When Wishes Come True

When Wishes Come True
SERANGAN DI SEKOLAH 2



"Hey siapa kalian? mau apa kalian datang kesekolah ini?" Seorang guru berpakaian olah raga dengan geram meneriaki Violet dan ketiga pria itu.


"Cih... Lagi-lagi ada pengganggu, Bagaimana kekuatannya?" menyuruh salah satu pria untuk mendeteksi.


"Peringkat D Nona Vi, Sepertinya dia petarung''


"Huh...D? 1 orang urus orang itu, jangan kecewakan aku" Perintah Violet.


"Nona Vi.... empat anak Di belakang orang itu Peringkat C" Salah satu pria yang lain juga mendeteksi ke empat siswa di belakang guru itu.


"Hmmm? Ayo tangkap mereka... dan bunuh orang tua itu," Violet dan ke tiga pria itu langsung melesat menyerang.


"Pak Seno...!" Salah seorang dari empat siswa itu menyeru ke gurunya.


"Hati-hati... ini bukan latihan... kalian lakukan dengan serius,"


"BAIK PAK," serempak mereka mengucap dan segera menyebar menuju aula.


**


Zain melesat menuju rumah Rudi, sesampainya di sana dia mencari sebuah pantulan (cermin), Aha di sana Segara Zain keluar di dalam Rumah Rudi tepatnya di Kamar Mamanya Rudi dan bergegas mendatangi Sakura yang berada di lantai dua.


"Kak Sakura...," Zain terengah-engah, "Ayo ikut Aku."


"Zain? Ada apa?"


"Ayo kak.... ikuti aku... kita harus cepat."


"Baiklah..."


Segera mereka berlari menuju kamar Mamanya Rudi Dan masuk kedalam cermin.


itu tadi siapa? sepertinya ada orang masuk kekamarku Mama Rudi bergegas memastikan tetapi tidak ada apa-apa di kamarnya Mungkin hanya perasaanku.


-


"Apa yang terjadi Zain?" tanya Sakura sambil memegang tangan Zain, mereka tengah terbang mengudara.


"Aku juga masih belum mengerti kak, tetapi di sekolah sedang kacau," kata Zain.


Tidak berapa lama mereka tiba di sekolah, Kemudian keluar di ruangan Lab.


"Alvin apa semua baik-baik saja?" Tanya zain yang baru saja muncul di depan kaca.


"Ya semua baik-baik saja... tetapi coba kau lihat itu," Alvin menunjuk kearah lapangan dari lantai 3 tempat mereka berada, Sakura dan Zain langsung menghampiri dan melihat situasi di lapangan.


"Bagas semakin terdesak," kata Zain terkejut melihat Bagas yang mulai kewalahan.


-


"Jangan ganggu akuuuuuu," Bagas emosi mengibaskan kedua tangannya dan terjadilah sebuah gelombang Api besar menyapu ke tujuh pria berjas hitam langsung terkapar.


Bagas sudah sangat kelelahan, terlihat beberapa bulir keringat menetes di wajahnya, kakinya sudah terasa berat untuk melangkah. Bagas menopang lututnya dengan tangannya agar masih kuat untuk berdiri.


PLOK...PLOK...PLOK.. "Luar biasa... Anak yang kuat, itu cukup menghiburku fiuuuuuuh (siulan) hahaha," Dari kejauhan Jack muncul memegang Sebuah tongkat Berukiran aneh.


Bagas hanya menoleh ke arah Pria besar itu, Dia melangkah santai mendekati Bagas.


"Sayang sekali sudah tidak bisa bertarung lagi ya?" kata jack tersenyum lebar.


Tiba-tiba Jack terhenti, senyumannya berubah menjadi serius. Dia melihat Seorang Wanita berambut merah muda tiba-tiba berada di hadapan Bagas yang tengah membelakangi Jack.


"Apa kamu Baik-baik saja?" Tanya Sakura dengan lembut.


Bagas hanya terdiam melihat wajah Sakura, "Sa..Sakura?" kemudian terjatuh pingsan dan langsung di sambut sakura.


"JANGAN MENGGANGGUUUU...," Teriak Jack seraya melancarkan serangannya, membuat sebuah cekungan cukup dalam pada lantai semen lapangan itu.


Hal itu sudah di ketahui Sakura dan menghindar jauh melompat ke atas tepat di ujung tiang bendera. Tanpa sepatah katapun Sakura pergi melompat lagi dan menghilang di balik gedung Sekolahan.


