When Wishes Come True

When Wishes Come True
PERANG SUNYI



Setelah memeriksa lokasi perburuan di Bandara, Ichi(19 tahun) Seorang kesatria muda dengan posisi Peringkat bintang tiga yang merupakan salah satu dari 4 bintang tertinggi di Kalimantan Timur, Terlihat sedang menerima sebuah panggilan dari kontak koneksi yang terpasang di telinganya.


Pemuda berambut putih itu menerima perintah langsung dari Holy Knight Borneo untuk membantu Pasukan bintang 1 dan 2 yang sedang berada wilayah Area hutan yang di namakan Hutan Sepaku, Area itu terletak tidak jauh dari kota Balikpapan. Menurut informasi dari Holy knight borneo, Di hutan Sepaku telah terjadi pertarungan sengit antara Suku pedalaman melawan pasukan Pemburu mereka.


''Huh Sungguh merepotkan, Baiklah Aku akan bantu pasukan keroco di sana... Kebetulan suasana hatiku sedang sangat tidak Baik sekarang, Aku perlu pelampiasan'' Ichi langsung mematikan koneksi di telinganya dan Segera masuk kedalam mobil putih yang baru saja tiba untuk menjemputnya.


_


Di tepi hutan Sepaku,


''Selamat Datang Tuan Ichi'' Seseorang pria tua berjas hitam menyambut kedatangan Ichi yang baru saja turun dari mobil.


''Informasi'' Kata Ichi


''Target ada lima, Semua di bawah umur 13 tahun, 2 peringkat A dan 3 Peringkat B tuan. Kita terhambat oleh penduduk pedalaman yang melindungi ke lima target'' Kata pria tua itu yang paham kode kata singkat yang di ucapkan Ichi.


''Tunjukan jalannya'' Perintah Ichi dan Pria tua itu menggangguk, dan menuntun menuju lokasi yang dimaksud.


_


Suasana malam di Hutan Sepaku yang biasanya tenang dan tentram kini terdengar berbagai benturan-benturan benda besi, Bahkan riuh beberapa pohon yang tumbang dan ada juga menimbulkan beberapa ledakan akibat pertempuran.


Teriakan Pejuang Penduduk Menggema di kegelapan hutan yang memberikan energi semangat bertarung bagi mereka, Di sisi lain Pasukan Pemburu mengalami kerugian Anggota, Pertarungan itu sangat menguntungkan bagi Pejuang suku pedalaman, Mereka sangat terbiasa dalam pertarungan di kegelapan.


Kemampuan Pejuang-pejuang suku benar-benar tidak bisa di anggap remeh untuk Pasukan pemburu atau pendatang luar yang ingin mencoba adu kekuatan dengan mereka.


Para Pejuang itu memang di latih untuk menghadapi sebuah peperangan agar wilayah mereka tetap aman.


''Tu... tuan Ichi?'' Seorang pemburu terkejut akan kehadiran pria muda berambut putih itu.


''Ya... Berapa kerugian kita?'' Tanyanya.


''Anggota kita sudah 30 orang yang tumbang tuan'' Jawab pemburu itu.


''hmmm baiklah, Berapa musuh yang menghadang?''


''19 orang tuan'' Jawabnya lagi dengan ragu.


''Apa? 19 orang? dan anggota kita telah tumbang 30 orang?, Dasar sampah kalian'' Mata Ichi memerah karna kesal mendengar hal itu.


''Mohon maaf tuan, Orang-orang suku ini...'' Pemburu itu terhenti menjelaskan karna Ichi


''Haaaargh sudah lah... Tidak berguna kalian, Cepat tarik mundur semua pasukan bodoh itu''


''Tu... tuan ichi...'' Lagi-lagi pemburu itu terhenti melanjutkan dan menunduk saat mendapati Ichi sedang melotot marah kearahnya. ''Se...sesuai perintah tuan'' Kemudian pria itu menembakkan Suar cahaya merah ke udara, Semua anggota yang melihat itu dengan sigap mundur.


Di beberapa titik di dalam kegelapan suara yang lain juga meneriakan tanda kemenangan, teriakan-teriakan itu mengisi seluruh area hutan sepaku sampai terdengar di penduduk desa suku mereka. Hembusan nafas lega dari penduduk suku itu, 'Syukurlah semua baik-baik saja' beberapa penduduk lega.


