Vampire Diaries

Vampire Diaries
kebencian



Di sebuah Mension yang sangat megah,sampailah sebuah mobil sport yang di kendarai pria tampan atau di kenal dengan mist wanted di universitas Gunadarma,dan dia adalah Jordan.dan ini adalah mension Kusuma.


setelah Jordan memarkirkan mobilnya ayahnya sedang berdiri di pintu Mension untuk menunggunya.


"Jordan ayah mau bicara"


"apa yah,Jordan capek,mau rebahan dulu"ucap Jordan dengan bola mata memalas.


"ini penting"


"yaudah iya"


"apa benar kamu memutuskan tunangan kamu sepihak dengan Tara"


"iya"


"bisa bisanya kamu bilang iya,ayah malu,mau tarok di mana muka ayah jordaaaaan"nafas frustasi terdengar jelas dari bibir sang ayah.


"yang malu itu Tante Mega,bukan ayah,yang memilki anak ****** seperti Tara"


"maksud kamu apa Jordan"


"lihat ini Aya"


Jordan memberikan 2 lembar foto yang sempat ia ambil di Mading dan memberikan kepada ayahnya.


ayahnya sangat kaget bukan main melihat putri seorang Mega melakukan hal tak senonoh seperti ini.


"ayah yang akan bicara kepada Mega nanti,bisa bisanya dia memberikan putri jalan* nya ini kepada kamu"ucap Kusuma dengan sangat Geram.


************


sekarang sampailah Tara ke Mension keluarga darma antariksa.


di depan pintu bunda nya dan tante Chika sedang menunggu Tara sepertinya.


"bunda,Tante"sapa Tara dan tanpa aba aba.....


plak!!!!


sebuah hadiah mendarat di pipi tara.pelakunya adalah mega.dan Mega meleparkan beberapa foto tepat ke depan wajah Tara.


"apa ini"dingin Mega.


"bunda ...ini gak seperti bunda bayangkan,Tante Tante percayakan ini bukan Tara"ucap Tara memohon.


"Tan.."belum sempat Chika menjawab langsung di potong oleh Mega.


"diam dulu Chika...bunda gak pernah ngajarin kamu kayak gini Ra,maluin keluarga aja kamu,apalagi ayah masih hidup dia pasti malu punya anak kayak kamu,ga tau diri,kurang uang apa kamu,selalu bunda kasih kan"


plak!!


lagi lagi tamparan yang Tara dapatkan.


"INI BUKAN TARA BUNDA.SEJAK KAPAN BUNDA NGAJARIN TARA HA,BUNDA GAK PERNAH ADA BUAT TARA,TAR KESEPIAN BUN,DAN AYAH BUNDA GAK BISA NGUNGKIT MASALAH AYAH"bentak Tara.


"asal kamu tau,bunda sayang kok sama kamu,tapi kenapa kayak gini kelakuan kamu di luar"


"haaa,sayang tau apa bunda tentang sayang"


plak!!


"diam kamu Tara"


"kak udah kak,kasian Tara kak"ucap Chika menghentikan Mega saat ingin memukul Tara lagi.


karena sudah merasa muak Mega langsung pergi meninggalkan mereka.


"Tan"lirih Tara.


"udah Ra,Tante percaya sama kamu,kita selasaikan masalah ini sama sama Ra"ucap Chika sambil menyeka sudut bibir Tara yang berdarah akibat tamparan Mega.


masuk sayang obati diri kamu dulu.


"iya Tan"lirih Tara karena semua persendian nya sangat luruh saat ini,semua pristiwa yang tak pernah ia bayangkan terjadi saat ini juga.


ternyata di balik pertengkaran mereka seorang gadis tengah memperhatikan kejadian tersebut.


"hmmmmm...ini baru permulaan,gue bakal bikin keluarga kalian hancur,karena mengusik ketenangan mama gue"senyum smirk terbit di bibir gadis tersebut.


******


tiliiit....tililit....bunyi ponsel berdering di saku celana gevan.


"hallo"


^^^halo Van,ratu Maryana menyuruh kamu ke markas ada yang mau dia bicarakan sama kamu^^^


"oke Jun,gue kesana sekarang,makasih"


tiiiit...sambungan diputuskan oleh Gevan.


tanpa kendaraan apapun,gevan hanya berlari secepat kilat ala vampir,dan tanpa membutuhkan waktu lama Gevan sampai di markas bawah tanah keluarga ockhlan.


"Van,ratu udah nunggu kamu dari tadi,kayaknya penting deh Van"


"oke Jun,sekarang di mana ratu"


"markas"


tanpa pikir panjang lagi Gevan langsung berlari ke markas dan sampailah dia di tempat tujuan.


"duduk"pinta Maryana tanpa basa basi.