"SIAALAAAAAN...," Teriaknya lagi dengan geram.


_


Di dalam sekolah tepatnya di Aula yang cukup luas pertarungan sengit antara Seno dan Violet terlihat berimbang, Di sisi lain Ke empat siswa melawan tiga orang berjas hitam juga tidak kalah sengit.


"Anda terlalu memuji untuk ukuran perempuan yang biasa liar di jalanan" Balas Seno mengejek sambil menghindari dan menyerang.


"Owh... pak Guru.. Sudah banyak waktu ku terbuang meladenimu... cepatlah kau menyerah dan mati Hiaaaaa...," Sebuah serangan kejutan di lancarkan Violet, Serangan itu sempat di hindarinya yang hampir membuat dada Seno berlubang melainkan mengenai Lengan Seno terkuak sedikit dan mengeluarkan sedikit darah.


Setelah terkena serangan itu, Seno tidak tinggal diam dan langsung memberikan sebuah tendangan telak tepat di perut Violet sehingga terlempar menghantam dinding.


Cih sungguh merepotkan Violet mengelap bibirnya yang mengeluarkan darah dan segera bangun hendak menyerang.


"Vi mundur sekarang.... misi gagal" Jack mengabari melalui alat di telinganya.


"Apa maksudmu Jack?" Violet sedikit berteriak.


"Waktu kita sudah Habis, Bantuan polisi akan datang... cepat mundur."


"Sialaaaaan kau jack... Semua mundur" Violet geram dan sempat memandang Seno dengan kesal. "Pertemuan berikutnya aku akan membunuhmu," dia berlalu secepat kilat.


Seno hanya memandang datar, Tidak berapa lama polisi berdatangan dan segera meringkus beberapa pria berjas hitam yang terkapar.


"Pak seno... apa bapak baik-baik saja?" tanya salah seorang siswa.


"Ya... hanya goresan kecil" jawab Seno dengan santai.


"Siapa orang-orang itu pak? kenapa mereka menyerang sekolah ini?" siswa lain bertanya.


"Bapak juga tidak tau... Cepat atau lambat kita akan mengetahuinya, mereka orang-orang yang berbahaya, kalian juga harus berhati-hat," kata Seno.


"iya pak... Kami akan berhati-hati," Siswa yang terlihat lebih kecil menjawab.


"Ayo kita segera melihat kondisi di tempat lain, Semoga bagas baik-baik saja" ucap seno dan bergegas meninggalkan aula.


Kondisi lapangan sekolah sangat kacau, beberapa tanaman telah menjadi abu, Hal itu membuat Hardi ketua tim penyidik merasa heran.


"Kumpulkan bukti dan saksi," Kata Hardi.


"Baik Komandan," Salah satu dari tim penyidik dan beberapa polisi lainya memasuki Sekolahan.


-


Di Ruang Lab,


"Apakah bagas baik-baik saja kak?" Rudi bertanya ke Sakura.


"Ya.. dia baik-baik saja... dia hanya kehabisan energi," Jawab Sakura.


"Jadi kalau kita kehabisan energi bisa seperti ini ya," Zain bertanya juga.


"Benar... Energi bisa cepat habis kalo di gunakan terus menerus, Harus dengan latihan khusus untuk bisa mengatur energi dengan baik agar tidak boros keluar."


"Hmmmm begitu ya, Semoga aku tidak kehabisan energi di saat-saat genting," Alvin ikut berkomentar.


"Ya kalian harus tau batasan energi kalian, dan terus latihan untuk menambah daya energi."


"Bagaimana caranya?" Tanya Zain.


"Gunakan kemampuanmu terus-menerus, selain bisa meningkatkan daya energi, hal itu juga bisa meningkatkan kekuatannya itu sendiri."


Mereka bertiga manggut-manggut mengerti


"Baiklah... nanti akan ku coba" kata Zain.


Alvin mendekati jendela melihat di lapangan di penuhi beberapa polisi dan juga wartawan


"Hey guys, Sepertinya kita harus masuk ke cermin."


"Kenapa vin?" Rudi bertanya.


"Di sekolahan ini banyak polisi dan wartawan, kita harus menyembunyikan bagas dan kak sakura," Ucap alvin.


"Kalo begitu ayo cepat, " Zain beranjak agar yang lainnya membantu untuk masuk ke cermin.


****