Vampire Diaries

Vampire Diaries
Misteri



"aawwwsss"


"yaudah kita ke UKS sekarang ya"ajak Karin.


"Tara"panggil seseorang yang tiba tiba datang dari campus.


"vandra"


"biar aku gendong"


"gak usah,aku bisa kok"


tanpa basa basi lagi dan tanpa izin Gevan langsung menggendong tubuh tara ala brydal style.semua warga yang berada di campus berteriak histeris kaget karena laki laki tampan ini sedang menggendong Tara.


gue iri anjir


gak dapet Jordan,Gevan pun jadi


anjir tampan banget sih


gue juga mau


Gevan gue pusing nih


centil banget sih


begitulah kata kata yang Tara terima namun Tara tak menghiraukannya.hingga sampailah mereka ke UKS.


Karin sedari tadi hanya mengekor dari belakang.


"Rin Lo lanjutin ke kelas aja,biar gue yang obatin Tara"


"ta..tapi Van"


mendengar bantahan Karin,Gevan langsung menatap tajam Karin.


"o..ke"


Tara yang melihat itu langsung tertawa.


"hahahah,biasa aja kali natap Karin,liat tuh Karin ketakutan"ucap Tara sambil menatap kepergian Karin.


"sini luka kamu"


saat ini jarak wajah mereka sangat dekat hanya satu centi jaraknya,membuat jantung Tara berdegup kencang.


"kamu kenapa"


"gapapa kok"


"kamu aku antar pulang ya,keadaan kamu nggak memungkinkan untuk kelas siang"


"oke...kamu bawa mobil"


"hmm"


ternyata di balik pintu UKS ada Anindya yang berdiri dan memperhatikan kegiatan mereka...."tunggu pembalsan gue Tara".


**********


"naik"ucap Gevan sambil membukakan pintu mobil untuk Tara.


"Van kali ini mampir kerumah ya,plisssss aku mau kenalin kamu ke bunda"ucap Tara sambil memohon.


namun kali ini tak ada alasan lagi untuk gevan menolak.


"gimana Van,mau kan,plissssssss"


"oke"


"beneran ya"


"hmmmmmm"


********


sesampainya di Mension Darma Gevan memarkirkan mobilnya di halaman Mension milik Tara.


sungguh semua badan Gevan bergetar dia sangat bisa sekali merasakan aura ramuan penangkal vampir tersebut,namun ia tak punya pilihan lain.


"masuk Van,ngapain bengong di luar"kata kata Tara berhasil membuyarkan lamunan Gevan.


Gevan sangat bisa sekali melihat gelombang biru itu tepat di teras rumah Tara.


Tara masuk duluan dan tinggal sekarang Gevan di luar rumah.


saat Gevan akan masuk dan....


bugh!!!!


tubuh gevan terpental sangat jauh akibat ramuan itu yang sangat kuat,saat Tara ingin keluar rumah untuk memastikan Gevan udah masuk apa belum dan....


"Gevan.."teriak Tara.


"kamu kenapa kenapa,siapa yang mukul kamu"


"gapapa kok cuma kepelset dikit tadi"


gak mungkin cuma kepeset,bukannya tadi pagi bunda menaburkan sesuatu di teras,pasti itu alasannya karena tadi gue kayaknya liat vandra terpental sangat jauh akibat ada hambatan dari teras ini.batin Tara berkata kata.


"Ra,aku pulang duluan ya"


"ha,kok cepet banget,belum juga masuk"


"aku pusing soalnya,aku pulang dulu ya"


"yaudah deh"


kemudian tanpa Tara sadari Gevan sudah sudah berada di mobilnya sangat cepat.


"daaaa,,hati hati ya"


"sepertinya malam ini aku harus ngomong sama bunda gimana pun caranya"


********


malam ini sangat menyeramkan karena ada suara badai di sertai ****** beliung namun kali ini hujan tak ingin ikut campur dulu biarlah pertarungan antara badai dan petir dulu.


"Tara"panggil Mega.


"ada yang mau bunda bicarakan sama kamu"


"Tara juga bunda,ada yang mau Tara bicarakan"


"kamu dulu aja Tara"


"bunda ciri ciri vampir itu bagaimana bunda"tanya Tara to the point.


"berarti alur nya sama"gumam bunda.


"vampir itu sangat takut dengan matahari,bawang putih,dan ramuan penangkal vampir,kecuali saat di mamakai cincin penangkal matahari barulah dia bisa beraktivitas sebagaimana layaknya manusia pada umumnya"


"vampir itu ada yang setengah manusia,karena suatu hubungan terlarang antara manusia dan vampir"


mereka bercerita di sertai badai dan petir...


