Villains, I'M Yours Psychopath Love

Villains, I'M Yours Psychopath Love
Menghapus Bekas



Setelah merasa tubuh pria itu tidak lagi bergerak, Xavier lalu melepaskan cengkramannya. Tepat setelah itu juga, Ricky masuk ke dalam toilet itu dan sangat terkejut melihat apa yang sedang terjadi pada Ame. 


"Alihkan pandangan mu!" Bentak Xavier tidak suka dengan Ricky yang melihat keadaan Ame yang hampir telanjang sepenuhnya.


Mendengar peringatan Bosnya yang terdengar penuh amarah membuat Ricky dengan cepat membelakangi mereka. Xavier kemudian membuka jasnya dan menutupinya ke tubuh Ame. Dia dengan lembut menggendong tubuh Ame dengan gaya ala bridal style.


"Bereskan semua kekacauan ini." Perintahnya lagi lalu membawa Ame, menuju ke liftnya.


Xavier memeluk tubuh Ame dengan begitu eratnya, seolah merasa kalau tubuh itu akan hancur berkeping-keping jika dia lepas dari pelukannya. 


Dengan sangat perlahan dia meletakkan tubuh Ame, ke atas ranjang. Melihat beberapa bekas merah di bagian leher Ame, membuat rahang Xavier mengeras dan penuh amarah. Rasanya membunuh pria itu belum cukup untuk menebus kesalahannya karena sudah berani menyentuh wanita miliknya.


"Ughh…" Ame tersadar ketika Xavier sedang memakaikan selimut padanya.


"Hei… Tenang-tenang, kau sudah baik-baik saja sekarang!" Xavier segera menenangkan Ame yang terlonjak kaget dan langsung menjauhi tubuhnya.


"Xavier…?" Tanya Ame memastikan pria yang sedang berada dihadapannya saat itu.


"Aku disini. Kau sudah aman sekarang. Maaf karena aku meninggalkanmu tadi." Xavier segera mendekap erat tubuh Ame. 


"Aku takut… Aku sangat takut sekali Xavier!" Tubuh Ame bergetar sangat hebat. Dia menangis dipelukan Xavier. Mendengar tangisan Ame, hati Xavier terasa sakit dan pilu.


"Jangan takut, aku tidak akan pernah membuatmu mengalami hal seperti itu lagi. Aku akan terus melindungimu." Xavier membelai rambut Ame dengan lembut dan membiarkan Ame mengeluarkan semua ketakutan dan kesedihannya dalam pelukannya.


Hike memang sudah tahu akan seperti apa jalan cerita dalam komik itu, jika dia berada dekat dengan Xavier. Xavier dikelilingi oleh hal-hal yang sangat berbahaya dengan segala kemungkinan buruk bisa terjadi padanya, namun tetap saja dia tidak bisa membayangkan ketika dia akan diperkosa.


Meski saat ini dia sedang berada ditubuh orang lain, namun rasa sakit dan apa yang dirasakan oleh tubuhnya itu seolah sampai juga pada dirinya. Hike benar-benar tak pernah membayangkan kalau hal itu akan terjadi pada dirinya, sedang dia sangat ingin melindungi tubuh dari Ame tersebut.


"Sudahlah… Sekarang sebaiknya kau tidur dulu. Aku akan menyuruh Leo untuk memberimu obat dan memeriksamu besok." Terang Xavier melepas pelukannya pada Ame.


Ame yang lepas dari pelukan Xavier baru sadar, kalau saat ini dia hanya mengenakan pakaian dalam saja. Wajahnya segera memerah dan menunduk malu. Hal itu membuat Xavier merasa gemas.


"Puftt.. Tidurlah! Kau tidak usah berpikir yang macam-macam. Lagi pula, untuk apa malu saat aku sudah melihat semuanya." Terang Xavier mencubit pipi Ame dengan gemas.


"A.. Aku tidak ingin tidur seperti ini. Setidaknya, aku ingin mandi untuk membersihkan diri dari bekas bau pria itu. Aku merasa sangat kotor dengan tubuhku." Terang Ame dengan mengepalkan tangannya kuat memikirkan perbuatan yang dilakukan oleh pria itu padanya.


"Baiklah… Kalau begitu, tunggu sebentar disini. Aku akan mengisi bathup dan memanaskan airnya." Xavier lalu bangkit dari tempat duduknya menuju ke kamar mandi.


