Villains, I'M Yours Psychopath Love

Villains, I'M Yours Psychopath Love
Malam Pilu



"Assalamu'alaikum..." seorang wanita memberi salam sebelum masuk ke dalam rumah.


"Waalaikum salam... Sudah pulang? Langsung mandi yah.. Bau badan kamu itu kecut sekali. Setelah itu kamu bisa makan." Ucap ibunya ketika wanita itu masuk ke dalam rumah dan menyalami tangannya.


"Mamaku kejam ama ya Tuhan.. Kenapa dia bisa berkata tajam dengan senyuman bahagia seperti itu." Batinnya dengan ekspresi muram.


Tidak ingin membantah ucapan Ibunya, dia segera masuk ke dalam kamarnya dan sejenak merebahkan diri di atas kasur.


"Ughhhh... Lelah sekali. Hari ini benar-benar melelahkan. Rasanya kakiku pegal sekali karena hari ini aku harus mengajar di empat kelas berbeda. Karena harus memberikan tugas berkelompok dan menjelaskan banyak hal, seharian ini aku terus berjalan kesana dan kemari dengan sepatu hak." Gumamnya melepas lelah sembari memijat tumitnya yang pegal dan nyeri.


"Hike... disuruh mandi malah tiduran. Kamu itu punya kebiasaan langsung tertidur setiap kali pulang dari sekolah dengan pakaian lengkap mu, sampai lupa makan. Kalau tidak sering di ingatkan dan di omeli kamu pasti sudah tidur lagi sekarang." Ibunya mendatangi kamar Hike.


Dia mendatangi Hike karena tahu kalau anaknya tersebut pasti bukannya mandi dan memberikan diri, dia pasti akan tertidur tak peduli dengan perutnya yang kosong atau tubuhnya yang penuh dengan keringat.


"Iya Ma.. Hike bangun sekarang yah..." ucapnya bangkit dari kasurnya menuju ke kamar mandi.


Hike adalah seorang wanita yang berprovesi sebagai seorang guru di dua sekolah sekaligus. Dia yang masih seorang honorer mau tidak mau harus mencari tambahan uang. Hike sudah berusia 29 tahun, dan hanya memiliki ketertarikan terhadap tiga hal saja. Itu adalah Makanan, Uang dan Xavier.


Hike sudah banyak bertemu dengan berbagai macam pria dalam kehidupannya, termasuk sejumlah pria yang selalu dijodohkan oleh kedua orangtuanya. Namun semuanya berakhir tanpa ada kepastian hubungan dan sakit hati. Itulah kenapa sampai saat ini Hike tidak pernah membuka hati lagi kepada makhluk yang berbatang.


Hike malah jatuh cinta pada seorang pria yang berada dalam sebuah komik. Karakter pria yang sangat kejam dan merupakan pembunuh berdarah dingin dengan ketampanan maksimal yang sangat mustahil untuk ditemukan di dunia nyata.


Hike benar-benar seperti seorang psikopat karena sudah mencintai karakter pria pada komik tersebut. Dan karakter pria itu bernama Xavier.


"Jadi bagaimana? kamu sudah Chat an lagi dengan pria yang dikenalkan kamu sama bibi Aura itu?" tanya ibunya pada Hike, yang sudah selesai makan dan ingin pergi ke kamarnya untuk tidur.


Hike memang tidak tahan jika dia tidak tidur siang.


"Nggak.." jawab Hike singkat.


"Loh kenapa?" tanya ibunya terkejut.


"Hike seharian sibuk Ma... Hike hari ini ngajarnya Full sampai empat kelas." jawabnya dengan mendesah kuat saat ibunya ikut masuk ke dalam kamarnya.


"Kan bisa pas jam istirahat..." suara ibunya mulai terdengar kesal.


"Jam istirahat di pakai untuk rapat tadi.." Hike sudah bersiap untuk tidur dengan mengambil bantal guling dan memeluknya


"Astaghfirullah hal adzim... The power of emak emak... kalau udah ngorot bisa setingkat dewa banget sih Ya tuhan..." Hike bangkit dari posisinya kembali terduduk berhadapan dengan ibunya.