"kamu lupa 3 hari lagi akan ada bulan purnama pertama,itu pertanda bulan purnama kedua tak lama lagi"


"saya tau ratu,jadi misi saya di bulan purnama pertama apa ratu"


"hmmmm...menurut perkiraan,aylan dan para pasukannya akan mengincar sang pemilik darah suci di malam itu"


"itu curang ratu,bukankah kita sudah sepakat tentang perjanjian itu"


"aylan adalah orang yang sangat licik,jadi ayah kamu,ockhlan ingin kamu yang mengambil alih pertarungan itu 3 hari lagi"


"ayah kenapa ratu"


"tidak apa apa,kerjakan saja misi mu"


Gevan melihat ada sesuatu yang di sembunyikan ratu Maryana sebenarnya tapi apa.


"kamu boleh pergi Gevan"


"baik ratu"ucap Gevan sopan dan meninggalkan Maryana tinggal di markas,ya itu adalah tempat abadinya,karena ia tak mau bertemu musuhnya yaitu matahari,walaupun cincin penangkal matahari sudah diciptakan entah mengapa Maryana tak mau mengenakan itu.



...ilustrasi cincin penangkal matahari...


...***...


sementara di satu sisi.......


"bagus kerjaan Lo bagus berakting Cha"ucap seorang gadis kepada gadis yang menjadi objeknya hari ini.


"nih bayarannya"ucap gadis tersebut sambil melemparkan amplop berisi uang sangat banyak.


"sa..sampai kap..an saya melaksanakan tugas ini"ucap gadis itu ketakutan.


"sampai dia menderita"ucap gadis tersebut dan diakhiri tawa renyah.


"sekarang Carikan saya mangsa,saya haus"ucap gadis tersebut sambil memegangi kerongkongannya yang kering.


"ma..maksudnya"


mendengar hal itu gadis itu mengeluarkan mata merahnya dan tak lupa taring panjang dan tajam dan membuat gadis itu ketakutan.


"ka..kamu vam..vampir"


"kamu baru tahu hhhhhh,dasar bodoh,sakrang Carikan saya mangsa atau kamu saya jadikan mangsa saya malam ini"ucap gadis tersebut tersenyum miring.


"baik"gadis itu lari terbirit birit mencari mangsa dan juga sangat ketakutan.


"dasar bodoh,mana mau saya memangsa dia,sedangkan dia sekarang adalah orang suruhan saya"hhhhhhhhhhhhhhhhhh"


"awas kamu Tara"gumam gadis tersebut dan mengeluarkan beberapa foto Tara yang berada di Mading siswa tersebut.


"Gevan milik gue dan gak boleh milik Lo,cukup ayah gue yang Lo milikin"


***********


"kapan pederitaan gue akan berakhir"gumam gadis tersebut di balkon kamarnya sambil merenungi nasibnya.


"mungkin Sampai gue nyusul ayah"


"kamu gak boleh nyerah"ucap seseorang tiba tiba muncul di belakang Tara.


"VA..vandra,kok kamu bisa di sini"


"aku loncat"


"yang benar kamu"


"hmmm"


"aku paling gak suka di saat ada seseorang yang menyerah dengan hidupnya"Gevan menampakkan wajah seriusnya.


"Van....hiksssss"tara tak dapat lagi menahan tangisnya dan Tara menumpahkan seluruh cairan bening di matanya ke dada bidang milik Gevan.


"nangis aja,keluarin semuanya,asalkan satu,jangan pernah nyerah"gumam Gevan sambil mengusap Surai hitam milik Tara.


Tara semakin kuat menangis dan semakin erat pelukannya kepada Gevan.


"kamu tau bulan kan,Bulan itu tak pernah menyerah menyinari malam yang sangat gelap dan sunyi,tak ada siapa siapa kan yang menemaninya kecuali bintang,itu pun kalau bintangnya hadir"


"bintang tak pernah menemani bulan karena bintang itu yakin dengan bulan,bahwa bulan itu takkan pernah menyerah menyinari malam tanpa bantuan bintang"


mendengar hal itu tangis Tara mulai mereda dan mendongakkan kepalanya keatas memandangi wajah tampan sang Gevan.kali ini wajah Gevan benar benar serius.


tapi yang menarik perhatian Tara bukan itu,namun tahi lalat di dahi laki laki tersebut.kemudian terlintas di benak Tara tentang first kiss nya di saat terbenam waktu acara ultahnya Anna.


"Van,boleh nanya gak"


"apa"


"kamu kan"


"apanya"


"yang nolong aku"


"maksud kamu Ra"


"waktu acara itu kamu bohong kan,kamu bilang kamu ada keperluan tapi kamu ada di acara itu,kenapa kamu nggak nemuin aku,ha kenapa Van"


"jadi kamu udah tau"