya," tegasnya.
''Baik Master," Serempak keempatnya menjawab.
Setelah Itu Subroto mematikan koneksi dan berlalu meninggalkan ruangan itu.
"Master, Senjata yang mampu menampung daya sihir telah berhasil di buat," Kata Orang yang mengenakan jas putih.
"Bagus, produksi secara masal dan kirimkan ke Wilayah lainnya,"
"Secepatnya Master," Kemudian berlalu meninggalkan Ruangan.
_
Di sisi lain Pemimpin yang memegang Wilayah Kalimantan Terlihat sangat bersemangat dan langsung mengabarkan kesemua anggotanya .
Dia mengabarkan melalui speaker Seluruh ruangan "Semua... Operasi di Buka, Mulai sekarang kumpulkan Data secepatnya" Dia menggosok-gosokan kedua telapak tangannya terlihat begitu antusias.
Saaaa waktunya panen, kemudian Tertawa kencang sendiri tanpa ada yang mendengar di dalam ruangannya.
Begitu pula dengan anggota-anggota yang mendengarkan, Setelah itu mereka langsung bergerak mengerjakan perkerjaan mereka masing-masing, terlihat setiap Ruangan mulai sibuk.
Dalam kesibukan setiap anggota di sana, Satu-persatu data informasi mulai terkumpul.
dalam setiap laporan sudah terpampang di dalam sebuah layar besar di ruangan itu lengkap dengan lokasi yang terdeteksi, semua data itu di hasilkan berdasarkan laporan- laporan dari para pemburu yang beroprasi di lapangan.
"Kerahkan dengan maksimal dalam perburuan," perintah pria itu di dalam ruangannya.
****
Setelah puas bermain di dunia cermin, mereka kembali. Zain dan Alvin pamit pulang kepada Ibunya Rudi.
"Iya hati-hati ya pulangnya, Salam ke mama kalian ya..." kata ibu rudi ikut mengantar mereka sampai di depan rumahnya.
"Sampai jumpa besok di sekolah," Teriak Rudi.
Zain dan Alvin melambaikan tangannya.
Setelah masuk Kerumah, ''Rudi... Mana temanmu yang perempuan tadi?'' mamanya kembali mempertanyakan keberadaan Sakura.
''....''
Keringat dingin bercucuran, Rudi kebingungan untuk menjawab mamanya.