
*Aku terkejut dengan apa yang kulihat saat ini, baru saja aku mencoba membuktikan sebuah keinginanku semalam. Semua seperti mimpi, aku bingung ingin mengutarakan perasaanku yang bercampur aduk, rasa senang bercampur bahagia ini seakan ingin meledak. Aku paham betul apa yang aku minta semalam, ya... aku ingin menjadi penguasa dunia cermin.
Seperti apa expresi teman-temanku saat aku melompat ke sumur yah, pasti itu membuat mereka terheran-heran hehehe. Suara dan sedikit kilauan bercahaya saat aku melompat masuk membuatku terkagum-kagum, dan itu sangat berbeda dengan ketika aku melompat ke air.
Ya... aku melompati sumur itu bukan karna airnya, Aku mencoba beberapa hal yang aku bayangkan semalam dan itu bekerja dengan baik. Aku melayang di dalam dunia itu dan itu tidak berlaku untuk orang-orang yang nantinya aku izinkan masuk terkecuali dengan memegangku atau aku memegang mereka*.
Setelah puas menguji beberapa hal di dalam, Zain kembali keluar dan melihat teman-temanya termasuk Sakura yang terheran-heran.
''Hey... bagaimana menurut kalian?'' tanya Zain.
''Eh, hah? maksudmu bagaimana gimananya?'' Rudi masih kebingungan.
''Aku juga tidak mengerti apa yang kamu lakukan, kamu tiba-tiba saja masuk ke sumur itu cukup lama. aku pikir kamu sedang menahan nafas, tetapi nyatanya aku tidak bisa merasakan keberadaan dirimu, dan kau kembali dalam keadaan kering'' kata Sakura yang memang bisa mendeteksi hawa keberadaan.
''Jadi bisa kamu jelaskan apa kemampuanmu Zain?'' tanya Alvin yang juga masih belum mengerti.
''...'' Zain terdiam sejenak dan kemudian menjelaskannya." Jadi gini... Intinya aku bisa masuk ke cermin dan aku bisa membawa kalian kesana,"
''Haaaa!?'' Serempak mereka bertiga semakin keheranan.
''Aaaargh dasar kalian ini, percuma kalau dijelasin. Semuanya berpegangan tangan dengan erat.. jangan sampai terlepas,"jelasnya.
Mereka semua mengikuti arahan Zain dan saling berpegangan erat.
''Kalian siap?'' Tanya Zain dengan Expresi senyum jahilnya. Seketika itu Zain memaksa menarik tangan Sakura dan melompat di iringi Rudi dan Alvin.
''Ooi... T...tunggu sebentar huaaaaaaa'' Alvin di belakang juga ikut masuk.
Seolah tersedot seketika mereka tersadar sudah berada di dalam dunia cermin. Mereka bertiga terheran apakah ini dunia cermin atau dunia aslinya yang membedakan adalah tempat dimana mereka masuk. Sakura mencoba menyentuh sumur itu seperti tidak berisikan air melainkan seperti jendela yang di lapisi sesuatu, sehingga tidak ada yang bisa menembusnya.
''Selamat datang di dunia kekuasaanku hohoho'' Suara Zain tertawa di buat-buat.
Mereka menoleh ke atas dan melihat Zain tengah melayang di udara sambil menyilangkan tanganya seolah tak terkalahkan.
''Haaaa? K..kau bisa terbang Zain? Alvin terkejut melihat itu dan merasa terkagum-kagum.
Sakura dan Rudi melihat hal itu juga terkejut dan terpesona seakan Zain memiliki aura kebijaksanaan yang luar biasa layaknya seorang penguasa.
"Wah keren banget kamu kawan,"kata Rudi sangat memuji sahabatnya itu.
''Haha... Inilah keinginanku semalam... Seorang Penguasa dunia cermin." ungkap Zain sambil tersipu malu karna memuji dirinya sendiri.
''Aku benar-benar sangat iri denganmu kawan, ini menujukan kita bertiga telah mendapatkan suatu hal yang luar biasa. Aku harap dengan kelebihan kita ini, kita bisa saling melengkapi,"Alvin terlihat bahagia mengutarakan itu walau ada sedikit rasa Iri melihat Zain bisa melakukan hal seperti di anime-anime yang dia tonton.
''Yah itu benar kawan, kita akan saling melindungi satu sama lain,"Zain berkata seraya turun dengan perlahan menghampiri mereka.
