
...***...
"Cha,nanti kita kantin bareng ya.kek biasa"ucap Jordan kegirangan.secara Chaca ini kan pacar kesayangan sekaligus idaman.
"iya...iya...kami kok bawel banget sih dan.biasanya juga kantin bareng aku kan"
"iya sih ...cuma ingatin aja."
"bucin teroooss!!!"sambar Ardan dan Arga tiba tiba.
"apaan sih lu pada.iri aja lu"ketus Jordan.
"eh btw,kalian udah liat belum soal Tara dan anindya.ternyta itu foto rindu di fakultas teknik temennya anindya.dan di palsukan oleh Anindya."ucap Ardan panjang kali lebar.
"CK...gak urusan kita itu mah.biarin aja napa"ucap Jordan dengan bola mata membalas.
"eh..goblok lu lupa apa..lu kan bully dia waktu itu,dan lu kata katain kalau dia jalan*"
"ya terus gue mesti ngapain"
"ya minta maaf lah goblok"
"iya juga yah.gue merasa bersalah juga sih"ucap Jordan menggaruk tekuk nya yang tidak gatal.
"iya dan.aku juga setuju"ucap Chaca tiba tiba.
mereka kompak nanti pas keluar main buat minta maaf sama Tara karena udah memfitnah tara.tapi kayaknya nggak akan berjalan lancar deh.karena seseorang dari tadi memperhatikan interaksi antara mereka.siapa lagi kalau bukan Anindya.
...***...
entah mengapa hari ini terasa sangat aneh di campus ini.campus yang biasanya ramai kini terasa sepi.karena ada berita mengenai kematian seorang perempuan di bagian fakultas hukum meninggal dengan bekas gigitan di leher.dan berita ini sudah menyebar di seluruh campus,membuat semua murid di campus Gunadarma riuh akibat berita ini.
eh kalian udah denger berita belum
tentang meninggalnya Marissa ya dari fakultas hukum
jangan jangan vampir lagi.kan biasanya yang ada bekas gigitan kek gitu vampir yang bunuh karena haus darah.
gue ngeri njir.
mayat nya di temuin di belakang gudang campus kata pak Tono satpam campus.
kasian banget sih marissa
sepanjang koridor campus semua murid heboh mencaritakan tentang kematian gadis yang bernama Marissa tersebut.hingga berakhir dengan sampainya di telinga Tara dan Karin.
"eh..eh..itu kok orang orang pada heboh yah?"tanya Karin pada salah seorang siswa.
"Lo belum tau...tadi pagi pagi banget pak Tono nemuin mayat Marissa itu,dari fakultas hukum.kata sebagian orang sih mungkin di bunuh sama vampir deh.soalnya ada bekas gigitan gitu di leher marissa dan seluruh tubuhnya pucat pucat gitu"ucap gadis tersebut menjelaskan panjang kali lebar.
"dulu sih juga ada kasus kayak gini bahkan sering banget.tapi di sekitar komplek gue.ada cewek kadang cowok"ucap Karin
"aduh....ini kalau bener ulah si vampir berarti salah satu dari seorang siswa di campus ini bukan manusia tapi vampir"ucap Tara menjentikkan jari ke dagu.
"ga tau juga sih,gue cabut duluan bye!!"
"anjir..masalah baru anjir.VAMPIR"teriak Karin karena merinding mendengar ucapan Tara dan gadis tersebut.
"CK...udah ah ke kelas ayok.nanti kena hukum lagi"
"iya iya"
...***...
"pagi neng tara"sapa putra dengan semangat empat lima.
"hallo haprebadehhhhh.eh kalian udah denger berita belum?"tanya Karin dengan gaya noraknya.
"iya gue udah tau kali.lo nya aja yang kejam(ketinggalan jaman)"
"anjir lu ya.gue sumpel juga Mulut Lo kempret"
"emang nya ada apa"tanya gevan tiba tiba.
"jadi gini Van,tadi ada yang bilang kalau salah satu murid di campus ini meninggal akibat di bunuh sama vampir.kalau kata nya sih ada bekas gigitan di leher marissa.menurut aku nih ya Van,ini beneran ulah vampir dan pasti vampir yang sama,sama yang bunuh bokap aku Van."Tara menjelaskan kepada Gevan dengan sejelas jelasnya.
penjelasan Tara ini tentu membuat Gevan kaget.ini merupakan sebuah tuduhan.karena Gevan tak pernah mencari mangsa di sekitar campus apalagi salah satu murid di campus.karena dia nggak membuat kerusuhan.
Gevan merasa ada seorang vampir yang berkeliaran di campus ini selain dirinya.dan dia tau itu siapa.dan orang pantas di curigakan oleh Gevan.dia seorang wanita.
"van kok bengong"ucap Tara membuyarkan lamunan Gevan.
"ngak..kok.."ucap Gevan gelagapan.
"Van,temenin aku ya.nanti ke supermarket buat beli kebutuhan.sore ini ya"ucap Tara memohon.
"nggak ra.hari ini kamu nggak boleh keluar kemanapun.besok siang aja nanti aku temenin"
"emang kenapa Van..."
"kami nggak tau ini hari apa"
"CK..CK..sama aja kamu kayak bunda..iya deh"ucap Tara pasrah.
"tapi aku penasaran deh sama vampirnya.aku nggak mau ada korban lagi van.jadi bener berita tentang vampir itu nyata"ucap tara dengan nada melemah.
"nggak usah di pikiran.nanti aku bantu kamu buat ngilangin rasa penasaran kamu"
"caranya"
"liat aja nanti"
...***...
"maksud Lo apa ha"bentak Anindya kepada Chaca.
"maksud kamu apa"ucap Chaca dengan gelagapan.
mereka saat ini tengah berada di toilet sebelum jam istirahat.anindya sengaja mengikuti Chaca karena mendengar percakapannya dengan Jordan,Arga,dan Ardan yang ingin minta maaf sama Tara.
"jangan pura pura bego deh lo"ucap Anindya dan menoyor kening Chaca dengan kuat hingga kepalanya terhuyung kebelakang.
"kan dia emang nggak salah.kamu yang udah fitnah dia.aku udah capek nurutin perintah kamu"
plak!!!
tamparan mendarat di pipi Chaca.
"Lo kerja sama gue,jadi turutin apa kata gue.kalau Lo nggak mau gue bunuh.lagian sekarang gue juga haus 'darah' nih"ucap Anindya dengan senyum sumringah terbit di bibirnya.
ya.jadi yang selama ini Chaca lakuin di depan Jordan bukan untuk menjatuhkan Tara melainkan karena ia di ancam oleh anindya.dia terpaksa melakukan ini karena ia takut berhadapan dengan anindya.apalagi saat ia tau siapa Anindya itu 'sebenarnya'.
"mau apa lagi kamu.sudah cukup aku nurutin apa kata kamu"
"aku mau kamu nurutin permintaan aku yang ini.atau.....
nyawa kamu gantinya.."ucap Anindya tepat di telinga Chaca.