Vampire Diaries

Vampire Diaries
kenyataan



"nah,nyampe juga akhirnya"ucap Tara merasa lega.bagaimana tidak udah 1km berjalan kaki dari taman ke pemakaman umum.tapi kalau di temani Gevan sih gak sebegitu capeknya.


"makam ayah kamu di mana"ucap Gevan."nomor berapa"


"kamu kira ini rumah kamu"ketus Tara."pake nomor segala".


"dih,kamu jutek banget sih ra.kan aku gemes"


setelah berkutik satu sama lain begitu juga Tara yang tak henti hentinya berceloteh,akhirnya menemukan makam ayahnya.


"nah yang ini makan ayah"tunjuk Tara pada salah satu makam yang bertuliskan.


...ALM.DARMA ANTARIKSA...


melihat nama itu seketika tubuh Gevan kembali bergetar.namun ia kembali menenangkan dirinya.


Gak mungkin dia van.gak mungkin.Hati Gevan berkata kata.


"ayah,Tara Dateng nih,bawa calon pacar Tara".ucap Tara dengan kekehan kecil."yah,Tara kangen."kali ini Tara sungguh tak dapat membendung air matanya.kerongkongan nya mulai merasa kelu.Namun ia berusaha tetap menahannya.


Gevan berusaha menutupinya dengan mengusap nisan esemen tersebut.


"om,kenalin om aku gevan"ucap Gevan."pacar Tara om"


wajah Tara terlihat sedang tidak baik baik saja.


hallo putri kecil ayah.tara Mau eskrim ayah beliin ya


bobok yuk sayang udah Malam nanti di gigit nyamuk


Tara sayang udah makan,nanti sakit Lo.


Tara mau eskrim yang mana biar ayah beliin.


Tara gak boleh nangis nanti tambah cantik wajahnya.


kenangan dan ingatan tantang dirinya dan ayahnya terus berputar putar di memorinya.bagaimana kasih sayang ayahnya seperti seorang bunda baginya.tapi tuhan berkehendak lain,ayah Tara tak ingin berlama lama dengan nya.ayah Tara ingin Tara mandiri tanpa kehadiran ayah di sampingnya.


"hikss...."Tara meneteskan cairan bening di pipi nya.


"udah nggak usah nangis,ayah kamu nggak suka kalau kamu nangis"ucap Gevan dan jari jarinya menyeka air mata di pipi Tara.


seketika tubuh Tara limblung ke pelukan Gevan dan memperbesar isakan nya.


"hikss....aku kangen ayah Van,dia udah bunuh ayah aku van.kalau waktu itu aku nggak jalan jalan sama ayah mungkin ayah masih ada hiks...."ucap Tara sambil terisak di pelukan Gevan.


Deg!!!


bagikan di tusuk beribu ribu panah jantung Gevan saat ini melihat keadaan Tara.Ia tau penyebab kematian ayah Tara ini adalah dirinya tapi dia karena foto yang di lihat di rumah Tara adalah foto seseorang yang pernah menjadi mangsanya.


mau apa kamu?


mau darah kamu.


tolong jangan bunuh saya,putri saya sedang menunggu saya.


saya tidak peduli.


tolong jangan bunuh saya.putri saya masih membutuhkan saya.


tolong jangan.putri saya sendiri,dia tidak punya siapa siapa.tolong!!!.


air mata Gevan juga ikut menetes.


"Ra,kenapa harus kamu ra.sekarusnya aku tidak melakukan itu dulu.tara tolong maafkan aku".ucap gevan,namun ia hanya bisa mengucap itu di dalam hati.belum saatnya ia jujur kepada Tara bahwa dia adalah orang yang perenggut kebahagiaan Tara.


Tara melepaskan pelukannya dari Gevan.ia melihat Gevan juga ikut menangis.ia berpikir Gevan menangis karena ikut merasakan apa yang di rasakan oleh tara.padahal tidak,Gevan saat ini sangat takut jika suatu saat Tara akan membencinya dan meninggalkan nya.


"Van,udah nggak usah nangis,tadi kamu melarang aku buat nangis.sekarang kamu juga ikutan nangis.gimana sih kamu Van"ucap Tara dengan nada mengejek.


