
"Dari mana saja kamu Vi?" Tanya jack yang melihat Violet baru saja tiba.
"Hmm? Yah mencari beberapa informasi mengenai sekolah itu," Jawab Violet santai dan mendudukan dirinya di sebuah kursi.
"Apa kau mendapat sesuatu?" Jack bertanya sambik menyandarkan tubuhnya ke dinding.
"Mmm tidak penting sih, hanya bertemu anak kecil yang lucu, selebihnya tidak ada," sambil memperhatikan kuku jarinya.
"Huh... sempat-sempatnya kau bersenang-senang di situasi seperti itu," Kata jack dengan wajah datar.
"Heh... aku masih kesal denganmu Jack, kau mengagalkan misi kita," Violet menatap dengan sinis.
"Aku? kau pikir itu salahku? kau sendiri bagaimana hah? tiga orang itu melaporkan kepadaku, kau kesulitan menghadapi seorang ahli bela diri rank D haha," Jack tertawa mengejek.
"Apa kau bodoh? Kau pikir aku kesulitan? lucu sekali, kalau saja kau tidak bilang mundur akan ku habisi orang itu," Violet masih dengan santainya menjawab.
"itu karena waktu kita tidak banyak... dasar bodoh kau, dan juga target di bawa seorang wanita misterius saat itu," Mengingat sosok yang menggagalkan misi mereka, Emosi Jack kembali naik.
"Huh? maksudmu?" Violet balik bertanya
"Ya saat itu ada seseorang wanita yang menyelamatkan anak itu, gerakannya gesit saat menghindari seranganku," Jack masih terlihat kesal
"Apa gunanya ketujuh anggota yang membantumu? dasar tidak berguna... haha," Violet terkekeh.
"Aku tidak menyalahkan usaha mereka, Memang target kita cukup kuat, kekuatannya tidak bisa di remehkan.... Sesuai dangan kemampuan rata-rata Rank A, Dan yang menyebalkan adalah wanita berambut merah muda itu,"
"Hooo... Siapa wanita yang bisa membuatmu begitu haha, Jatuh cinta pandangan pertama kah? haha," Violet tertawa mengejek.
"Ah dasar kau gila... Jadi bagaimana sekarang?" menghentikan tingkah jahil Violet yang mengejeknya.
"Untuk ke depan kita perlu persiapan khusus Jack, selain target mu, Ada empat target dengan rank C di sana, mereka cukup bisa di sebut ahli bela diri juga."
''Hmmm baiklah... Sekarang kita kumpulkan informasi terlebih dahulu," Kata Jack.
"Sepertinya lahan perburuan kali ini semakin menarik...Aku akan menemuimu lagi jack, Aku akan melaporkan ke markas terlebih dahulu," Kata Violet yang mulai beranjak meninggalkan Jack.
"Baiklah... Kabarkan ke padaku kalau ada perintah lain dari markas," kata Jack
Cepat atau lambat kita akan bertemu lagi sambil mengingat sosok wanita yang membawa kabur targetnya.
****
"Apaaa? itu hal yang paling gila yang pernah aku dengar," Kata Elena yang protes akan ide dari Haruka untuk pergi sendiri menemui Zain berdasarkan dari penglihatannya.
"Tidak... ini satu-satunya jalan yang aman El, Aku tau ini berbahaya, tetapi aku harus melakukannya."
"Tidak tidak tidak... ini sangat berbahaya untukmu sendirian, dan juga Ayahmu pasti tidak mengizinkanmu," Elena berusaha meyakinkan Haruka agar tidak berbuat nekat.
"Maafkan aku El... Dy.. Aku sudah memperhitungkan semuanya, Secepatnya Aku harus bergerak, Semakin lama kita menunda, Semakin besar perubahan percepatan serangan di rumah sakit itu," Haruka masih bersikukuh untuk pergi.
"Haruka... jarak yang di tempuh tidaklah pendek kan? mendatangi ke seberang pulau sana tidaklah mudah," Aldy juga ikut membujuk Haruka.
"Aku tau dy... Tapi Aku harus... Secepatnya Harus bertemu dia," Haruka berusaha meyakinkan dirinya sendiri dengan mengepalkan tangannya.
"Hhhhuh... Kau ini keras kepala ya Haruka," Elena mengeluh dan sedikit jengkel karna haruka bersikeras.
