
waktu acara itu kamu bohong kan,kamu bilang kamu ada keperluan tapi kamu ada di acara itu,kenapa kamu nggak nemuin aku,ha kenapa Van"
"jadi kamu udah tau"
"yah"
"sebenarnya waktu itu aku malas aja untuk ikut,aku capek"
"kamu capek tapi menguntit"
"aku cuma mau menjaga kamu"
seketika mendengar ucapan itu jantung Tara berdegup sangat kencang.
Entah mengapa Tara sangat merasa nyaman bila dekat Gevan sehingga mudah sekali baginya untuk melupakan Jordan si brengsek.
"Van,aku boleh ngomong sesuatu nggak"
"boleh"
"jangan pernah tinggalin aku ya Van,aku pernah bilang kamu itu adalah matahari ku"
spontan saja bibir Tara tanpa filter mengatakan hal itu,mereka memang dekat tapi mereka baru kenal akhir akhir ini.
"Ra"ucap Gevan sambil memainkan ujung rambut Tara
"aku nggak bisa janji,bagi kamu aku matahari,jadi kamu tau artinya....artinya matahari memang memberikan kebaikan di bumi tapi kamu tau resiko nya,semakin dekat dengan matahari maka kamu yang akan tersiksa,"
"maksud kamu apa Van"
"hmmmm...suatu saat kamu pasti tau apa maksud ku"
seketika wajah Tara berubah kembali murung,
"Van,"
"hmmm"
"soal kamu nolong aku"
"pas saat itu aku berada di taman rumah Anna untuk jagain kamu,aku liat kok pertengkaran kamu Dangan Jordan.Dia memang brengsek.aku liat kamu lari lari dengan wajah yang sangat frustasi plus kecewa,ya aku ikutin kamu.karena aku tau apa selanjutnya yang kamu lakukan"kemudian gevan berhenti sejenak.
"kok brenti Van"
"aku berdiri di belakang kamu untuk mendengarkan keluh kesah kamu,tapi kamu nggak menyadari nya karena kamu sudah sangat kecewa.Pas kamu mau jatuh aku mau narik tangan kamu,aku hanya ingin kamu melepaskan semua rasa sakit kamu kepada air itu,aku kira kamu bisa berenang,tertnyata tidak,akhirnya...."
"kenapa kamu cium aku"kesal Tara.
"karena kamu kehabisan nafas,aku nggak tega"
seketika Tara memeluk Gevan di atas balkon kamarnya
"makasih Van"
Ohw tidak siapapun tolong Gevan,sekarang jantung nya ingin keluar dari dalam sana.
"Van kamu kenapa,sakit jantung"ucap Tara sambil melepaskan pelukan.
"e..ee..nggak"ini tidak biasanya seorang vampir di luluhkan oleh pemilik darah suci.
dari jarak yang sangat jauh Gevan bisa sekali mendengar langkah kaki yang masuk ke kamar Tara.
"Ra,aku pamit,daaa"kemudian Gevan meloncat dari atas balkon,dan sangat membuat Tara keget.
ceklek!!!
bunyi pintu kamar terbuka.
"bunda ngapain di sini"
"ambil ini"Mega mengulurkan sebuah ramuan penangkal vampir kepada Tara.
"buat apa bunda memberikan ini,bunda kan nggak pernah peduli sama Tara"
Mega tak menggubris pertanyaan Tara dia langsung keluar dari kamar itu dengan muka masam.
Tara meletakkan ramuan itu di atas nakas
"aku ngak ngerti sama bunda"gumam Tara.
"ini apa ya"
kemudian Tara melihat kembali dengan jelas botol ramuan itu,ternyata ada secarik surat di tempelkan di depan botol ramuan itu.yang bertuliskan....
2 hari lagi bulan purnama,kalau keluar jangan lupa bawa ramuan itu,vampir mengincarmu
itulah yang tertulis rapi di secarik surat tersebut.
"bunda sok peduli"ucap Tara dan melemparkan secarik surat tersebut.
**********
bugh!!!!
seorang gadis tertabrak oleh aylan.
"kalau jalan hati hati dong"ucap gadis tersebut.
yang salah sebenarnya adalah Aylan karena larinya secepat kilat jadi tak sengaja ia menabrak gadis tersebut.
"kamu ngapain disini"
"nyari mangsa"dingin gadis tersebut.
mumpung di bulan purnama kali ini Aylan kekurangan pasukan karena habis di bantai oleh pasukan Gevan jadi Sabi lah ya kalau Aylan kompromi dengan gadis ini.
