
***********
Setelah itu Tara tak bisa melihat apa apa lagi...
kemudian.....
"Gue dimana...."Tara berkata sambil bingung,bukankah dia harusnya sudah tiada.
"Tara kamu udah bangun"itu suara Tante Chika
Tara membuka matanya perlahan lahan.dia mencium aroma obat obatan khas rumah sakit.
"Tante bunda mana?"tanya Tara.
"di rumah sakit"
tiba tiba terlintas di benak Tara orang yang sudah berani mencium nya,namun ia juga bersyukur karena di beri kesempatan oleh tuhan,dan ia harus mencari pria tersebut dan mengucapkan terimakasih.
"Tante,bunda mana?"
"kata kak Mega sih tadi ada dokumen yang belum di tanda tangani"jelas Chika
"hiks....Tan,kenapa sih bunda gak pernah peduli sama Tara,bahkan di saat Tara hampir mati pun bunda gak berada di sisi Tara"
"sayang,kamu gak boleh ngomong gitu,siapa yang gak peduli sama kamu,bunda sayang kok sama kamu,dan Tante Chika selalu ada kan buat nemenin kamu?"ucap Chika menenangkan putri kakaknya itu.
"gak Tan,Tante gak tau,tapi Tara merasakan betapa abai nya bunda saat merawat Tara,Tara bahkan tidak pernah merasakan kasih sayang seorang bunda"
"ada Tante kok buat jadi teman curhat kamu,sekarang Tante gak mau kamu terpuruk gini,oke!!"
"senyum dong nanti makin jelek muka keponakan tante"
"iya Tan,Tante janji kan selalu ada di sisi Tara?"
"Tante janji sayang"
"oh iya Tan,Tante tau gak siapa yang bawa Tara kerumah sakit?"
"ngak,tadi Tante juga dapat telpon dari dokter di rumah sakit ini,katanya kamu tenggelam dan di bawa oleh seorang pria,tapi Tante gak tau dia siapa"jelas Chika
Ceklek!!
Tiba tiba di sela sela omongan mereka datang seorang suster yang merawat Tara sekaligus yang membawa Tara masuk ke ruang rawat ini.
"coba deh Ra kamu tanya sama susternya,barangkali susternya tau?"bujuk Chika
"hmm.....yaudah deh Tan,Tara coba ngomong"
"suster"panggil Tara
"iya dek"
"suster tau gak siapa tadi orang yang nganter saya ke rumah sakit ini?"tanya tara.
"tadi sih yang nganter cowok dek tapi saya juga tau dia namanya siapa,soalnya pas saya tanya namanya dia gak mau kasih tau"
Penjelasan suster tersebut membuat Tara kecewa,namun Tara kembali melemparkan pertanyaan.
"suster tau ciri ciri nya gak?"
"tinggi nya rata rata mungkin 180 cm,kulit putih,manik hitam legam,bibir merah muda,rambut di sibak tertata rapi,dan agak dingin gitu auranya dek"jelas suster
"makasih ya sus"
"saya misi keluar dulu ya buk,dek"
"iya"jawab Tara dan Chika kompak.
"kamu kenal"tanya Chika
"mungkin gev....,ah gak mungkin kan tadi gevan bilang dia ada urusan mendadak,gak mungkin banget tu es batu tiba tiba Dateng nyelamatin gue"gumam Tara pelan.
"emang kamu kenapa,sampai segitu nya kamu cari dia,yang penting dia orang nya baik,dan kamu baik baik aja kan,yaudah gak usah di pikirin"
gak mungkin kan Tara bilang kalau dia habis ciuman sama tuh orang,mau letakkin di mana muka nya Tara.
"heee enggak kok Tan,kan Tara cuma penasaran siapa orang nya,tiba tiba gitu kek superhero"cengir ala kuda Tara.
"Tan,pulang yuk,Tara gak betah banget Tan,kan besok Tara hari ngampus"rengek Tara.
"kamu gimana sih keadaan kamu aja gini malah mikirin sekolah"
"gapapa Tan,plissss coba ngomong sama suster nya ya Tan"ucap Tara sambil memohon kepada Tante nya itu.
"yaudah nanti Tante coba ngomong"
"Yeay!!!!makasih Tante ku tersayang"
"iya iya,kamu lebay deh"ejek Chika
"ihh Tante"rengek Tara kayak anak kecil yang tidak belikan mainan oleh ibunya.
*********************************
"Tan,gak mampir dulu ketemu bunda?"
"ngak sayang kamu masuk aja nanti sakit lagi,kan habis di rawat tadi"peringat Chika
"iya Tan,makasih ya Tante,hati hati di jalan"
"iya sayang"
"ceklek"
Tara mulai memasuki Mension yang sangat mewah dan besar itu.
"Tara!!!"panggil seorang wanita paruh baya.
"bunda,ngapain"acuh Tara.
"pakai ini"ucap bunda sembari memberikan sebuah gelang yang memiliki permata berwarna putih keemasan itu.
"nggak Bun,Tara gak suka"ketus Tara.
"bunda mohon"tegas bunda
"Tara simpan aja ya Bun,besok besok aja Tara pakai"lalu tanpa pamit berlalu di depan bundanya masuk ke kamar.
"suatu saat kamu akan tau Tara"lirih Mega.
"capek"
Tiba tiba ada notifikasi di ponsel Tara.
