
Aylan mendekatkan taringnya ke lehernya tara.dan senang karena penantiannya selama ini tak sia sia.
Aylan siap siap untuk menerkam Tara.
"hikss...."Tara terisak.
dan.....
"lan tunggu dulu lan"teriak Anindya tiba tiba
"apa"ucap Aylan tak sabar saat merasakan aura darah tersebut semakin dekat.aylan memundurkan langkahnya beberapa langkah.
"gue mau bilang sesuatu,"ucap Anindya dan mendekatkan diri kepada Tara."lo mau tau Gevan itu siapa.itu pertanyaan gue sebelum Lo mati"ucap Anindya."Gevan itu nggak seperti yang Lo bayangin"imbuh Anindya.
"gue gak mau denger omong kosong Lo bangsat"umpat Tara dengan kondisi yang mengenaskan.
"dasar bodoh.oke.....lanjut lan"senyum smirk terbit di bibir Anindya.
Aylan kembali memajukan langkahnya.
bugh!!!
Tara menendang tepat di bagian perut Aylan hingga membuat Aylan sangat sangat marah.
"lepasin gue babi"
"sialan"umpat Aylan"Lo nggak bakal gue lepasin anjing,Lo bakalan mati diam aja lo"
Aylan mencekek leher Tara sekuatnya hingga membuat Tara kehabisan napas.
"le..le..pas..in....g..ue.."ucap Tara terbata bata.
sedangkan Aylan kembali memajukan taringnya ke leher Tara dengan tangan yang masih mencekik leher Tara.
Anindya yang melihat itu hanya tersenyum bahagia menyaksikan adiknya tersayang menderita.
BRAKK!!!!!
suara pintu di tendang oleh seseorang.
Aylan melepaskan cengkeramannya dari leher Tara.
"uhuk....uhuk..."Tara tebatuk batuk kepalanya merasa pusing dan penglihatannya mulai buram.
bugh!!!
tendangan mendarat di pipi Aylan.
"sialan lu anjing..lu melanggar kesepakatan kita"ucap arjuna.ya pelakunya adalah Arjuna.
sementara Gevan berdiri di depan pintu dengan tak berdaya apalagi menyaksikan kondisi Tara sangat mengenaskan.membuat Gevan sangat sangat marah.
"ta..ta..ra"Setelah mengucapkan kalimat tersebut kedua bola mata Gevan memerah dan mulai melihatkan tanda tanda vampir.
ia berusaha tak memperlihatkannya karena saat ini ada Tara di hadapannya.
sementara Anindya makin mendekat kepada tara.saat hendak memberikan pukulan kepada Tara,Elzi lebih dulu menerjang tubuh Anindya hingga membuatnya terjembab kedepan.
"sialan.penghianat lo"umpat Elzi teruntuk Anindya.
"gue nggak bakal kayak gini kalau bukan karena gevan.paham lo"tunjuk Anindya pada elzi.
sementara Gevan ia berusaha mencapai tubuh Tara dan berusaha melepaskan ikatan tersebut.
bugh!!!!
Gevan terpelenting sangat jauh akibat tendangan maut dari Aylan.
"GEVAN!!"teriak Tara.
Tara diam sejenak dan berusaha mencerna maksud dari kata kata Aylan.
"maksud Lo apa"tanya Tara penasaran.
bugh!!!
belum sempat ia menjawab pertanyaan Tara Aylan sudah lebih dulu di terjang oleh Arjuna.
"jangan dengerin omongan dia"dingin Arjuna.
Anindya yang melihat itu segera ia menarik kerah baju Aylan dan berlari secepat kilat dan keluar dari tempat tersebut.
dengan tergegas Arjuna melepaskan ikatan yang mengikat tubuh Tara.
Tara langsung mendekati Gevan yang sudah tak berdaya begitupun dengannya dengan muka keadaan sangat babak belur.belum lagi tubuhnya sakit sakit akibat di tendang oleh Anindya.
jika saja ia tidak terikat pasti Anindya sudah mati.
"Van..hiks.....maafin aku van"Anindya terisak dan berusaha memeluk Gevan.
sementara Arjuna dan Elzi hanya menjadi penonton,dan sedikit terharu.kisah cinta mereka sangat rumit.jika saja Tara tau siapa sebenarnya Gevan sudah di pastikan Tara akan membenci Gevan.
"Lo mau kita antar pulang"tawar Arjuna turut empati.
"ga usah gue mau ngobatin gevan"ucap Tara sembari menyeka air matanya.
obat cuma darah lo.ucap Arjuna dalam hati.
"nama Lo Tara kan.pulang aja, sekalian obatin luka lo.biar Gevan kita yang urus.dan Lo perlu istirahat"ucap Elzi memperingatkan."atau perlu kita antar?"imbuh Elzi
"gausah,makasih.gue pulang sendiri.kalian tolong ya obatin Gevan jangan sampai dia kenapa kenapa"ucap Tara dan mencium punggung tangan Gevan."aku duluan van"kemudian Tara pergi dari tempat tersebut dan mencari taxi.
"gue pulang dulu ya.makasih"
"kamu gak boleh pulang sendiri.nggak aman"dingin Arjuna tiba tiba.
"zi,antar Tara pulang.biar Gevan gue yang urus"
Tara dan Elzi keluar dari tempat tersebut dan menaiki mobil merah milik Gevan.
didalam mobil hanya ada keheningan antara Tara dan elzi.dan ketika Elzi lah yang mulai pembicaraan duluan.
"tara"
"ya"
"kamu takut banget ya kehilangan Gevan kayaknya"ucap Elzi.
"iya.cuma Gevan yang bisa buat ngembaliin senyum gue"ucap Tara dengan nada lemah.
"pertahanin cinta kalian.gue dukung"ucap Elzi dengan semangat.
"tapi apabila Gevan melakukan kesalahan apa kamu akan membenci gevan?"tanya Elzi.
"gue gak bisa benci sama gevan,gue udah terlalu sayang sama gevan"ucap Tara.
"tepatin janji kamu"ucap Elzi."oh iya kenalin gue Elzi sahabat gevan"ucap Elzi dan mengulurkan tangannya.
"gue tara"
"kita temenan"ucap Elzi.
...***...
sorry ya akhir akhir ini aku lambat post nya.soalnya ada urusan pribadi.sorry buat kalian nunggu lama.🙏