''Aku tidak tau ini mimpi atau bukan, kalian benar-benar membuatku terkagum... dan jangan lupa aku yang akan melindungi kalian semua,"ucap Sakura dengan tulus.
''Terima kasih Kak, Aku tidak menyesal akan keinginanku,"Kata Rudi yang awalnya sempat merasa iri juga, setelah memandang Sakura dia kembali tersenyum cerah.
''Ok Sekarang aku akan mengajak kalian terbang berkeliling," Zain kembali memegang tangan temannya, kemudian mereka berempat terbang mengarah kekota.
''Iya Kenapa bisa begitu?'' Alvin juga heran.
''Kalian ini... masa tidak paham-paham sih... kalian tahu ini adalah dunia di dalam cermin... dunia ini adalah replikanya dunia nyata. Jadi disini itu semuanya berlawanan dengan aslinya, kalian lihat spanduk di warung dekat rumahmu itu? kalian pasti mengerti maksudku,"kata Zain yang masih memegang mereka di udara.
''Hoooo aku mengerti, semua yang ada disini tulisannya terbalik,'' Alvin sedikit paham dan mulai mengangguk.
''Hmmmm apakah mamaku.... maksudku orang-orang juga ada di sini?'' Rudi kembali bertanya.
''Tidak ada... Tidak ada makhluk hidup disini... Aku sangat tau apa yang aku inginkan semalam... Sebuah keinginan menjadi penguasa Dunia cermin yang mana hanya aku saja dan hanya seizinkulah kalian bisa berada di sini," jelasnya.
''Hmmm begitu ya... terus bagaimana dengan pohon dan rerumputan itu? bukannya itu juga makhluk hidup? seharusnya kan juga tidak ada,"dengan polosnya Alvin mengutarakan pendapatnya.
Dengan expresi datar di wajahnya, Zain dan dengan singkat menjawab, ''Intinya aku tidak mau ada replika manusia dan binatang hidup disini,"
''Keinginanmu sungguh rumit Zain... tapi itu sangat luar biasa, Aku tidak menyangka anak seusiamu bisa membayangkan sebuah keinginan serumit ini," kata Sakura yang masih sulit mempercayai semua yang dia lihat.
''Ahaha... Masa sih kak, Aku rasa banyak anak di luar sana berikiran sama sepertiku," Zain terlihat tersipu malu.
''Kita mau kemana?'' tanya Alvin.
''Sebentar lagi kita sampai,"Jawab Zain.
''Huh iya deh terserah kamu,"Alvin Mendengus kesal karna dia sangat iri.
Sesampainya di lokasi yang di maksud Zain,
''Bagaimana? sangat nyaman kan di sini? semua tenang dan sepi," Zain sangat senang dan bertanya kepada kawan-kawannya, mengenai pemandangan kota yang sepi tidak ada manusia selain mereka.
''Aku tidak tau kau itu ternyata Introvert," Cetus Alvin melihat Zain dengan datar.
''...''
''Haaaargh aku pikir sesuatu seperti apa yang akan kamu tunjukan, eh ternyata hal yang seperti ini'' Timpal Alvin.
''Hey kawan... Kau kenapa? Iri ya hahaha...'' Rudi tiba-tiba saja nyeletuk tepat mengenai sasaran.
''Ti...tidak Monyet... kenapa aku harus Iri,"terlihat Wajahnya memerah berusaha mengelak dari tanggapan Rudi.
''Haha... Ada-ada aja kamu ini vin.... tetapi jujur aja vin, pergerakanmu yang super cepat seperti tadi itu benar-benar membuatku iri kawan," Zain juga ikut berkomentar.
''Iya aku juga haha,"Rudi tertawa.
''Y...yah bisa di simpulkan kita saling iri,"berusaha bersikap biasa, tetapi hal itu malah membuat Rudi dan Zain tertawa ngakak, ''H..hey.. Kenapa k..kalian tertawa... Aaaaargh rasakan ini huh," Alvin mengejar Rudi dan Zain dengan cepat mendapati keduanya.
Sakura melihat keceriaan mereka, dia berharap semoga saja kedepan tidak terjadi apa-apa kepada anak-anak itu. Untuk saat ini mungkin terlihat menyenangkan, tetapi bisa saja kedepan mereka akan menghadapi suatu hal yang tidak terduga.
****