Karin
kamu di mana Tara kok ninggalin aku sendiri
kamu gapapa kan?
12:00
^^^Tara^^^
^^^lebay deh gue gapapa^^^
Karin
besok lu sekolah kan
^^^Tara^^^
^^^y^^^
Karin
sabar Karin sabar dalam melawan
makhluk mu yang satu ini.
^^^Tara^^^
^^^kenapa lu^^^
Karin
^^^Tara^^^
^^^gue bobok dulu ngantuk^^^
Karin
dadah bye
***********************************
Sebuah mobil sport memasuki halaman campus banyak meta memandang ke arah mobil tersebut.dan lihat lah siapa yang keluar KINTARA CRISTIANA MEGADARMA.
Tara berjalan dengan seperti biasanya dan berjalan memasuki koridor sekolah.
"Tara!"sapa putra,Fero,Candra.
"hmm"dingin Tara.
"anjir, dingin bat dah"sahut putra.
"heh ngapain Lo"sahut Karin yang tiba tiba nongol entah dari mana asalnya
"heh lu nongol dari mana"sahut putra karena geram sekali dengan Karin
"tau tuh udah kek Casper aja"ucap Fero,emang yah kalau Karin dan Fero bertemu pasti gak bakalan pernah berhenti adu bacotnya.jodoh kali ya.
"lu,lu,dan lu"tunjuk Karin satu persatu "udah kek benalu aja Lo"pedas Karin
"huaaaa.......mulut Lo pedes amat sih luka nih hati luka"canda Fero sambil menangis pura pura dan tersedu sedu.
"tau Lo,minta di tabok ya mulut Lo pake kepala Candra,biar Segede gaban,dan Lo gak bisa ngomong pedes lagi"ejek putra.
"Lo berantem ga usah bawa bawa gue"dingin Candra,lalu pergi meninggalkan mereka berempat.
"can,tungguin"ucap Fero
"iya tungguin gue juga njir"
"Dasar 3 kutil dan kuman ga pernah berhenti gangguin kita"ucap Karin sambil menggeleng geleng kan kepala.
"kita,Lo aja kali"tuding Tara dan pergi meninggalkan Karin.
******************
Di kelas.....
...
"woyy...ngapain lu"aksi Karin mengagetkan gevan.tiba tiba nih anak jailin gevan.
"Gevan diam tak menggubris,dia sibuk berkutik dengan ponselnya.
"gak asik lu"pasrah Karin.
"lu ngapain Tara"tanya Karin.
"ngerjain pr,kok susah susah amat sih"bingung Tara.
"Rin,contek dong"
"gak ada"sombong Karin.
"awas aja lu ya"geram Tara.
"nih"ini bukan Karin tapi Gevan sambil melemparkan sebuah buku ke meja tata.
Tara masih diam tak berkutik dan terus memandangi buku itu.
"isi saya gak salah kok"jawab gevan memastikan.
"ya udah ,gue gak bilang kan kalo isi Lo salah"sewot Tara.
Gevan masih tak menjawab
"kok Lo diam"
"terus saya harus ngomong apa"
"iyain kek,atau ber- oh aja kek kan banyak"atur Tara.
"kok kamu ngatur"
"gak kok,cuma bilang doang"
"kepala batu"gumam Gevan yang masih di dengar oleh Tara.
"apa Lo bilang,Lo es batu"kesal Tara.
"biarin"
"lah kok Lo nyebelin banget sih"ketus Tara.
"tukang ghosting lagi"gumam Tara.
"gue gak ghosting kamu kok"
"buktinya tadi malam udah janji pergi bareng malah ngulang aja tiba tiba"malas Tara.
"saya udah kabarin kok"santai gevan
"diem gak Lo"
"gak"
"diem"
"gak"
saking geram nya Tara ia ingin menendang Gevan kemudian ia berdiri dan melangkah ke bangku gevan,namun tak sesuai ekspetasi karena lebarnya kaki Fero yang menghalang sehingga membuat kaki tata keseleo dan langsung menindih Gevan dengan posisi Gevan di ata kursi dan dan Tara berada di atas Gevan.dan tangan Gevan melingkar di pinggang ramping Tara.
"sialan"gumam Tara.
"cie...cie.....ngapain tuh"ucap Karin memecahkan suasana.
"jangan di sini,di gudang noh, sepi bebas kalian mah"nada mengejek Fero.
oh tidak kedua pipi Tara sekarang ini bagaikan kepiting rebus yang masih bisa di lihat jelas oleh Gevan.Di sini lah tatapan dan manik mereka saling bertemu.
"lepasin gue!!"kesal Tara saking malu nya dengan teman sekelasnya.
"kamu yang nindih saya juga"enteng Gevan.
"kok kayak pernah lihat manik hitam legam itu ya"batin Tara.
"kok bengong,pergi sana"usir Gevan
"Lo kok nyebelin sih njir"
"kalian cocok Lo"kali ini Karin bersuara.
"ha"
"iya,sumpah deh"
"mana mau gue sama es batu"sombong Tara.
"saya juga gak mau sama kepala batu"enteng Gevan.
"nyesel gue kenal Lo GEVANDRA!!!!!"bentak Tara.
"saya tidak nyuruh kamu buat kenal dengan saya"
"sabar Tara,sabar"
KINTARA CRISHTIANA MEGADARMA.
GEVANDRA ALEXANDER