Villains, I'M Yours Psychopath Love

Villains, I'M Yours Psychopath Love
Mengungkapkan Kebenaran



"Akh… Brakkk!!!" Ame membentur dinding dengan sangat keras setelah terlempar dari atas Ring.


"Kau baik-baik saja? Sebenarnya kau kenapa sampai seperti ini? Sudah hampir sebulan kau terus saja melakukan latihan seperti ini. Apa tujuan mu sebenarnya?" Leo segera menghamipiri Ame yang meringkuk di lantai.


"Maaf… kalau kau terlalu memaksakan dirimu seperti ini terus, kau bisa saja mati." Ucap sang pelatih karena merasa khawatir dengan kondisi Ame.


"Aku tidak peduli. Waktuku sudah tidak banyak lagi, aku tidak boleh bersantai-santai lagi. Lanjutkan!" Pinta Ame berusaha bangkit dengan semua tubuhnya yang sudah memiliki banyak bekas luka.


"Tidak. Hentikan sekarang juga. Jika kau masih ingin menyiksa dirimu seperti ini, aku akan memberitahukan Xavier dimana kau berada saat ini. Biar dia saja yang membantu mu untuk melakukan itu." Ancam Leo, karena sudah tak tahan melihat kondisi Ame. 


"Tidak… jangan lakukan itu!" Jawab Ame cepat, karena dia masih belum ingin bertemu dengan Xavier saat ini.


Sudah hampir sebulah setelah dia merasa sudah cukup sembuh berkat pengobatan yang diberikan oleh Leo, Ame terus-terusan saja melakukan latihan fisik untuk menperkuat dirinya. Ame sengaja melakukan berbagai latihan dimulai dari Karate, Taekwondo, Jujitsu, Muaithai, Tinju hingga Kendo dan yang lainnya.


Ame mempelajari semuanya dalam waktu singkat seolah dia benar-benar sedang berburu dengan sesuatu. Hal mustahil yang bisa dilakukan oleh orang lain, dapat dilakukan dengan sangat mudah olehnya. 


Itu semua karena bantuan dari sistem tempat Ame berada saat ini. Dia diberikan satu paket keuntungan yaitu mampu menyerap dan menguasai semua yang diajarkan oleh orang lain serta memiliki pola pikir yang sedikit cerdas.


"Huh… maafkan aku. Kalau begitu hari ini kita sampai disini dulu." Ucap Ame memohon maaf kepada pelatihnya.


"Tidak… saya yang seharusnya meminta maaf karena sudah melawan dengan sangat bersungguh-sungguh saat anda . ." Pelatih itu tidak bisa mengatakan kalau dia sudah bersikap tidak adil pada seorang wanita.


Ame mungkin bisa melakukan perlawanan dan serangan balik pada pelatihnya tersebut, ketika dia berada dalam kondisi terbaiknya. Namun karena dia terus berlatih hampir setiap saat, dia pada akhirnya sampai pada batas tubuhnya. Itulah kenapa dia sampai terlempar membentur dinding.


"Minumlah…" Leo memberikan minuman isotonik kepada Ame.


"Maaf karena sudah membuatmu khawatir." Ame tertunduk lemah dengan napas yang sedikit berat.


"Aku tau kau sangat mencintai Xavier, tapi tidak kah kau melakukan ini dengan sangat berlebihan? Bagaimana jika kau mati tanpa sempat melakukan apapun?" Leo menatap kesal pada Ame.


Mereka memang baru bertemu selama sebulan, namun Leo sudah menganggap Ame sebagai seorang adik baginya. Gadis muda ceria yang begitu enerjik itu menjadi bagaikan seorang iblis setiap kali memikirkan Xavier.


"Bagaimana mungkin seorang wanita bisa memiliki tatapan mata setajam ini. Apa sebenarnya yang sudah dia alami sampai dia bersikeras seperti ini. Apa yang sudah Xavier, lakukan pada wanita ini sampai dia berani melakukan apapun bahkan mengorbankan nyawanya sendiri?" Batin Leo masih tak percaya dengan keteguhan Ame yang belum lama ia kenal tersebut.


