
Teh melati berhasil di buat oleh Tuan Putri Vashti sendiri. Bahkan entah kenapa dengan dirinya, ia pun juga mengantarkan makanan ringan serta minuman itu sendiri pada Ayah Mertua dan Tuan Muda Lind. Astaga, ia menjadi seorang Tuan Putri yang berbeda, ia seakan-akan haus dengan pujian seorang Ayahanda. Padahal Tabib Senior II Legolas adalah calon Ayah Mertua, bukan Ayahanda kandung. Bagaimana bisa ia berlebih-lebihan?
Bagaimana pandangan Tuan Muda Lind? Pasti calon suaminya itu menilai bahwa ia seorang penjilat dan haus pujian. Bodoh! Tuan Putri Vashti berhenti tepat di hadapan pintu kediaman.
"Ada apa, Tuan Putri?"
Tuan Putri Vashti menatap pelayan. Kemudian menyerahkan nampan langsung, supaya di bawa masuk oleh pelayan saja.
"Bawa lah masuk," titah Tuan Putri Vashti.
Pelayan itu sedikit menunduk. "Baik, Tuan Putri."
"Bagaimana menurut, Ayah Mertua?"
Legolas tersenyum tipis. Gadis di depannya ini benar-benar telah menganggap dirinya seorang mertua. Ia menjadi sangat tersanjung dengan Tuan Putri Vashti. Bahkan Tuan Putri suka rela membuatkan minuman untuk dirinya dan sang putra.
Betapa beruntung Lind nantinya. Seorang gadis bangsawan yang memiliki paras elok serta berbudi luhur, akan menjadi bagian dari Negeri Daun. Niat awal Legolas hanya untuk mendekatkan diri, demi melindungi seluruh keluarga serta rakyat Negeri Daun, dari berita yang di dengarnya beberapa bulan lalu.
Seseorang dari Negeri Ranting berbicara padanya, bahwa akan terjadi pembantaian besar untuk memusnahkan Negeri kecil dan rendah, dengan mengambil beberapa Tabib hebat dan Ahli Racun. Lalu mempekerjakan mereka tanpa upah, Legolas benar-benar tercengang. Walaupun orang itu tidak memiliki bukti jelas, tetapi siapa yang menyangka bahwa jika nanti petinggi-petinggi Negeri lain akan mengkhianati Negeri Daun?
Legolas tidak pernah rela jika putrinya, Cuini harus bekerja untuk orang-orang serakah itu. Bahkan untuk menggunakan sihir racun Cuini masih belum lah sanggup, karena gadis kecilnya itu, masih sering terluka akibat terlalu memaksa meracuni dan menyembuhkan seseorang dari racun. Legolas tidak bisa membayangkan jika pembantaian itu terjadi akankah Cuini baik-baik saja? Tentu, tidak. Petinggi dari berbagai Negeri akan mengambil Ahli Racun untuk kepentingan mereka masing-masing.
Jahat, memang. Tetapi Legolas harus bisa menjadikan Tuan Putri Vashti sebagai pelindung sementara, dengan menjadikan Tuan Putri Vashti menantu. Lagi pula syarat mengambil bunga krisan putih tidak lah terlalu sulit, dan memang hanya orang-orang Negeri Daun saja yang sanggup. Karena hanya di Negeri Daun saja yang memiliki sihir perlindungan semacam daun lebar yang memiliki kekuatan melindungi dan memulihkan. Semua rakyat Negeri Daun memiliki kekuatan lahiriah itu. Hingga leluhur Negeri Daun memberi nama kekuatan itu dengan Samana.
"Hamba akan segera---"
"Ayah Mertua tidak perlu menyebut diri sendiri dengan kata hamba," sanggah Tuan Putri Vashti.
Legolas mengangguk. "Tuan Putri ... atau lebih tepatnya calon menantuku. Terimakasih sudah bersedia menerima lamaran dari putraku yang ... ehm sedikit membosankan ini."
Tuan Putri Vashti tertawa ringan. "Lind sama sekali tidak membosankan, Ayah Mertua."
"Bisakah aku menemui Yang Mulia Raja Vasant?" Legolas menatap makanan ringan itu. "Untuk membicarakan tentang pernikahan kalian."
"E-ah." Tuan Putri Vashti terbata-bata. "Te-tentu saja, Ayah Mertua. Saya akan segera memberitahu Ayahanda untuk membicarakan pernikahan kami dengan Ayah Mertua."
Legolas mengangguk-angguk. Kemudian, tatapan mata Legolas beralih pada putranya. "Tuan Putri ... bagaimanakah Lind dalam pandangan anda? Hingga membuat Tuan Putri setuju menikahi Lind, selain karena krisan putih itu?"
[.]
Samana: napas hidup.
Nona Muda Cuini seorang ahli racun.