"Kamu tuh yah.. bagaimana kamu bisa nikah kalau sikap kamu cuek seperti ini? Kamu mau buat Bapak sama Mama kamu malu?" ibunya akhirnya kehilangan kesabarannya.


"Umur kamu tuh sudah tidak bisa di bilang muda lagi. Adek kamu juga sudah menikah melewati kamu. Sepertinya Mama nggak bisa nunggu lebih lama lagi. Tunggu sampai Bapak kamu pulang dari kerja. Mama akan berbicara tentang perkawinan kalian." Tegas ibunya tidak bisa menantikan kedekatan hubungan antara Hike dengan pria yang sudah dikenalkan oleh bibi Hike.


Dia berpikir bahwa, jika mereka yang lebih dahulu bertindak maka semua akan lebih cepat dan Hike juga bisa menikah secepatnya.


"Ma... Mama bisa bersabar nggak sih. Hike tidak ingin menikah dengan orang yang bahkan baru semalam dikenalkan sama bibi Aura." Hike dengan cepat memberikan penjelasan pada ibunya.


"Jangan terlalu cepat mengambil keputusan hanya karena umur Hike, sudah tidak muda lagi. Kalian seolah sedang bertindak siapapun yang datang tidak peduli seperti apa orangnya kalian ingin langsung menikahkan Hike. Hanya agar kalian tidak malu?" tatap Hike kepada ibunya memohon agar ibunya paham dengan apa yang diharapkan olehnya.


"Kau pikir kami tidak membuat kami malu? Kami malu punya anak yang sudah sangat tua tapi masih belum menikah juga sampai sekarang. Kamu seperti aib saja bagi keluarga kita." kata-kata ibunya membuat hati Hike sangat sakit.


Hike juga sebenarnya ingin menikah, namun entah bagaimana semua laki-laki yang datang tidak ada satupun yang akan menjalani hubungan serius dengannya. Dia juga tidak mengingikan semua itu terjadi pada dirinya.


Pada akhirnya Hike tidak bisa tertidur meski dia sangat kelelahan. Ibunya keluar dari kamarnya dengan terus mengeluarkan kata-kata yang sangat menyakitkan bagi Hike. Hike hanya bisa tertawa. menertawakan kemalangannya sendiri.


Malam hari, setelah ayahnya pulang dari bekerja. Rumah itu mendadak bagaikan tempat perang. Ayah Hike marah besar dan memanggil Hike, bahkan sampai menampar Hike karena kesal dengan sikap anaknya. Ayah Hike, mengira kalau anaknya itu tidak ingin menikah dan membuat malu keluarga dengan menjadi perawan tua.


"Bapak akan segera berbicara dengan orang tua pria itu. Kalau bisa pernikahan kalian akan dilaksanakan secepat mungkin." Tegas ayahnya meninggalkan Hike yang terdiam seribu bahasa.


Adik-adik Hike, tak tahu harus berbuat apa. Mereka hanya bisa memberikan pelukan hangat untuk menguatkan kakaknya menjalani semua ujian itu.


"Kakak tidak apa-apa. Kakak capek. Kakak mau masuk tidur saja!" ucap Hike berusaha tetap tersenyum hangat kepada dua adik perempuannya.


Hike mempunyai dua orang adik perempuan dan seorang adik laki-laki. Satu adik perempuannya sudah menikah dan yang satu sudah kuliah. Sedang adiknya yang laki-laki masih sekolah.


"Sudah lama aku tidak baca komik Xavier. Karena jadwal semester ini padat, aku selalu tidur cepat dan tidak sempat baca. Sebaiknya menghibur diri dengan membaca komik favorit ku ini." Dengan penuh semangat Hike setengah bersandar membuka handphonenya untuk membaca komik oneline kesukaannya.


"Hah? babnya sudah lumayan banyak. Bahkan sudah tamat!" Dengan begitu antusias, Hike langsung membaca komik tersebut. Komik itu sejenak membuatnya lupa akan apa yang sudah terjadi sebelumnya. Karakter Xavier yang digambarkan dengan begitu tampan membuat jantung Hike berdebar-debar tak menentu.


Sungguh bodoh seorang wanita jatuh cinta pada pria dalam komik yang memiliki sifat karakter seorang pembunuh berdarah dingin.