"tadi yang bunda taburkan di teras itu apa Bun"


"itu lah ramuan penangkal vampir,supaya vampir itu tidak bisa masuk ke Mension ini untuk mengincar kamu"


"kenapa cuma Tara doang Bun"


"bukan cuma kamu tapi juga kakak kamu,tapi dia sudah tiada akibat Bun yang terlalu ceroboh"


"maksudnya bunda kak Mifta"


"iya"


"jadi kak Mifta meninggal karena vampir"


"sekarang kamu incarannya"


"dengan tujuan apa bunda"kali ini wajah Tara benar benar serius.


"entahlah bunda juga belum tau"


"Tara,mana gelang yang bunda kasih waktu itu"


"di laci kamar Bun"


"pakai itu saat kamu keluar malam jangan pernah tinggalkan"


"bunda,emangnya bunda mau ngomong apa"


kali ini mereka bertukar alur,kalau yang tadi tentang vampir maka kali ini berbeda lagi.


"kamu memilki saudara tiri"ucap Mega dingin.


sontak pernyataan itu membuat Tara kaget bukan main,setahunya kakaknya cuma satu yaitu Mifta Cristiana megadarma.


"ma..ma..ksudnya Bun"


"dia adalah anak dari ayah kamu dan perempuan lain"


"ayah selingkuh Bun"


"bukan,tapi bunda yang merebutnya dari wanita itu,bunda khilaf,hingga membuat wanita itu bunuh diri dan anaknya di rawat di panti asuhan"


"bunda gak bohong kan"


"kamu hati hati ya sayang musuh kamu bukan cuma vampir tapi juga manusia"


"jadi maksud bunda sekarang dia mau balas dendam"


"ya"


"soal vampir belum semuanya,dan belum saatnya tara bunda ceritakan ke kamu"


kemudian bunda segera berlalu dengan mata berkaca kaca,Tara bisa sekali melihat hal itu,ia merasakan pasti bundanya tengah bersedih karena kehilangan sosok suami dan sosok anak.


"kok malam ini beda banget ya"gumam Tara


************


terlihat seorang gadis sedang tergopoh gopoh ke makam seseorang.


makam tersebut bertuliskan nama seseorang yaitu


ALM.DARMA ANTARIKSA


"ayah aku kangen,kenapa ayah hanya sayang kepada Tara,kenapa ayah melupakan aku yah,hiks.....hikss....ayah jahat,tapi aku sayang ayah"gumam gadis tersebut sambil menangis di bawah badai dan petir yang menjadi saksi dan bisu.


"sakit yah sakit"seperti nya gadis ini akan membalaskan dendam yang sangat besar.


kemudian gadis itu berpindah makam,kali ini makan tersebut bertuliskan nama....


ALM.ANALISA WIJAYANTI


"mama...aku kangen mah,andai aja mama masih ada pasti aku nggak kek gini mah,ini semua gara gara kamu Mega!!"tangam gadis tersebut terkepal kuat.


"mah,tenang aja akan aku balaskan dendam mama,kita tunggu aja permainannya"geram gadis tersebut.


"kalau bukan karena gadis bernama Tara,Mifta,dan Mega itu,pasti kita sekarang hidup bahagia bersama ma,tapi nyatanya kebahagiaan aku di renggut oleh keluarga Mega"


"DASAR BAJINGA*!!!"umpat gadis itu berteriak teriak sejadinya dan ber- adu kencang dengan petir bahkan seakan gadis itu berlomba dengan petir yang menyambar kemana mana.


kemudian mata gadis itu Berubah berwarna merah dan mengeluarkan taring yang sangat panjang.gadia itu menerbitkan senyum miring di bibirnya.


"tunggu pembalasan gue TARA CRISHTIANA MEGADARMA"gumam gadis tersebut.


kemudian ia memberi cakaran ke beberapa pohon dengan kukunya yang panjang sepertinya deritanya saat ini benar benar besar dan ia hanya merasakan sakit seumur hidupnya,sedangkan sosok Tara selalu mendapatkan kasih sayang seorang ayah walaupun tidak dengan bundanya.


kemudian gadis itu lari secepat kilat ala vampir dan menembus petir dan badai yang menjadi penghalang bagi manusia tapi tidak dengan sosok vampir.


dari tadi ada sosok pria yang memperhatikan kejadian tersebut.


"hmmmmm....kau akan jadi rekan terbagus ku"gumamnya dan dilanjutkan dengan kekehan renyah di antara petir dan badai yang menyambar.


KINTARA CRIATIANA MEGADARMA



GEVANDRA ALEXANDER