"mau gabung nggak jadi pasukan gue"
"gak minta dan bukan tujuan gue"
"terus tujuan kamu jadi vampir apa"
"balas dendam"
"hmmm...Lo pikir Lo bisa jalani sendiri"
"aku bisa bantu kamu"ucap Aylan.
"oke aku terima,nih objek nya"ucap gadis tersebut dan melemparkan beberapa foto Tara dan Mega.
"hahahaha"
"gak ada yang lucu"
"tujuan kita sama,dia adalah pemilik darah suci"
gadis itu agak kaget mendengarnya karena dia tak tau sebelumnya kalau saudaranya ini memilki genetik darah suci itu.
"Lo mau darah suci itu"
"gue gak minat,tapi gue bisa bantu Lo,disini kita sama sama menguntungkan"sinis gadis tersebut.
"dua hari lagi bulan purnama pertama,jadi gue udah nyusun rencana"
"gue pergi dulu"
sampai di sana lah pertemuan singkat mereka.
"jadi Lo pemilik darah suci itu Tara,pantas ayah lebih sayang sama Lo"
**********
Di campus.....
"Fero,Lo udah mandi belum"
"gue nggak mandi pun banyak yang naksir"
putra,Candra,dan Karin dkk mendengar hal itu ingin saja mereka muntah saat ini juga.
"asal Lo tau ya,manusia normal itu mandinya dua kali sehari,mending Lo pulang mandi gih"
"siapa suruh Lo mandi 2 kali sehari,emang nya noda bakteri harus di kucek kucek gitu"
plakkk!!
putra menggeplak kepala Fero dengan buku milik Karin.
"put Lo apaan sih,mukul kepala dia pake buku gue,kan kumaaaann....."geram Karin.
"he...mulut Lo pedas banget ya,gue pake handsanitaizer kali,kuman pantat Lo"
"kan Lo sendiri yang bilang kalo Lo mandi 1 kaki seminggu ya pasti banyak kuman lah"
"pagi"sapa Tara saat memasuki kelas IPA tersebut.
semua tak ada yang menyahut kecuali karin,Candra dan putra.sedangkan Kathrin,chellyn,charlyn,Sisca hanya memalingkan wajah saja.
"eh neng Tara"jawab putra.
"masih berani sekolah"ketus Sisca.
"maksud Lo apa ha"banyak Karin tak suka.
"gua ngomong sama jalan* bukan sama Lo"
plak!!
Reflek tangan Karin melayang di pipi Tara.
"sekali lagi Lo bilang Tara kayak gitu gue potong lidah Lo"ucap Karin sangat kejam.
"udah lah mulut mercon,udah ada buktinya masih ngelak"ucap Faro nambahin.
"Fero diam fer,emang Lo liat kejadian sebenarnya"bela putra
"tau tuh,kalo belum liat gak usah ngadi²"ucap Candra nambahin.
"kurang bukti apa lagi coba,udah ada fotonya"ucap Fero.
"bisa jadi itu editan"dingin Tara.
"akhirnya ngomong juga Lo jalan*"
bugh!!!
tanpa di duga Gevan datang tiba tiba dan menerjang tubuh Fero.
"udah van,mati tuh anak orang"ucap putra melerai pertengkaran mereka.
sementara Fero sudah setengah mati menahan sakit akibat tendangan maut dari Gevan.
"jangan pernah bilang Tara kayak gitu atau Lo ucapin selamat tinggal pada dunia"dingin Gevan.
"udah Van,aku gapapa"cengir Tara sok kuat.
"kamu gausah sok kuat Ra"ucap Gevan.
sementara putra dan Candra membantu Fero untuk berdiri.
semua orang di kelas sangat iri dengan perlakuan Gevan kepada Tara.
"Ra mending Lo gausah masuk dulu Ra,nambahin pikiran,masalah Lo udah banyak"ucap Karin menepuk nepuk pundak Tara.
"makasih Rin,tapi kita ada proyek penting hari ini"
"santai aja,nanti gue kasih informasi ke elo"ucap Karin.
"gue keluar ya Rin"
"aku temenin"ucap Gevan.
"tapi Van"
"aku gak mau kamu kesepian dalam kesendirian kecuali ada aku"ucap Gevan.
...[BERSAMBUNG]...