Di lokasi Pertarungan tiba-tiba saja sebuah belati kecil melesat melayang ke arah sumber teriakan pejuang, Satu persatu dari tiga orang yang berda di atas pohon jatuh langsung terkapar di tanah.


''Huh... Kalian Berisik sekali, Dasar manusia setengah monyet'' Ichi muncul dengan tenang secara tiba-tiba di tengah antara dua orang yang bersembunui di semak-semak. Tidak sempat kedua orang itu terkejut, Seperti memeluk kedua orang itu kedua tangan Ichi yang memegang belati kecil langsung saja menggorok leher keduanya.


Seorang Pejuang Suku yang lain tidak jauh dari situ melihat kejadian itu, Dia terkejut melihat kedua Rekannya tewas di bunuh.


''HHRIIIIIIAAAAAKH...." Teriak pejuang itu memperingati rekannya yang lain. kemudian terkapar tewas terkena belati kecil yang sudah tertancap di lehernya.


Sontak Pejuang suku yang tersisa berhenti meneriakan kemenangan dan langsung melompat berpindah tempat dengan waspada.


Suasana sepi dan hening terjadi beberapa menit, Pasukan pejuang Suku pedalaman dengan focus memasang telinga mereka. Suara benda pipih melesat terdorong oleh angin memang terdengar oleh mereka, tetapi belum sempat mereka menyadari, hal itu sudah menumbangkan beberapa dari mereka.


Merasa situasi tidak memungkinkan untuk menang, salah satu memutuskan memberi kode mundur dengan mengetuk-ngetuk kayu dan kemudian dengan cepat melompat untuk berpindah tempat. Mendengar kode itu yang lainnya bergerak mundur, tetapi pergerakan mereka sudah tertangkap oleh Ichi, Dengan sigap dia melemparkan belati-belati kecilnya dan tepat mengenai ke lima orang yang terlihat.


''Hahaha.... Ini lumayan seru... hahaha'' Ichi tertawa kencang.


Siuuuuuut...... beberapa Benda seperti jarum melesat ke arah Ichi, dengan mudah dia menghindari tembakan sumpit dari pejuang-pejuang itu.


''Luar biasa... hahaha.... Ayo hadapi aku manusia liar'' Ichi memprovokasi


Mendengar hal itu, 4 orang pejuang suku memegang senjata tombak, kapak dan parang panjang berjalan keluar berhadapan dengan Ichi, Sedangkan 4 orang lainnya yang memegang sumpit dan panah muncul di atas pohon, Sesaat suasana hening dan kemudian Ichi menyeringai.


''Baiklah.... Sekarang kita buktikan, Siapa pemburu sebenarnya di sini, hibur aku dan buat suasana hatiku menjadi lebih baik'' Kata Ichi masih santai.


Setelah mendengar Hal itu ''Huuuulululul'' Serempak ke empat pejuang suku begerak menyerang ichi, Terjadialah pertarungan sengit antara 8 pejuang suku pedalaman Hutan Sepaku melawan Seorang Peringkat bintang tiga dari Holy knight.


****


Di sisi lain, Haruka telah tiba di kota yang di kenal sebagai Tangga Arung yang merupakan Lokasi kerajaan tertua di Indonesia, Haruka turun dari bus itu dan tiba-tiba secarik kertas muncul lagi di tangannya.


''Haha... Memang agak konyol ya kita ini El'' Saat membaca tulisan Elena.


Tulisan: *Sebaiknya kita cari penginapan yang aman dulu Haruka, Semoga besok kita bisa dengan cepat menemukan Zain.


Sahabatmu El*.


''Memang sungguh melelahkan kalo menggunakan ini setiap saat... tapi mau bagai mana lagi, orang-orang itu selalu saja ada dimana-mana... Ayo kita cari Penginapan'' Kata Haruka dan matanya berkilau merah muda menandakan dia sedang menggunakan kemampuannya.


#Hari ini Up lebih awal dari biasanya... maklum suasana hati lagi semangat hihi...


Please komen and likenya ya kaka... 🙏 terima kasih aj buat semuanya... mari saling dukung and saling menghargai