Vampire Diaries

Vampire Diaries
Tunangan



**********


"Vandra kok lama sih,katanya cuma beli air doang kok lama"


"Ra"


"eh Vandra baru juga di pikirin udah nongol"


"nih buat kamu"


"makasih,itu sudut bibir kamu berdarah kenapa,biar aku obatin nih"


"gak aku gapapa kok tadi cuma berantem sama preman di jalan"elak gevan


"ohw"


Flashback on


setelah membeli minuman sepertinya tubuh Gevan tak kuat lagi,ia harus mencari mangsa terlebih dahulu,karena gevan tak mau jika ia bertemu dengan Tara dengan keadaan yang menunjukkan sisi vampir nya,bisa bisa misi nya gagal dan juga membawa kecelakaan bagi Tara karena selama ini gevan selalu menahan nafsu nya untuk tak memangsa tara.


"akkkhhhhh"tubuh Gevan limblung ke bawah dan meronta ronta namun sekian detik Gevan melihat seorang laki laki berpakaian putih abu lewat dengan jalan kaki.


"kau mangsaku"gumam gevan dengan mengeluarkan taring dengan bola mata memerah.


"ka..ka..u siapa"


"menjemput ajalmu"kata Gevan sambil tersenyum miring.seperti nya ia tidak bisa terkontrol saat ini..


gevan langsung mencengram leher laki laki itu...


"lepasin...lepasin.."ucap laki laki itu..


dan.....


kriiiiiikkk!!


"AKKKKHHHHHHH!!!!"suara teriakan laki laki tersebut.


"nikmat"gumam Gevan lalu pergi begitu saja meninggalkan jasad tak bernyawa tersebut.


Flashback off


********************


suasana riuh bagaikan di tengah pasar ada bunyi piring bergelud dengan sendok suara candaan dan Sura lainnya lah,bayangkan aja sendiri.


ya tempat ini adalah tempat yang di rindukan oleh mahasiswa kantin.


"Ra,ku kemana aja,di suruh buat pr malah gak kembali kembali sampai sekarang sama si Gevan tamvan"ucap Karin sambil memanyunkan bibirnya.


"bibir Lo gak usah kek gitu juga kali udah kek RAMPE aja lu"nada mengejek Tara


"anjing Lo ya,ngehina temen sendiri"


tiba tiba......


"eh eh ada sih PHO nih alyas perusak hubungan orang"teriak Anindya sambil memandang ke arah tara.Tara paham betul maksud gadis jalan* ini.


"masa iya udah di tolak masih aja ngarep"tambah si Julia.


"denger denger sekarang lagi Deket sama sih Gevan yah,"


Brakk!!


suara meja yang di Puku oleh Tara sehingga Tara dan anindya yang menjadi pusat perhatian warga campus.


"maksud Lo apa ha"


"ada yang marah dong....."


dan


bugh!!!!!


Anindya terpental sangat jauh akibat tendangan dari tara.semua orang yang melihat itu sudah berburuk sangka pada Tara SE akan akan Anindya lah yang menjadi korban.


"jangan pernah cari gara gara sama gue"ucap Tara dan menarik tangan Karin secara paksa dan keluar dari kantin tersebut.


"Rin,Lo duluan aja gue mau ke toilet nih"


"gue temenin"


"gak duluan aja,ntar nyusul dah"


"oke"


***


di toilet Tara bertemu seorang perempuan yang tak lain adalah Chaca.


"ada si muka dua nih"sindir Tara.


"diem kmu"dingin Chaca.


"ohw udah berani sekarang,makanya tadi pandai akting,belajar di mana,ajarin dong"


Chaca diam tak menggubris.


plak!!!!!!


sebuah tamparan berhasil mengenai pipi Chaca dari tangan seorang Tara.


"awwwsss"rintih Chaca.


"enak gak"


"kamu kenapa sih sama aku"


"Jordan kesayangan aku di mana nih"nada ejek ala Tara.


Tara mendorong tubuh Chaca kasar hingga ia terjatuh ke bawah.


plak


plak


Tara memberikan dua tamparan saking tak bisa menahan menahan emosinya dan membuat sudut bibir Chaca berdarah.


tiba Chaca menangis secara histeris dan mulai berakting.


tak disangka bisa bisanya Jordan dateng ke toilet perempuan entah itu kebetulan atau Gimana lah yang penting sekarang dia sedang berada di depan Tara dengan wajah sangat murka.


"TARA!!!"bentak Jordan dan berhasil membuat tata kaget.


"Jo...Jordan,ini gak seperti kamu k.."


plak!!


bugh!!!


Tara luruh kelantai saking kuatnya pukulan Jordan dan berhasil membuat bibir Tara berdarah persis yang dilakukan nya kepada Chaca tadi.


"Lo udah gue bilangin jangan macam macam sama Chaca,sampai sampai Lo buat Chaca kesakitan"


"Jordan,sakit banget di pukul sama Tara"rengek Chaca yang membuat Tara semakin jijik.


"tunggu ya sayang,gue urus dulu nih si jalan*"lembut Jordan kepada Chaca.


Jordan menjambak rambut Tara dan membuat kepala Tara sedikit mendongak ke atas namun reaksi nya tetap sama Tara tak merespon sedikit pun,karena sakit fisik nya tak sesakit hati nya disakiti oleh orang yang sangat ia cintai.


"gue ingetin sama Lo,gue gak bakalan cinta lagi sama Lo,gue benci sama Lo karena udah mengusik hidup gue dan Chaca,ngerti Lo!!"bentak Jordan.


"satu lagi,mulai hari ini pertunangan kita gue yang batalin secara sepihak"tambah Jordan.