"Bagaimana dengan Xavier? Kau masih terus berusaha untuk menahanya agar tidak bertemu dengan Sona kan? Dia tidak boleh bertemu dengan wanita itu bagaimanapun caranya." Selama Ame tidak berada disisi Xavier, dia selalu meminta Leo untuk mengawasinya.


"Dari pada itu, apakah kau tidak tahu kalau dia mencarimu selama sebulan ini? Aku bahkan harus ekstra hati-hati hanya demi tidak diketahui olehnya. Sulit bagiku untuk pergi ke tempat ini, tapi aku tetap memastikan rencana kita berdua sejauh ini masih berjalan dengan lancar." Ucap Leo mendesah keras karena sudah berusaha untuk datang menemui Ame ditengah penjagaan ketat dari Xavier yang curiga padanya.


"Sebenarnya aku sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk tidak menemuinya, tapi aku masih belum cukup kuat untuk bisa berhadapan dengannya langsung. Setidaknya aku harus memiliki kemampuan melindungi diri sendiri sebelum benar-benar melindungi Xavier." Ame menyiram dirinya dengan botol air minum miliknya karena frustasi.


Melihat tingkah frustasi dari Ame tersebut, Leo menjadi semakin penasaran alasan dibalik gigihnya Ame ingin membuat Sona tidak bertemu dengan Xavier serta ambisinya untuk menyelamatkan Xavier.


"Ame…" 


"Aku tau…" Ame langsung memotong ucapan Leo, karena tau apa yang ingin dikatakan oleh Leo, kepadanya.


"Maaf karena selama aku sudah egois memintamu melakukan banyak hal, tapi tidak menjelaskan apapun padamu. Aku bisa memahami bagaimana penasarannya kamu terhadap alasan di balik semua sikapku ini." Ame menatap lurus ke arah Leo.


Dia berpikir mungkin sudah saatnya memberikan penjelasan logis pada Leo, tentang semua yang ia lakukan. Namun tentu saja dia harus tetap menyembunyikan fakta kalau dia bukanlah pemilik asli dari tubuh yang sedang bersamanya saat ini.


"Aku tidak yakin apakah kamu akan mempercayai semua yang aku katakan ini, tapi seperti yang kamu ketahui. Aku tahu banyak hal tentang Xavier. Mulai dari saat ibunya yang meninggal ketika dia berusia sepuluh tahun, penyiksaan dan pengurungan yang dilakukan oleh ibu tirinya, hingga meninggalnya ayahnya karena dibunuh." 


Penjelasan yang diberikan oleh Ame langsung membuat Leo terkejut. Selama ini tak ada yang tahu tentang kehidupan masa lalu Xavier, selain dirinya yang menjadi dokter pribadi Xavier, sekaligus sebagai sahabatnya.


"Xavier yang masih berusia sepuluh tahun di tinggal oleh ibunya yang sangat di kasihinya karena sakit, harus menderita karena ibu tirinya yang sangat membenci Xavier. Dia bahkan dengan sangat tega melakukan penyiksaan tanpa sepengetahuan ayah Xavier. Dia yang merasa penderitaannya akan berakhir ketika pembunuhan yang terjadi pada ibu dan ibi tirinya malah berakhir di dunia gelap demi terus bertahan hidup." Jelas Ame mengingat setiap detail bagian dari komik yang sebelumnya ia baca.


"Tidak hanya masa lalunya saja, aku juga bahkan tahu tentang masa depannya yang akan berakhir mengerikan. Dia yang berada dalam kegelapan suatu hari bertemu dengan seorang wanita. Wanita itu memberinya sedikit cahaya di hati Xavier, namun pada akhirnya wanita itu malah menikah dengan orang lain." Leo benar-benar tak tahu harus bereaksi seperti apa pada semua cerita Ame.


"Dan satu fakta menyakitkan yang harus dia ketahui lagi adalah orang yang selama ini dia cari dan ingin dia bunuh adalah ayah dari wanita yang dicintainya. Ayah wanita itulah yang sudah membuat Ibu dan Ayah Xavier mati. Begitupula dengan ibu tirinya." Mata Leo membelalak tak percaya.