"Tidak... Kalian tidak perlu ikut," Kata Haruka yang membuat keduanya sempat terkejut mendengar ucapannya.
"Hah? Bagaimana bisa kamu pergi kesana sendirian hah? Tanpa adanya kemampuan Aldy bagaimana kamu bisa menemukan anak yang bernama Zain itu? Dan Aku juga bisa membantumu secara sembunyi...," Elena meninggikan nadanya.
"Bukan begitu maksudku... Maafkan aku... Aku hanya...," Haruka tidak melanjutkan kata-katanya dan mulai menangis.
Melihat hal itu Elena yang sempat menegang kembali melunak dan merangkul Haruka, "Maafkan aku Haruka, Hanya saja itu sangat berbahaya untukmu sendirian... Kau teman sekaligus sahabat berarti untukku walau kita baru kenal, Tapi aku tidak bisa menerima kehilanganmu."
"Tidak El... percaya kepadaku... Aku akan melakukan ini dengan baik, Jadi biarkan aku sendiri yang melakukannya, karena aku telah mencoba beberapa kemungkinan, yang mana aku mengajak kalian berdua dan berakhir Aldy di tangkap oleh mereka," Haruka menundukan kepalanya.
"Haruka...," Aldy hendak berkomentar tetapi dia mengurungkan dan ikut menunduk, Dia menyadari apa yang di katakan haruka barusan.
"Jadi apa yang harus aku lakukan agar aku bisa membantumu?" tanya Elena berharap.
"Tidak ada El, Aku harap kalian cukup mendo'akanku saja," Haruka tersenyum terpaksa. Kedua temannya saling pandang.
"Baik... kalau itu maumu... Semoga kamu berhasil haruka, untuk adik dan ayahmu biar anak buah papaku yang menjaga mereka."
"Apa?... apa tidak merepotkan?"
"Tidak... kamu tenang saja... focus dan cepatlah kembali," Elena menyemangati.
"Terima kasih El...," Segera haruka memeluk Elena.
"Aku juga mendo'akanmu Haruka, Aku sebenarnya ingin menemanimu... tetapi aku tidak mau menjadi beban untukmu," Aldy tersenyum terpaksa.
"Tidak apa-apa Dy... Aku yakin aku bisa... Aku akan pergi sekarang."
Setelah berpelukan, Haruka dan Elena meninggalkan Aldy sendiri di kamarnya. Sabil menatap tangan kanannya, tatapannya terlihat kosong memikirkan sesuatu. Aku harap bisa membantumu lebih Haruka, Maafkan aku.
_
Di bandara Haruka dengan tas kecilnya tengah berjalan santai, Sebuah pengumuman lima menit lagi penerbangan akan menuju Kota Balikpapan, Sebentar lagi aku akan bertemu kamu Zain, Haruka melewati titik buta para petugas bandara, Dia melangkah dengan pasti seolah beberapa petugas seperti tidak melihatnya dan memasuki pesawat yang hendak berangkat itu.
Dengan cekatan dia menghindari para pramugari, Beberapa orang di dalam sana juga tidak begitu memperhatikan Haruka sampai pada titik pesawat sudah mengudara barulah dia memilih duduk di bangku kosong.
"Wow... Aku tidak menyangka kamu begitu hebat mengendalikan kemampuanmu Haruka," Elena tiba-tiba berada di kursi sampingnya.
"Astaga Elena... kau membuatku terkejut."
"Hah benarkah?... Aku pikir kamu sudah mengetahui bahwa aku mengikutimu," Elena berkata dengan heran.
"Tidak... aku tidak mengetahuinya... setelah duduk aku berhenti menggunakannya, jadi aku tidak tau."
"Memang sulit memahami cara kerja kemampuanmu Haruka, Itu adalah sesuatu yang kamu sendiri yang memahaminya... ya kan?"
"Iya El... Sudah kita lanjutkan nanti saja, kita istirahat saja dulu... 3 jam lagi kita sudah dekat dengan Zain... tapi sebelum kita turun aku akan menggunakan kekuatanku lagi agar tidak terjadi masalah," Haruka menjelaskan.
"Ya.. terserah kamu Haruka... Aku akan mengikutimu..." Elena dengan santai menyeruput minuman yang dia bawa.
Aku pikir ini berjalan dengan lancar, Haruka memang luar biasa.
****