
Saat dua sejoli ini sudah berada di Mension keluarga darma,mereka memutuskan untuk saling berpisah di tempat itu.
"Van makasih ya"
"sama sama,kasih makan ya kucingnya"
"iya...iya...tenang aja kamu,aku kasih vickas nanti,itu makanan kucing yang sering keluar di tv itu Lo"
"dadada.....ghera,Kakak pamit dulu ya"ucap Gevan mengusap kepala Ghera,kucing barunya.
"hhhhhhh,masa iya kucing di suruh manggil kakak"
"terus siapa lagi"
"Daddy"
"hhhhhhh,"kali ini adalah kekehan pertama Gevan,sungguh sangat mempesona.membuat jantung Tara berdegup kencang memperhatikan senyuman itu.
"Van"
"hmmm"
"baru kali ini deh aku liat senyum kamu"
Mendengar itu Gevan langsung memasang ekspresi datarnya kembali.
"udah,gue tau kamu itu orang nya suka senyum,hanya saja mungkin ada sesuatu yang membuat kamu kayak gini"ucap Tara sangat tulus.
"hmmmm"Gevam kembali berdehem dan kembali mengulangi hal yang sama yaitu mengacak Surai hitam milik tara.tara yang di perlakukan seperti itu hanya membeku di tempat dengan perlakuan hangat tersebut.
"Van,gak mampir dulu"
"gak usah,besok besok aja"Gevan mengelak untuk menolak karena gevan bisa melihat setelah melewati pagar Mension itu,ada ramuan penangkal Vampir yang taburkan di pintu masuk Mension tersebut.
Gevan sepertinya tahu siapa pembuat ramuan itu tapi ia tak begitu yakin.
makanya ia harus menghindar dulu.
"aku pulang dulu Ra"
"dadadadadadadada Deddy Vandra"ucap Tara sambil memainkan tangan kucing baru nya yaitu Ghera.
"gausah Deddy,aku masih muda"ucap Gevan.
*********
setelah melewati komplek Mension Tara......
"kenapa gue pake jalan sih,kan gue bisa lari"kemudian Gevan lari secepat kilat ala vampir.
setelah sampai di Mension nya Gevan langsung masuk kamar dan merebahkan dirinya terlebih dahulu.
"Tara aku beruntung beruntung bertemu kamu"lirih Gevan.
Tiba tiba.....Gevan mendengar suara batuk batuk di kamar ayahnya.
uhuk...huk.....
Tak pikir panjang Gevan segera berlari secepat kilat ke kamar ayahnya.
"ayah kenapa"
"ayah gapapa nak"
sekujur tubuh Ockhlan terlihat sangat pucat.
"ayah ingin mangsa,biar Gevan Carikan"
"tidak usah ayah hanya lelah saja"
"yang bener ayah gapapa"
"iya kamu tidur sana,pasti capek"
"iya yah"
*********
brakkkk......
bunyi pecahan benda benda terdengar di kamar seorang gadis dan di dampingi oleh Isak tangis.
"hiksss..."
"andai ayah dulu gak ninggalin mama,pasti gak bakal kayak gini,aku sebatang kara,kasih sayang ayah udah di rampas oleh Mega"
"hiksss,sekarang ayah dan mama udah nggak ada,ini semua karena gadis itu,bajinga*"
"akhhhhhhrrrrrrr,"gadis itu berteriak teriak di dalam kamarnya.
"kebahagiaan ku hancur karena kamu, TARA sekarang rasakan pembalasanku,karena ayah lebih memilih kamu"
"hahahahahahahahahahah"sungguh tawa seperti orang gila.
"permainanku baru di mulai"
************
"hayyyy.......Tara my BESTie tersayang kuuuuuuuuuuu"
"apaan sih,masih pagi teriak teriak"ketus Tara.
"iihh kok gitu sih"
"serah"
"pagi Tara"sapa seseorang yang tak lain adalah Anindya,rindu,dan Julia.
"ngapain kamu"
"ngak kok cuma nyapa aja,gak usah gitu dong"ucap Anindya sambil senyum senyum.
"belut"ketus Tara.
Anindya sebelum berlalu di hadapan Tara sempat membisikkan sesuatu ketelinga Tara.
"Gevan milik gue"bisik Anindya.
"ambil aja kalau bisa"
Kemudian entah apa maksud Anindya ia berlalu pergi ke kelasnya.
"tadi dia ngomong apa Ra"
"ga tau,g jelas tuh orang"
kemudian mereka pergi ke kelas mereka masing masing.
Dikelas......
"hai neng Tara"sapa putra.
"hmm"
"dingin amat lu,perasaan di luar panas banget deh"sahut Fero tiba tiba nyambar kek petir
"pantesan kulit Lo item"ucap Karin.
"eh mulut petasan,nih ya kulit gue di banding Ama ketek lu masih putihan kulit gue mah"ketus Fero.
Ctak....
Karin mencentil dahi Fero sangat kuat sehingga membuat Fero meringis kesakitan.
"lah,kan emang bener"
"kapan lu liat ketek gue"
"kapan yah,ntar gue pikirin dulu"
"dasar lu ya otak mesu*"
"diem lu pada"ucap candra memberhentikan pertengkran mereka.
"gue Baek,gue diem"ucap Fero.
"yaudah diem"
Tara sedari tadi hanya memikirkan perkataan Anindya,maksudnya apa ya....