Dia segera mengisi bathup dengan air hangat serta memasukkan aroma terapi di dalam air tersebut, untuk membuat Ame merasa nyaman dan tenang.


Ame menganggukkan kepalanya pelan, dan bergerak ingin bangkit dari ranjang Xavier. Saat satu kakinya baru melangkah untuk berjalan, Ame hampir saja terjatuh. Beruntunglah, Xavier yang tadinya akan keluar dari kamar dengan segera menangkap tubuh Ame agar dia tidak jatuh membentur lantai.


"Ah… Kakiku lemas sekali. Aku merasa tidak memiliki tenaga diseluruh tubuhku." Terang Ame berpegang kuat pada lengan Xavier.


"Kalau begitu, biar aku yang membantumu untuk membersihkan dirimu." Xavier segera menganggkat tubuh Ame dengan lembut, kemudian membawanya ke kamar mandi.


Dengan penuh perhatian, dia meletakkan tubuh Ame ke dalam bathup yang berisikan air hangat serta sabun aromaterapi yang sangat wangi. Meski tampak sangat malu dengan wajah yang memerah merona sempurna, Ame tidak bisa menolak apa yang sedang dilakukan oleh Xavier padanya. Termasuk saat dia dengan begitu santai membuka pakaian dalam Ame.


"Engh… Xav.." Ame mendesah pelan saat tangan kekarnya menyapu lembut bagian paha dalamnya untuk membuka pakaian dalam bagian bawahnya.


"Kau ingin memancingku dengan mendesah seperti itu?" Bisik Xavier ditelinga Ame, dengan suaranya yang berat. Ame dengan cepat menggeleng pelan dan tertunduk malu.


Sungguh apa yang sedang terjadi saat ini membuat jatung keduanya berpacu dengan sangat cepat. Xavier adalah pria normal yang tentu saja akan menyala ketika melihat tubuh seorang wanita tanpa sehelai kain menutupi tubuhnya, terlebih lagi jika wanita itu adalah Ame.


Wanita yang sudah membuat tubuhnya merasakan candu yang amat berbeda dengan wanita yang selama ini sudah dia rasakan. Hanya dengan mencium aroma tubuhnya saja, Xavier sudah menegang hingga batas klimaks. Xavier sedang dalam mode bahaya saat itu.


Andai saja Ame tidak mengalami kejadian buruk sebelumnya, maka dia tentu saja sudah akan melahapnya saat itu juga.


"Berdirilah, biar aku keringkan tubuhmu!" Terang Xavier setelah berhasil membersihkan seluruh tubuh Ame. 


Dengan patuh Ame bangkit dari bathup itu secara perlahan-lahan. Xavier segera menyesali permintaannya tersebut setelah melihat tubuh seksi Ame, yang masih padat dan terlihat sangat muda.


"Sial!!!" Maki Xavier pada dirinya sendiri berusaha untuk mengumpulkan kesadarannya. Dia bahkan dengan susah payah menelan ludahnya yang mulai terasa kering karena pemandangan menakjubkan tersebut.


Setelah menyelimuti Ame dengan handuk, dia kembali menggendongnya dan membawanya ke atas ranjang. Dengan sangat perlahan dia meletakkan tubuh Ame, ke atas ranjang.


"Meski aku sudah mandi, tapi rasanya bekas pria itu masih melekat ditubuhku. Aku merasa…" Ame tidak bisa menghilangkan pikiran ketika pria itu dengan bringasnya menyentuh seluruh tubuhnya.


"Aku mungkin tidak akan bisa membuatmu lupa akan apa yang sudah terjadi sebelumnya, tapi aku akan menghapus bekas yang ia berikan padamu dengan bekasku sendiri." Mata Xavier tampak membara terbakar api gairah.


Secara perlahan-lahan dia mendekati tubuh Ame. Wajah mereka hampir sudah tidak memiliki jarak lagi, dan karena Ame tidak menunjukkan tanda-tanda perlawanan, Xavier akhirnya ******* bibir bawah Ame dengan lembut.


******* itu kemudian perlahan turun ke leher jenjangnya dimana bekas merah ada disana, lalu Xavier menghapus bekas itu dengan memberikan bekas yang baru.


"Ummmhhh… Xavier…" desah Ame merasakan sensasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Tubuh itu benar-benar bereaksi hebat dengan rangsangan yang diberikan oleh Xavier.


"Brakkk… Tidak!!!" Xavier segera keluar dari kamar setelah mendorong tubuh Ame dengan sangat kasar.