
*************
pagi ini adalah hari Senin di mana semua murid di campus Gunadarma sangat semangat untuk ke campus tercinta mereka.
terlihat seorang Tara nan anggun sedang berjalan menyusuri koridor sekolah sekolah.
Bugh!!!???
Tiba tiba ada seseorang menabraknya dari belakang dan orang tersebut terjatuh.saat Tara membalikkan badannya...dan orang yang menabraknya adalah Chaca.
"kalau jalan hati hati"
"maaf Ra aku gak sengaja,tolong Ra jangan pukul aku jangan bully aku aku mohon"rintih Chaca.
"maksud Lo apaan ha"bentak Tara seakan akan dia akan membully dan memukul Chaca padahal dia tidak ada niatan sama sekali di hati Tara melakukan itu.
"Cha Lo gak kenapa kenapa kan"
tiba tiba Jordan datang bersama 2 teman lainnya yaitu,Arya,dan Ardan datang.
"gak papa kok Jordan"
"Lo apain Chaca ha"
"gue nggak ngapa ngapain kok Jordan plus percaya sama gue"Tara menegaskan.
"Lo pikir gue harus percaya sama Lo ha"
"sakit Jordan,aku takut nanti di bully sama Tara"
"maksud Lo apaan ha!!!?"bentak Tara.
"plak!!
sebuah tamparan mendarat di pipi Tara.
"jangan pernah bentak Chaca di depan gue"
dan.....
plak!!!
Tara juga membalas peebuatan Jordan.
"gue emang suka sama Lo,tapi jangan pernah sakiti fisik gue,dulu masih gue maafin tapi sekarang nggak"
"terserah lu,awas saja kalau nanti kamu membully Chaca,gue bikin perhitungan sama Lo,ngerti!!"
"denger gak tuh"sahut Ardan tiba dengan nada meledek.
"tau tuh udah di tolak masih aja ngejar"tambah Arya.
"diem lu berdua,dasar bab* lu"
kemudian saat Chaca dkk meninggalkan Tara Chaca melihat ke arah belakang tepat ke arah Tara dengan tatapan tak dapat di artikan.namun Tara yang tak mengerti malah memberikan tatapan tajam ke arah Chaca.
"awas Lo Cha"geram Tara dan mengepalkan kedua tangannya.
"hey...hey.....Lo ngapain di sini my bestod Tara ku tersayang"
kalian pasti tau ini siapa,ya pasti si bancol Karin lah.
"ihh apaan sih Lo masih pagi teriak teriak"kesal Tara.
"Lo kenapa sih"
"nanti gue ceritain,ke kelas dulu"
"yuk"
***
"ya jadi gitu cerita nya Rin"
"Lo beneran Ra,masa sih si Chaca kek gitu,padahal kan dia anak lembut udah berapa kali Lo sakitin dia pasti dia tetap diem dan gak ngelawan,bahkan saat acara ultah Anna pun di malam itu Chaca masih bela Lo"bujuk Karin panjang kali lebar.
"mungkin aja tuh anak kali ini serigalanya udah bangun"
"berarti sekarang musuh lu Chaca sama Anindya"
"keknya"
"Hay Ra"sapa Gevan tiba tiba dan di ikuti Fero,putra,dan Candra.
"OMG.lo kok ganteng banget sih Van"ucap Sisca tiba tiba.
"eh hati hati saingan lu Tara tuh"kata cherlyn mengingatkan.
"UPS,,sorry Ra gue reflek"
"apaan sih lu gaje banget sih"ucap Karin.
"kok kalian bisa barengan"tanya Karin.
"tadi mereka nebeng"jawab Gevan.
"mksih contekan kemarin Ra"
"hmm...sama sama"
"Hay yayank Tara kok makin gemes cih"lucu Putra.
"najis"ketus Tara.
"oh iya put,kelompok gue siapa siapa aja,tanya gevan"
"bentar"
setelah di sebutkan mereka ber tanya tanya.
"tumben Lo pake Lo gue bisanya saya kamu"Faro menyahut.
"oh"
"anjing,kirain dingin nya pun udah berubah,eh ternyata masih sama"
"gue yang ngajarin"tiba tiba mulut Tara reflek dan mencepukan kepada putra.
"ha"kaget mereka semua secara kompak.
"biasa aja kali"risih Tara.
"Lo beneran"ulang putra memastikan.
"hooh"
ku menangis.......membayangkan betapa jahatnya neng Tara pada kang putra,kau duakan cinta ini..........kau pergi dengan si Gevan...
"he kalo nyanyi yang bener"tegur Fero dan menggeplak kepala putra pakai buku tebal.
"pupus sudah harapan kang putra mendapatkan neng Tara"ucap putra dengan mimik sangat sedih.
"sih Karin ada tuh"ucap Candra.
entah kenapa Fero yang mendengarkan itu merasa tak rela.
"ga boleh"
"lah,maksud Lo apa"tanya Candra.
"aaaaa.....maksudnya mana mungkin putra suka sama sih bancol alyas badut oncol"kata Fero gelagapan.
"kirain Lo suka sama sih bancol"ejek putra dengan diakhiri tawa di ujungnya.
