Vampire Diaries

Vampire Diaries
purnama 2



...***...


"lah kok mobil gue oleng gini sih"gumam tara.tara memberhentikan mobilnya tepat di tempat sepi dan gelap."aduh anjir.pake acara bocor lagi nih mobil.sial banget sih gue."


"gue telpon Karin aja kali ya"dengan cepat Tara mengambil ponsel nya yang berada di atas nakas mobil.mungkin emang ini hari sialnya Tara mungkin ya,ponselnya malah mati.


"aduh gimana ya.ini ponsel juga nggak berpihak pada gue.sialan"umpat Tara.


Angin berhembus sangat kencang dan menyapu bulu kuduk Tara,seketika Tara membeku di tempat.


"k..kok gue merinding ya"ucap Tara sembari memegangi tekuknya yang kedinginan.


"hai nona apa kabar"


"sial.gue harus apa"lirih Tara dan memejamkan matanya ketakutan.


"Van tolong gue Van gue takut.."lirih Tara samar samar.


bughh!!!


tendangan mendarat di perut Tara hingga membuat sang empu tersungkur kebelakang.


"sialan,mau Lo apa sih anjing"dengan berani Tara mengucapkan kata tersebut.


"mau gue nggak banyak.cuma di utus buat nyulik lo"ucap pria tersebut.


bugh!!


Tara menendang masa depan sang vampir.oh tidak mati nggak ya😱.nggak mati kok.ingat dia vampir.


"berani nya nendang gue bangsat"


bugh!!


pria tersebut memukul punggung Tara dengan sekuat tenaga hingga membuat Tara tak sadarkan diri.


pandangan Tara mulai kabur Tan bisa melihat apa apa lagi.


Tara mengumpul tenaganya untuk mengucap kan tiga kata."GEVAN TOLONG AKU"teriak tara.setelah itu dia tak tahu lagi apa yang terjadi.


"dasar bocah bodoh"gumam pria tersebut.dan menggendong Tara untuk di bawa ke markas nya.


...***...


titt...tit....tit....


"ra angkat dong Ra telpon gue"ucap Karin sembari menggigit jari telunjuknya karena ketakutan.


"Ra Lo di mana sih"Karin Sangat khawatir pada Tara karena dari tadi ponselnya tidak aktif.


Karin teringat pada kata Gevan waktu itu di campus.


besok aja ke minimarket nya ya.kamu lupa hari ini hari apa.besok aku temenin ya


"padahal Gevan kan udah ngelarang Tara buat keluar saat bulan purnama.tuh anak keras kepala banget sih"kemudian Karin tampek memikirkan sesuatu."gue telpon Gevan aja ya"


tiiit..tit....tiiiiittt..


"nih anak juga kemana sih.gimana kalau Tara di bunuh sama vampir atau juga di culik.berbahaya nih"


...***...


saat ini Gevan sedang berada di kamar nya.diaemgurung diri di kamar,dengan tujuan dia tak mau membunuh manusia lagi.tapi ia harus menahan sakitnya karena ini adalah resiko baginya.Cara satu satunya untuk mengubah Gevan menjadi manusia seutuhnya adalah 'darah suci'


sementara yukha,Andreas,Bastian sedang siap siap untuk membantu para anggota melawan pasukan Aylan.Bisa jadi Mega juga menjadi lawan mereka.


sedangkan elzi dan Arjuna menunggu Gevan di balik pintu kamarnya jika terjadi sesuatu.


"saa...kit"ucap Gevan memegangi kedua kepalanya yang terasa hampir pecah.seluruh tubuhnya sangat-sangat pucat,dan sakitnya bagaikan di tusuk beribu ribu pisau ke dalam tubuh Gevan saat ini.ini adalah efek dari cahaya purnama.


"VAN LO TAHAN YA VAN.GUE YAKIN LO BISA VAN"teriak Arjuna dari luar.


"GAK USAH TERIAK TERIAK LU NAPA"bentak Elzi


"Kampret..lu juga teriak babi"umpat Arjuna karena tak mau di salahkan."diem lu.nanti aja debatnya"


"dieim Li ninti iji dibit nyi"ucap Elzi memanyunkan bibirnya mengikuti ucapan Arjuna sebelumnya.


entah mengapa tiba tiba saja telinga Gevan mendengar suara seseorang yang sangat familiar baginya.


Gevan tolong aku van.


suara tersebut dapat terdengar jelas di teling Gevan.


"Tara..nggak nggak mungkin itu Tara akhhhh"Gevan merintih kesakitan,karena setiap gerakan yang di lakukan Gevan akan menyebabkan nyeri dibagian sel sel kulit nya yang sensitif dengan cahaya matahari.


"ta .ta .Ra....tunggu aku ra"dengan susah payah Gevan berdiri dengan bantuan dinding ia menjalar keluar dari kamar.