"Ra"ucap Gevan yang membuyarkan lamunan Tara.
"eh Vandra"
"Ghera Udah kamu kasih makan belum"
"udah lah,keknya kelaparan banget deh"
"terus sekarang Ghera kamu kurung di mana"
"dikamar"
semua orang yang berada di kelas tersebut hanya melongo memperhatikan percakapan antara berdua,apalagi putra penggemar berat Tara.
"apa Lo liat liat"ucap Gevan pada orang yang telah memperhatikannya.
"Van ini Lo kan"ucap Karin tiba tiba.
"hmm"
"kok Lo berubah benget udah paket Lo gue aja,oooohw gue tau nih pasti Tara kan yang ngajarin"
"ihh apaan sih Lo"ucap Tara.
"cie..cie....ada yang marah dong...."
"eh Bu Henny datang tuh"sahut Candra tiba tiba.
mereka semua duduk ke tempat masing masing.kemudian buk Henny menerangkan pelajaran hari ini di campus.
dan akhirnya jam istirahat pun berbunyi.
"kantin yuk,cacing gue kelaparan nih"ajak Karin
"hmm"dingin Tara.
"Van,aku duluan yah"
"hmm"
dikantin Susana sangat riuh ini lah yang menjadi alasan Tara jarang kekantin kalau bukan karena si mulut mercon Karin.
"kita di sini aja"
"Lo pesen apa biar gue pesenin"tawar Karin.
"samain"
sementara di sudut sana Tara melihat Chaca dan Jordan sedang makan di pojok kantin.
Tapi kali ini Tara tidak melihat Anindya dan itu tumben sekali.biasanya di mana ada Jordan pasti di sana ada dia juga.
kemudian Tara melihat Karin yang kesusahan membawa 2 mangkok bakso lalu Tara bergegas menolong Karin.
"Rin biar gue bantu"
"yaudah nih,gue duluan yah tuh punya Lo Ra"kemudian Karin meninggal kan Tara mengambil baksonya.
saat Tara membawa bakso dengan sangat hati karena takut tumpah karena kuah bakso nya sangat panas.
entah kenapa tiba tiba Chaca berjalan ke arah dan dengan sengaja menyenggol lengan Tara sehingga Tara menumpahkan baksonya
"akhhhhhhh"
"Chaca"ucap Jordan dan langsung bergegas ke tempat kejadian tersebut tak lupa juga para teman temannya Arya dan Ardan.
ternyata Chaca tangannya cuma luka akibat pecahan mangkok bakso di tangannya.
"heh,Lo sengaja kan numpahin baksonya ke cewek gue,Lo dendam sama gue soal kemarin ha"bentak Jordan kepada Tara.
kemudian Karin yang melihat itu tak tinggal diam dia menghampiri kerumunan tersebut.
"heh Lo gak liat tadi si cupu Chaca yang duluan nyenggol lengan temen gue"ucap Karin tiba tiba datang membelah kerumunan.
"Lo diam ya,ini gak ada urusan nya sama Lo"ucap Arya dan menunjuk Karin dengan tangan kirinya.
"jadi Lo apa,ohw ya jangan pernah tunjuk gue dengan tangan Lo yang najis itu"
"udah Rin"ucap Tara karena meringis kepedihan karena ketumpahan kuah bakso.
"Lo kenapa gak jawab Ra"
"Lo denger ya,gue banci sama Lo Jordan,dan Lo Chaca gue bakal bongkar kebusukan Lo,satu lagi drama Lo bagus"ucap Tara dan menampakkan senyum miringnya.
semua orang hanya memperhatikan pertengkaran mereka ada yang membela Tara karena mereka tau kalau Tara nggak salah ada yang bela Chaca karena mereka pikir Tara itu dendam dan ada yang bodoh amat.
itu Tara sadis banget numpahin kuahnya ke Chaca.
kan Tara nggak sengaja.
bener bener ya sih Tara,pshycopath.
tiba tiba Karin melihat sesuatu di lengan Tara
"heh kalian semua,liat baik baik disini jelas jelas Tara lah yang jadi korban"ucap Karin karena emosi Karin menyingkap lengan baju Tara.
"semuanya!!!,liat ini tangan Tara melepuh akibat kuah bakso,dia hanya diam kan,sedangkan Chaca,cuma kena pecehan dikit kok nangis"Karin berteriak teriak.membuat semua orang kembali di pihak Tara.
"Lo liat kan,Chaca ini pintar sekali memanipulasi"tuding Karin.
plak!!!
tamparan melayang di pipi Karin dan saking kuatnya membuat Karin menoleh kesamping dan pelakunya adalah Jordan.
Tara yang melihat itu sungguh emosi ia tak bisa melihat sahabatnya di pukul oleh tangan najis Jordan.
Bugh!!!!
sebuah tendangan mengenai perut Jordan,Jordan tersungkur kebelakang.
"masalah Lo sama gue,jadi gak usah Lo nodai pipi Karin dengan tangan najis Lo itu"
"liat aja Lo tara lo bakalan nyesel"ucap Jordan.
"Jordan,Lo gapapa kan"
"gapapa Cha"
"hahahah,dasar pshycopath Lo emang"ucap Arya dan Ardan dan meninggalkan mereka semua.
"tukang drama"ketus Karin.
"udah Rin,kita pergi aja dari sini muak gue"