"aku nggak papa kok"


Tara hanya menggelengkan kepalanya tanda ia tak tahu apa apa.


"yaudah,nggak usah kamu cari"gumam Gevan.


"maksud kamu apa Van"ucap Tara dengan meminta penjelasan dari perkataan Gevan.


"karena pembunuh itu sendiri nanti yang akan mengakui diri nya sendiri"ucap Gevan.


lagi lagi Tara di buat bingung oleh Gevan.ia sungguh tak mengerti maksud dari perkataan gevan ini.


"nggak usah dipikirin ya,ayah kamu udah tenang di sana"


Tara hanya menggeleng pelan mendengar ucapan Gevan.


langit yang semula indah bercahaya dan memancarkan sinar matahari tiba tiba mendung dan mulai robek.menteskan bulir bulir bening yang membasahi permukaan bumi.


"Van hujan Van"


Gevan memandang langit ke atas dengan tatapan penuh arti"Ra,kita berteduh di sana aja ya"ucap gevan sembari menunjuk sebuah pohon besar yang di perkirakan bisa menghalangi mereka dari bulir bulir bening yang membuat mereka basah kuyup.


mereka berteduh di bawah pohon besar yang sangat rindang.seenggaknya itu bisa menyelamatkan mereka.


Gevan melepaskan jaket kulit hitamnya,dan menampakkan otot otot besarnya yang hanya di balut kaos putih oblong.


"kamu pakai ini"ucap Gevan dan memakaikan jaket tersebut ke tubuh Tara.


"kan kamu juga kedinginan.nih udah basah semua"ucap Tara menyibak nyibakkan rambut Gevan.


"kamu ganteng ya,kalau rambut kamu lagi basah kayak gini"


"udah gak usah muji muji deh"ucap gaven malu malu."pakai aja jaket nya nih."dan menutupi pakaian Tara yang basah.


"iya..iya"


"kapan nih hujan berenti nya"


"kamu sih ra,tadi pake nangis nangis segala.kan hujan nya juga ikut turun"


"CK...kok jadi aku.kan kamu tadi juga na..."belum sempat tara melanjutkan ucapannya tubuh nya tiba tiba di peluk oleh Gevan sangat erat.


"Gevan,kok manja gini sih"


"aku pengen di peluk sama kamu"


"iya tapi aku sesak nih.lepasin dong,aku sesak napas nih"ucap Tara memohon


alih alih untuk melepaskan pelukannya,Gevan justru mempererat pelukannya.


"GEVAN!!"teriak Tara.


namun tak ada respon sama sekali.


Tara mendapatkan ide.tara menggelitik perut Gevan berusaha membuat pelukannya terlepas.


"hhhhh...tata udah geli...hhhhhh"ucap Gevan sembari tertawa.


"hmmm..rasain kamu,siapa suruh meluk meluk tanpa izin ha"ucap Tara dan tak henti hentinya menggelitik perut Gevan.


"hhhh....Tara udah..hhh....perut aku sakit udah gak kuat ketawa"


"yaudah aku lepasin,awas kamu kalau nakal lagi"


"iya....iya..."


...kamu menganggap ku matahari mu.padahal aku bukanlah matahari mu.karena aku tak bisa menepati janjiku.aku akan pergi meninggalkan mu.Dan aku tak kan mungkin kembali lagi.mungkin aku hanya jadi hujan untuk mu.datang untuk sementara dan hilang secara tiba tiba hanya untuk menyembuhkan luka mu.jadi tolong jangan percayai aku,karena aku bukanlah matahari mu._Dear Gevan_...


gevan hanya bisa tersenyum miris menyaksikan tawa indah nya tara.karena ia yakin Tara tak akan mendapatkan tawa itu lagi.yang ia dapat mungkin hanya sebuah tangisan yang ia ciptakan untuk menangisi bajingan seperti Gevan.Gevan seorang pembunuh,perenggut kebahagiaan tara.dan dia juga akan membunuh Tara selanjutnya.Jadi,gevan tak seharusnya menerbitkan senyum yang telah lama hilang di bibir tara.karena itu hanya menambah luka bagi Tara.


...kamu bulan ku yang selalu tersenyum menghiasi dunia mu.padahal diri kamu sendiri tak memiliki seorang pun untuk membuat mu tersenyum._Dear tara_...