"Gevan Lo mau kemana van"suara Elzi sangat panik.


"gu..gue..awss...mau nyusul tara"


"Van,Lo jangan gila kenapa sih.lo lagi sakit.lo bisa mati"ucap Arjuna dan mengeraskan suaranya.


"minggir"gumam Gevan.


Arjuna dan Elzi menahan tubuh Gevan agar tak keluar dari kamar."masuk Van"titah Arjuna.


"MINGGIR!!!!!"teriak gevan.sepertinya Gevan sudah habis kesadaran.


wajah Gevan terlihat sangat panik apalagi wajah nya sangatlah pucat seluruh tubuhnya sudah seperti mayat hidup.dan keadaanya sangat tidak memungkin ya untuk keluar.berdiri saja Gevan sudah sempoyongan.


"Tara Jun butuh bantuan gue Tara butuh bantuan jun"ucap Gevan memohon kepada Arjuna."tolong lepasin gue Jun,gue mau nyelamatin tara"


"kita ikut"sahut Elzi tiba tiba.


...***...


"awss,gue dimana"ucap Tara dengan pandangan yang masih kelam.


kedua tangan dan kakinya terikat dengan rantai yang sangat kuat.


tak...tak...tak...


bunyi langkah kaki terdengar ingin memasuki ruangan tempat dimana Tara di Sandra.


ceklek!!


"bagus,akhirnya sadar juga lo"


suara seorang perempuan di balik topengnya dan seorang pria yang Tara kenali.ya dia adalah Aylan yang waktu itu pernah mengganggu Tara sebelumnya.


"lepasin gue gue anjing"Tara mulai memberontak dan berusaha melepaskan rantai tersebut.


"percuma"gumam gadis tersebut yang tak lain adalah Anindya namun ia bisa sekali merubah suaranya sehingga Tara tak mengenali suara gadis tersebut.


"kamu cantik juga adikku.bahkan lebih cantik dari kakakmu ini"ucap Anindya


Tara sungguh tak mengerti maksud wanita ini.


"MAKSUD LO APA HA"bentak Tara


plakkk!!!


tamparan mengenai pipi mulus Tara.tamparan yang sangat kuat hingga membuat sudut bibi Tara berdarah.


Aylan sedari tadi hanya memperhatikan permainan Anindya dan duduk di sebuah kursi.


"bicara yang sopan dengan kakakmu ini adikku"gumam Anindya."Lo mau gue ceritain yang sebenarnya"


Tara hanya diam tak ingin menggubris pertanyaan gadis gila ini.


"oke karena Lo nggak menjawab biar gue sukarela menjelaskan."


"Mega itu seorang pelakor sekaligus pembunuh"


"dia udah merebut suami mama gue,dan lahir lah seorang anak haram bernama Mifta"Anindya menjeda ucapannya sebentar.


"mama gue depresi hikss...dan bunuh diri..hiks..."Anindya mulai terisak."INI SEMUA KARENA LO BANGSAD"teriak Anindya dan meninju batang hidung Tara.


bugh!!


"awsss sakit anjing"umpat Tara."Lo siapa sih sebenarnya,nyokap gue nggak pernah merebut suami siapapun"gumam Tara.darah bercucuran turun di hidung Tara.


"Lo bodoh atau gimana sih,"anindya menoyor kening Tara hingga kepalanya terhuyung kebelakang.


senyum sumringah terbit di bibir Anindya.


"gue kakak Lo,nggak kangen lo"Anindya menjeda ucapannya.


"satu lagi Tara adikku,Lo belum tau siapa Gevan.Gue memiliki kisah lebih dulu dengan Gevan di banding lo.jadi Lo tolong jangan rebut Gevan dari gue.cukup bunda lo"ucap Anindya.


"karena Lo nggak akan pernah bersatu dengan Gevan."


bughhh!


lagu lagi Anindya menendang perut Tara.


"gue benci sama lo"


"aws...."dara segar keluar bercucuran di mulut tara"tolong lepasin gue"lirih Tara.


"Aylan,Lo nggak mau sekalian aja bantai darah suci itu sekarang"teriak Anindya pada Aylan."lebih cepat lebih baik"


"tapi,kami udah buat kesepakatan"ucap Aylan ragu ragu.


"dengerin omongan gue dari pada Lo nyesel karena udah kecolongan"ucap Anindya.


"baik,Lo bener"gumam Aylan.


kemudian Aylan mendekati Tara.


"tolong lepasin gue plisss"lirih Tara.


ayah,Gevan tolongin aku.ucap Tara di dalam hati dan air mata nya mulai bercucuran di pipinya.


Aylan mendekatkan taringnya ke lehernya tara.dan senang karena penantiannya selama ini tak sia sia.


Aylan siap siap untuk menerkam Tara.


"hikss...."Tara terisak.


dan.....


...[BERSAMBUNG]...