
terdengar suara ricuh di Mading siswa yang entah apa penyebabnya.semua warga campus tanpa terkecuali datang ke tempat itu.
"Tara"
"Karin,apaan Lo kayak kaget gitu"
"Ra Lo harus liat di Mading,ceper sekarang juga"ucap Karin ngos ngosan.
"apaan sih"ucap Tara dan berlalu mencari tau apa sebenarnya yang terjadi.
sebelum sampai di Mading semua siswa menatap Tara dengan sangat jijik,entah apa maksud dari semua ini.
betapa terkejut hati tata melihat hal yang tidak senonoh ini,sampai sampai Tara memekap mulut dan seakan semua persendiannya luruh melihat itu semua.
ya,itu adalah foto Tara bersetubu* dengan om om.
"ah...gak..gak...gak mungkin,ini bukan gue"
"Tara,jujur sama gue,ini Lo"tunjuk Karin pada foto itu.
"Lo percaya"
"hmm..ya kagak lah..gue tau siapa Lo"
tiba tiba Anindya datang di antara mereka....
"UPS...ada si jalan*,di bayar berapa tadi malam,enak nggak"ucap Anindya tanpa filter.
sontak pertanyaan itu membuat seluru anak campus tertawa.
ayam campus tuh
cie...cie...om om dong
kirain polos..ternyata bangsa*
jijik gue...
kaya tapi kerjaan nya gak karuan
hhhhhhh.
suara tertawa keluar dari mulut siswa campus.
"heh diem ya Lo semua,ini tuh bukan Tara,Tara di jebak bahkan anak kecil pun tahu kalau ini tuh foto editan,anjirr"pekik Karin.
"kok Lo bela si jalan* sih,ohw iya siapa tau Lo ikutan juga ya...kan temen nya"
tiba tiba Jordan,Chaca,dkk datang ketempat itu.
"jadi ini kelakuan anak Tante Mega"ucap Jordan tiba tiba.
"jual diri,salah banget gue di jodohin sama Lo,dasar jalan*"
plak!!!!
tamparan mendarat di pipi Jordan
"hati hati Lo kalau ngomong,ini tuh bukan gue,gue di fitnah anjing"ucap Tara teriak teriak.
"maling mana mau ngaku"
tanpa basa basi lagi semua siswa melemparkan telur,botol kosong,dan semacamnya lah ke Tara dan Karin dan mereka hanya bisa pasrah.bahkan kepala tata sempat tekena batu yang di lemparkan dan membuat kepala tata berdarah,tak lupa kulit kulit terus yang mengenai semua tubuhnya.bahkan Tara sempat ter injak injak karena banyak nya siswa di campus ini.
tiba tiba.....
bugh
bugh
bugh
sebuah tendangan demi tendangan di dapatkan oleh seluruh siswa entah dari mana datangnya...dan membelah kerumunan.
"vandra"gumam Tara.
"berhenti atau gue bunuh kalian sekarang juga"dingin Gevan.Dan langsung menggendong Tara.
"pahlawan kesiangan,jalan* nih bos"ucap Ardan.
bugh
ohw sungguh pertarungan menyenangkan.
Ardan terpental sangat jauh dan membuat punggung nya terhempas ke sebuah meja yang berada di mading
"di bukan jalan* tapi lu semua yang bodoh,dan lu dasar banci"tunjuk gevan kepada Arya,Ardan,tak lupa Jordan.
"selama ini gue selalu liatin Lo bully Tara,Lo tampar dia,tapi kali ini gue nggak tinggal diam"
Anindya yang menyaksikan itu meremas meremas baju yang ia kenakan,ingin sekali ia menampar Tara saat ini juga namun apa daya dia nggak punya hak.
"Lo kenapa sih bela dia Van,secara lo tampan kok mau maunya sama jalan*"ucap seorang murid di campus tersebut.
"sekali lagi Lo ngomong kek gitu,gue potong lidah Lo"dingin Gevan dan menatap tajam seluruh warga Yang ada di campus.
"udah Van,kita pergi aja dari sini,gue sama Karin juga gapapa kok"
dasar caper
beruntung Lo dapetnya Gevan
kaya kaya tapi kerjaan nya di bar
semua cacian terdengar di telinga tara.namun saat ini dia tak bisa apa apa.
Gevan mencoba menangkan Tara dengan membawa nya roftoop campus.
"kalian berdua duluan aja,gue mau pulang aja,gue capek"ucap Karin.
"hati hati yah Rin,dan thanks buat semuanya"
"gue percaya itu bukan Lo kok,daaaa...."
kemudian Karin pergi ke parkiran mobil dan meninggalkan keadaan campus yang sangat ricuh dengan berita besar ini.
"hikss....hiksss...cobaan apa lagi dalam hidup gue"
"aku paling gak suka liat kamu nangis"
kemudian jemari Gevan mulai mengusap pipi mulus Tara.
"makasih Van,kamu nggak jijik sama aku,kamu percaya"
"jangan pernah bilang tak,aku percaya itu bukan kamu"
"kamu tahu semuanya van"
"tentang"
"aku dan Jordan"
"aku memang jarang ada di samping kamu ,tapi semua yang orang lakukan kepada kamu aku sangat tahu"
"sebegitu pentingnya aku"
"sepertinya"
"aku capek.."
"kamu ngomong apa sih Ra,aku gak suka"
"sini"ucap Gevan seakan akan menagih sesuatu.
"apa"
Gevan langsung mengambil ikat rambut yang berada di pergelangan tangan Tara,ini adalah kebiasaan tara yang selalu mengikatkan ikat rambutnya di pergelangan tangannya.
kemudian Gevan mulai mengumpulkan surai hitam nan lebat itu lalu mengikatnya.
rambut Tara tak terlalu panjang jadi gevan tak perlu susah payah mengikatnya.
Tara yang merasakan itu hanya terdiam,bahkan sosok bundanya tak pernah melakukan itu kepadanya.
"kalau ikat rambut tuh di kepala bukan di tangan"
"iya iya...Vandra"
"itu kepala kamu sakit yah"
"hmm...iya"
"kamu mandi gih di toilet,bau telur kamu"ucap Gevan.
"terus aku harus pakai apa,aku gak bawa baju ganti"
"nih"gevan melemparkan sebuah jaket hitam
"pake itu kan kaos kamu yang di dalam nggak kena tuh,jadi lampisi aja"
"jaket yang kemarin aja beli aku kembaliin,ini udah nimbrung lagi"
"gapapa pake aja"
"tunggu Ra"
"apa"
"aku mau ngomong sesuatu"
"apa"
"kamu itu bulanku,jadi jangan pernah hilang di malamku"bisik Gevan tiba tiba dan membisikkannya di telinga Tara.
"kamu juga,matahari ku,yang selalu menjaga dunia mu"entah apa yang mengerakkan bibir Tara untuk mengucapkan kalimat itu
lalu mereka memutuskan untuk berpisah sampai di sana.dan akhirnya Tara memutuskan untuk mandi di toilet sekolah,tentang kejadian tadi ia tak ambil pusing dulu.
"aku harus cari tau siapa yang berani memfitnah ku,memang cari mati dia"geram tara.dan berlalu masuk ke dalam toilet.
"Van makasih buat semuanya,matahariku"gumam Tara.
BTW KALIAN MAU TAHU KAYAK APA CAMPUS NYA TARA....NIH AKU KASIH LIAT YA.......
Seenggaknya matahari selalu menepati janjinya,hari ini ia pergi lalu esoknya kembali lagi _ devintakr