"he kodok kodok darat,gue juga gak mau kali sama si anak sapi ini,tampangnya aja kek gini"
"maksud Lo apa ha mercon ha"
"menurut Lo"
"gue ini walaupun kek gini tapi ada sisi tampannya ya,bayangin aja gue keponakannya sih taehyung BTS,ganteng nya gak ngotak"
"anjir diem lu,merkonah"teriak Fero pada Karin.
"anjir"
"he kutu kutu belut diem lu pada berisik tau gak"
"ape lu"
"udah Rin Bu Wahidah Dateng tu"
"Vandra"bisik Tara ke arah belakang sangat kecil suaranya.
"hmmm"
"gimana nih Van,buku aku ketinggalan nih"
"terus"
"bantuin ah"
"caranya"
"pikirin dong Van"
"anak anak tugas kelompok yang ibuk berikan kemarin tentang sains KKN tolong kumpulkan karena ini adalah tugas yang sangat penting,sekarang"
"duh gimana nih"
sementara semua orang sudah mengumpulkan sedangkan Tara masih membeku di tempat karena dia tau buk Wahidah sangat menyeramkan.
"yang tidak buat tugas angkat tangan"
"saya buk"kompak Gevan dan Tara.
"lah,tadi perasaan kamu bawa buku deh Van"tanya Tara dengan berbisik namun tak di jawab oleh Gevan.
"berdiri ke depan sekarang"
"Tara kenapa kamu gak buat tugas?"
"buku saya ketinggalan buk"
"Gevan kenapa kamu gak buat tugas padahal dari awal kamu masuk sampai sekarang gak pernah gak buat tugas Lo"tanya buk Wahidah penuh selidik.
"buku saya ketinggalan buk"
"karena ini tugas yang sangat penting kalian harus buat tugas ini sekarang juga tapi bukan di kelas namun di bawah tiang bendera tanpa pakai topi"
"baik buk"
Tara dan Gevan mengumpulkan buku buku yang mereka perlukan lalu keluar dari kelas.
"Van,kenapa kamu berbohong"
"karena gak ada pilihan lain"
"maksudnya"
"kamu kan minta bantuan,dan sekarang aku bantuin buat nemenin kamu biar kamu gak terlalu kesepian"
"ga usah gombal"
"ga ada gombal dalam hidup aku,karena aku berbicara apa adanya bukan ada apanya"
"iya iya gue percaya"
jika kalian berfikir mereka membuat tugas namun kalian salah mereka saling ini hanya mengobrol saja.
"kok ngelamun"tanya gevan.
"aku malas dirumah"
"kenapa"
"bunda gak pernah anggap aku,bunda gak sayang sama aku,bahkan di saat aku di bully semua orang dan hanya bunda menjadi patokan ku di saat ayah udah gak ada malah bunda lebih mementingkan pekerjaannya,huhhhhhh,aku capek Van"
"kamu harus tau sesuatu,di saat orang tersebut mengabaikan kamu dan kamu menganggap orang tersebut gak sayang sama kamu berarti itu kebalikannya dia sangat sayang sama kamu,dia hanya gak mau melihat kan rasa sayang ny sama kamu supaya kamu gak manja dan bisa mandiri"
"tapi ini beda"
"apanya"
"bunda jahat hikss..."entah mengapa tiba tiba Tara mengeluarkan cairan bening itu.
Gevan langsung menyandarkan kepala tata di bahunya.
"Asal kamu tau satu hal,aku paling gak suka lihat kamu nangis,bunda kamu gak jahat,kamu masih beruntung punya bunda di dunia ini sedangkan aku udah gak punya bunda bahkan aku belum sempat melihat wajahnya"wajah gevan mulai memerah.
Tara langsung membangkitkan kepalanya dari bahu Gevan.
"kamu kenapa Van"
"gak"
"maaf gara gara aku,kamu jadi kek gini"
"kamu gak salah,yang salah itu takdir"
"Van,gak boleh nyalahin takdir,takdir gak salah cuma belum saatnya"
"Aya kamu meninggalkan kenapa?"
"di bunuh"
"oleh"
"gak tau"
"jangan nangis lagi yah,aku gak suka"
"maksih udah pehatian"
"kamu bulan ku"lirih Gevan
"maksudnya"
"kamu menerangi gelap ku di malah hari"
"maksudnya lagi gimana"
"udahlah lupain aja"
"panas juga yah"rintih Tara.
"nih"Gevan memakaikan sebuah topi ke kepala tara.
"lah kok bisa"
"tadi aku narik topi aku di sebelah pintu kelas,jadi pas aku keluar aku langsung ambil aja"
"kok cuma satu sih,buat kamu"
"kamu lebih membutuhkan"
"emang kamu gak kepanasan"
"gak" jelas sekali Gevan berbohong,padahal ia sudah sangat terasa kebakaran.dia kan seorang vampire jadi jelas dia sangat sensitif terhadap matahari.Namun ia tak melihatkannya di depan Tara takut Tara khawatir.
"Ra,aku beli minuman dulu yah"
"ikut"
"gaboleh"
"yaudah ah"
sebenarnya Gevan membeli minuman untuk sambil berteduh karena sudah tak tertahankan lagi di kulit vampir seorang diaries nya itu.
aku akan selalu melindungi kamu Ra,bulan ku.batin Gevan.seperti nya gevan akan mengurungkan niatnya.