"yuk sayang kita pergi dari sini muak gue di sini tau gak"


memang mereka tunangan sejak awal masuk campus dan itu pun karena terpaksa dan disini lah kisah mereka di mulai.


Tara hanya membeku di tempat dan air matanya terus mengalir namun ia menangis tak mengeluarkan suara.


"mengapa gue terjebak kayak gini,harus nya gue dulu harus lebih nolak lagi pertunangan gue sama Jordan sebelum gue udah terlanjur cinta pada Jordan,ini semua gara gara bunda"lirih Tara.


terlihat di balik pintu toilet sedang memperhatikan Tara yang sedang menangis.


"makanya,jangan pernah main main sama gue"ucap gadis itu lalu sebuah senyum miring terbit di bibirnya.


lalu ia pergi begitu saja dengan angkuhnya.


setelah setengah jam ia hanya menangis ia tak berniat memasuki kelas nya sama sekali ia hanya ingin pergi ke atap gedung sekolah nya untuk menangkan diri.


ya itu adalah tempat vavoritnya saat ia merasa kesepian.


setelah sampai di atap gedung....


"AKKKKKHHHHHHHHHH"Tara berteriak sejadi jadinya untuk melepaskan keluh kesah nya dan itu membuat nya sedikit lega.


"AKKKKKKHHHHHHHH"Tara kembali mengulangi hal yang sama.


"ayah Tara kangen ayah,yah andai aja ayah ada pasti semuanya gak bakalan kek gini yah"


"Jordan jahat,gue salah,gue salah karena gue udah jatuh cinta sama Lo,Lo brengsek anjing,Lo brengsek...hikkkkksss"Tara kembali terisak.


"ekhem"tiba tiba deheman seorang laki laki datang dan membuat sang empunya begitu kaget,bagaimana tidak tempat jalan ke gedung ini hanya Tara yang bahkan Karin pun sahabat terdekatnya tidak pernah tau.


suara deheman tersebut Tara saingan kenal bahkan sudah familiar di telinganya,begitupun aroma tubuhnya sangat di kenal sekali oleh Tara.


"Vandra"


"ngapain kamu kesini"tanya Tara yang masih terisak.


"kamu sendiri ngapain"tanya balik Gevan.


"ditanya,malah nanya balik"ketus Tara dan menampakkan wajah semula nya.


"udah nangis aja,gapapa"


"kamu denger"


"hmmm"


"tadi aku ngikutin kamu karena aku liat kamu babak belur dan menangis nangis keluar dari toilet, padahal ada kelas siang"


"penguntit"ketus Tara.


"biarin,kamu nangis kenapa"tanya Gevan.


"emmhuhhhhh"Tara mengehembuskan nafas frustasi dan tanda bahwa ia sudah lelah.


"aku capek"


"kamu ada masalah apa dengan Jordan ceritain aja"tanya Gevan dan berdiri di samping Tara.


jadi gini.....


Flashback on


hari ini di mana adalah hari pertama Tara masuk campus dan sekarang ia sudah pulang dan ia tenga berada di Mension yang sangat Megah milik seorang Darma Antariksa.


"Tara!"


"iya Bun"


"bunda mau ngomong"


"mau ngomong apa Bun"


"bunda mau kenalin kamu sama seseorang"


"siapa Bun"


"Jordan mercheleus Axel,anak temen bunda yaitu Tante mawar dan pak Kusuma"


"Tara gak mau Bun"


"kamu harus mau,besok bunda kenalin"


*****


"hallo Tante"sapa Tara kepada mawar setelah sampai di Mension keluarga kusuma.tara pergi bersama dengan bundanya.


"duduk di sini sayang"kata mawar sambil menepuk nepuk sofa mewahnya sebagai tanda isyarat.


"iya Tante"


"Jordan"


"iya ma"


"kesini bentar mama mau ngenalin kamu sama anak temen mama"sahut mawar.


setelah satu menit datanglah seorang Jordan dan susul oleh ayahnya,Kusuma.


"lah udah nyampe,buk Mega"sopan Kusuma.


"iya,ini saya datang bersama putri saya,Tara"


"Tara kenalin diri kamu ke Jordan"


"ta....tapi Bun"


Mega menatap Tara tajam dan memberikan isyarat.


"ha...iii... kenalin aku Tara"ucap Tara memperkenalkan diri.


"Jordan"risih Jordan.


"sayang yang sopan dong"tegur mawar.


"Gimana buk Mega,kapan pertunangannya di laksanakan"


"dua Minggu lagi"


"ma...mama gimana sih kita baru kenal ma...jangan main tunangan aja dong"


"Jordan,kalau kamu gak mau papa cabut semua fasilitas kamu"bentak Jordan.


"ma!"belum sempat Tara melanjutkan ucapan Tara langsung di potong oleh Mega.


"ga ada acara nolak"dingin Mega.


"yaudah pak Kusuma,buk mawar saya dan putri saya pamit dulu"


"ya,sering sering main kesini ya"


"baik buk mawar"


Tara dan bundanya langsung keluar dari Mension itu.


nah disini mereka sudah menjalankan tunangannya selama 1 tahun.awalnya Tara dan Jordan sama tak menyukai namun entah mengapa hati Tara luruh selama 1 tahun kepada Jordan,tapi tidak dengan jordan.ia malah memilih Chaca karena menurut nya Chaca lebih baik dari pada Tara.


selama itu juga Tara tersakiti karena disisi lain ia harus memikirkan bundanya,dan di satu sisi Tara juga sudah terjebak cintanya Jordan.Namun ia juga harus menjadi musuh nya Anindya karena ia mencinta Jordan di saat masih SMA.