
Kring....kring jam yang di tunggu datang juga setelah 2 mata pelajaran.
Tara terus berjalan berkeliling lapangan basket yang terus saja melamun sejak kejadian tadi pagi.Tanpa Tara sadara anak laki laki IPA 5 ada jadwal olahraga hari ini.
"awas!!!!!!!!" teriak seorang pemain basket.
bugh!! hampir aja boalnya mengenai kepala Tara.Namun,bola nya langsung di tahan oleh sosok laki laki,yang tak lain adalah Gevan.
"kamu mau celaka ha" ucap Gevan melembarkan kembali bola tersebut,dan membuyarkan lamunan Tara.
"kamu gak apa apa kan"khawatir gevan
"gue gak kenapa kenapa kok"jawab Tara
entah kenapa tiba tiba merasa pusing karena dari tadi pagi ia belum makan.sarapan di rumah bahkan Tara tidak pernah, karena tidak suka makan sendiri,ibunya langsung berangkat ke kantor buat kerja dan kerja lagi itu lah kerjaan ibunya tiap hari.mungkin perubahan sikap Tara saja Mega belum sebelum nya kenal.
kembali lagi ke Tara dan gevan
"sakit gausah ngampus"saran Gevan
"peduli apa Lo"ngegas Tara.
tanpa aba-aba gevan menggendong tubuh mungil Tara ala bridal style.
"eh..eh..Lo ngapain"
Gevan tak menggubris perkataan Tara
semua mata memandang ke arah mereka,banyak bisik-bisik yang terdengar di telinga Tara.
"itu Tara kan"
"pasti nyentil tuh ke anak baru"
"gak bisa lihat yang ganteng tuh"
"caper tuh dia"
bisik bisik warga sekolah yang bikin naik darah.namun,prinsip Tara selagi tak menyakiti fisiknya ia tak peduli.Toh,tau apa mereka tentang hidup Tara,selama ini perasaan Tara juga sudah tersakiti.
"turunin gue"ujar Tara
"cepat sembuh"ucap gevan.
gevan langsung menurunkan Tara dan pergi meninggalkan Tara yang masih mematung.
"maksud gevan apa"gumam Tara.
cie...cie..aroma aroma baper nih ye bund
antara Tara dan Gevan😘
"ahh serunya " sahut bahagia dari mulut Tara sakena siap mandi langsung tidur.karena capek seharian habis ngampus.
"Tara"panggil Mega,bundanya Tara.
"iya bund"malas Tara.
"malam ini jangan keluar rumah,apapun alasannya"tegas bunda sambil merapatkan jendela kamar Tara meletakkan nampan-nampan yang entah apa isi nya di setiap sudut ruang kamar Tara.
Memang malam ini bulan purnama,setiap bulan purnama bunda Tara selalu bersikap seperti itu,.Namun Mega sendiri selalu setiap bulan purnama keluar rumah dengan memakai pakaian serba hitam.
setiap selesai bulan purnama pasti ada kabar seorang meninggal dengan bekas gigitan di leher sama seperti ayah Tara.
Setiap di tanya kemana bunda pergi pasti jawab bunda seperti ini:. "Belum saatnya kamu tau!!!".
setiap Mega mengatakan itu Tara mulai bosan mendengarkannya.
kalau Mega keluar rumah pasti dia pergi bersama ajudan nya yai tuan Frans,asisten pribadi Mega.
"malam ini sangat aneh"ucap Tara
Tara meraih hp nya lelu mencari cari cerita tentang darkula/vampire
setelah ia baca....
"apa jangan jangan kematian ayah adalah penyebab seorang vampir,dan ada hubungannya sama darah suci
yang sempat ayah bilang"tebak Tara
"tenang ayah akan Tara cari tau siapa pembunuh ayah"tegas Tara
BRAK!!!!!!! bunyi pecahan kaca terdengar di jendela kamar Tara.
"siapa disana"
ketika Tara datang ia melihat sosok berjubah hitam sama persis seperti baju yang di kenakan bundanya tara.namun sosok itu langsung pergi. Tara menangkap manik hitam legam itu
"sialan"umpat Tara
"apa mungkin itu vam...ah tidak mungkin"
Tara langsung meraih selimut nya langsung tidur karena hari menunjukkan pukul 9:00 dan tata mulai memasuki alam mimpi.
"saya pernah bilang,jangan pernah titipkan darah itu pada manusia"bentak pria itu
"tapi itu bukan salah saya"
"tingalin bayi itu bersama saya "kata laki laki itu.
"jangan"
"non Tara "suara bibi Siti mengejutkan Tara
"ah ternyata cuma mimpi" Tara mah sudah terbiasa karena setiap pertengahan purnama ia selalu memimpikan itu
"mau makan non"
"gak bi,bibi boleh pergi kok"sopan Tara
"baik non"
************************
"HOS....HOS....hoss...."suara napas ngos ngosan dari sosok pria.sosok itu lari lari kian kemari menggeliat karena tak berhasil mendapatkan darah itu.bagaikan cacing kepanasan,sosok itu adalah Gevan.
ya Gevan lah yang di jendela kamar Tara tadi
"Saya belum bersedia untuk melukai kamu"lirih gevan
Bugh!!!! Gevan terlempar sangat jauh saking kuatnya pukulan pelaku tersebut.
namun gevan tak dapat melawan di keadaannya seperti ini,tubuhnya lemah tak berdaya,kepanasan dan pucat.
namun Gevan masih tetap melawan,gevan adalah tipe orang yang tidak mau di tindas.
Bugh!!!Pelaku itu juga hampir kehilangan kepalanya akibat pukulan gevan.
"hhhhhhhh....gue tau Lo gak bisa kan dapetin darah itu,maka gue yang akan mendapatkannya"kata sang pelaku
"jangan pernah Lo sakitin dia,ngerti Lo"tegas gevan.
kemudian dengan susah payah gevan bangkit lalu pergi ke markas meninggalkan sang pelaku yang bernama AYLAN TYLOR.
"gue yang akan menang"hhhhhhhhhhhhhh suara bangga dari Aylan.
***********************************
"moorning bunda"sapa Tara
"too"singkat Mega
"bunda mau kemana"
"kantor"
"bunda nanti ada rapat,bunda bisa datang kan"
"gak bisa Tara!!,suruh Tante Chika yang Dateng"suruh bunda.
"oh ya bunda kasih tau sekarang,tamat kuliah kamu harus jadi maneger di perusahaan bunda"tegas Mega
"gak Bun"
"bunda gak terima bantahan dari kamu,ngerti!" bunda menekankan kata kata nya
"Bunda ya emang gak pernah ngertiin Tara"lirih Tara
"kamu udah dewasa"gumam Mega
Brak!!bunyi pintu di hempas kasar oleh mega.karena Mega tidak suka di bantah.
"Ayah Tara kangen"
akhirnya part 4 selesai juga
mohon dukungannya ya
jangan lupa vote🙏🙏
KINTARA