Vampire Diaries

Vampire Diaries
first girls vs true girls



...***...


hari menunjukkan pukul 18:00.tara baru saja selesai dari mandinya.


Tiba tiba ada notif di ponselnya.


...Gevan❤️...


Ra,nanti malam jangan keluar ya.pliss ra.kali ini kamu jangan keras kepala dulu.


^^^iya iya.kamu bawel deh^^^


^^^read^^^


nanti kalau ada apa apa langsung telpon ya.


^^^iya^^^


^^^read^^^


Tara membanting ponselnya ke kasur.


"nggak bunda nggak Gevan selalu aja kek gini"ucap Tara sambil mengobati luka lebam akibat tadi campus.


Pasti mampus si Anindya tuh di tangan Gevan.


FLASHBACK ON


"Tara kamu kenapa Tara muka kamu kok lebam gini"ucap Gevan sangat khawatir.


"awss....gapapa cuma berkelahi dikit kok"ucap Tara meringis kesakitan.


"bilang sama aku,kamu berantem sama siapa"ucap Gevan dengan rahang mengetat,tangan terkepal kuat,sambil menggeramkan giginya hingga bunyi nya di dengar oleh Tara.


"sa..sa..sama anind.."belum sempat Tara melanjutkan ucapan nya,Gevan sudah berlalu pergi meninggalkannya secepat kilat.


FLASHBACK OFF


"semoga aja Gevan nggak ngapain Anindya deh.emang apa banget sih dosa gue hingga Anindya benci banget sama gue.soal Jordan,kan gue nggak ada apa apa lagi sama dia.soal Gevan kan gue duluan yang kenalan sama Gevan.aneh"gumam Tara.


"Van,semoga kamu orang yang tepat buat aku van.aku nggak mau kehilangan kamu van.aku sayang kamu"lirih Tara.


Tara sekarang cuma sendiri di rumah karena mamanya dan pak Frans sedang keluar seperti biasanya,keluar di bulan purnama.tara juga nggak tau mereka ngapain.


...***...


"untung aja mereka semua nggak tau kalau aku bukan 'manusia'.dan mereka juga nggak tau kalo aku yang udah bunuh gadis tengil itu.hhhhhhh"gumam Anindya disusul tawa receh di akhir kalimatnya.anindya sekarang tangah berada di kamarnya.karena sebentar lagi ia akan memulai aksinya.memburu manusia.


"jadi kecurigaan aku benar"sahut seseorang tiba tiba datang di belakang Anindya.


Suara berat tersebut sudah sangat familiar di telinga Anindya.


"Ge..Gevan."ucap Anindya tak percaya dengan orang yang ada di hadapannya."Van,aku lakuin ini demi kamu van.ya wajarlah aku bunuh manusia aku butuh darah aku haus van"imbuh Anindya.


"DIAM KAMU!!"bentak Gevan.


"Van kamu lupa ha.aku jadi vampir kek gini karena kamu,aku ingin selamanya sama kamu.aku cinta sama kamu"


"tapi aku nggak pernah nyuruh kamu buat jadi sosok vampir.dan itu resiko yang harus kamu tanggung buat jadi seorang vampir"ucap Gevan dengan nada rendah dari sebelumnya.


"aku bosan van.aku udah nggak punya orang tua.rasanya aku nggak sanggup hidup.tapi demi kamu aku jalani kehidupan ini dengan menjadi seorang vampir van.dan jangan lupa aku orang pertama yang membangkitkan kamu dari keterpurukan kamu.dan Jangan lupa Van,orang nyokap aku meninggal kareba bunda Tara van"


"TAPI AKU NGGAK CINTA SAMA KAMU,AKU CINTA SAMA TARA,AKU SAYANG SAMA DIA,DAN AKU NGGAK AKAN BIARIN SEORANG PUN MENYAKITI DIA.walaupun itu kamu dan walaupun akhirnya aku dan Tara nggak akan pernah bersama"bentak gevan dan diakhir kalimat dengan nada melemah.tangan nya mencengkram kuat tangan Anindya.


"awss sakit Van.lepasin deh"


"tangan kotor kamu ini kan yang udah mukul tara.ngaku kamu.dan aku nggak akan biarin kamu melukai tara.ngerti kamu.sekali lagi kamu nyakitin tara.aku pastikan kamu akan mengucapkan selamat tinggal pada dunia."


"van.kamu kenapa sih sama tara.emang aku kurang apa.dia hanya titisan darah suci.sedangkan aku...."tunjuk Anindya pada diri nya sendiri,"aku bisa abadi sama kamu selamanya dan aku wanita pertama yang hadir dalam hidup kamu van"


"kamu emang wanita pertama tapi Tara wanita sejati ku.aku ingatkan sekali lagi,dan mulai hari ini,kalau sampai tangan kamu ini bermain lagi dengan Tara,aku Pastikan kamu udah nggak ada di dunia ini lagi"senyum sumringah terbit di bibir Gevan.


brak!!!


Gevan membanting jendela Anindya sejadinya dan melompat dari atas balkon.


"hikss....kenapa kamu berubah Van,mana kamu yang manis dan lembut dulu van"ucap Anindya terisak.


"ini semua karena Lo Tara karena lo.lo sama aja sama bunda lo"


"Tara sialan hiks..."ucap Anindya tak henti hentinya terisak.


Anindya kamu yang sabar ya.aku Gevan akan selalu ada buat kamu.teman curhat kamu.


anindya kamu baik baik aja kan.aku khawatir Lo sama kamu.


ya tapi hubungan kita cuma sebatas temen anindya.seorang Gevan gak mungkin bisa bersatu dengan manusia.


memori dan kenangan Anindya dan Gevan dulu terus berputar di pikirannya.yang selalu menghantuinya.


tapi kini itu hanya lah sebuah kenangan.karena walau bagaiman pun Gevan tetap menganggap Anindya sebagai seorang teman.