
Mension darma antariksa.yah,disinilah mereka sekarang,Tara dan Gevan.Kedatngan mereka di sambut oleh Mension bernuansa putih di padu dengan Dangan warna mocca menambah ke estetikaan Mension ini.
Antah hari keberuntungan atau hari apa lah,yang penting Gevan merasa beruntung kali ini.saat ia di paksa oleh Tara ikut ke rumah nya,jantungnya berdegup kencang bagaimana tidak karena Gevan tau Mega pasti tak lupa menaburkan ramuan itu.Ya Gevan hanya bisa pasrah saat berhadapan dengan gadis kepala batu yang satu ini.
Tara tersenyum."masuk Van,ga usah bengong Napa"
"aman"gumam gevan karena ia sama sekali tak melihat gelombang biru tersebut.
"apanya"tanya Tara.
"rumah kamu"ucap Gevan setengah sadar.
Tara mendengar itu mulai kesal sendiri.sejak kapan teman nya ini mulai pikun.eh ralat bukan temen tapi calon pacar.
"kamu pikir rumah aku rumah setan apa"
"ha,eng..gak kok"ucap Gevan gelagapan."mana mungkin rumah kamu ini rumah setan"ucap Gevan sambil berfikir."maksud aku tuh Ghera pasti aman tinggal di sini"jelas Gevan panjang kali lebar.
"ya udah,masuk"
"iya...tungguin Napa Van"rengek tara.uhh entah sejak kapan Tara menjadi manja seperti ini.
...***...
"Ghera mana Ra"
"bentar aku panggi dulu,kamu duduk gih"
"hmm"
"cus..cus...cuss...Ghera how are you"
Gevan yang mendengar itu bergelidik geli dengan tara.menurutnya Tara ini adalah anak yang angkuh,dan keras.ternyata tidak dia sangat penyayang dan manja.
"meong..."itu suara Ghera.
"nah,akhirnya Dateng juga"ucap Tara sembari mengusap usap kepala Ghera.
namun,ghera Mandang fisik juga.masa iya udah di perlakukan Baek Baek malah kabur mengejar gevan.
"dasar lu ya Ghera,Mandang fisik.suka Lo sama Gevan ha!!"bentak Tara.
"meongg...."ghera kembali mengeluarkan suara.aduh,sangat imut dan gemoy.
"kamu udah makan belom"tanya Gevan pada Ghera."jangan jangan kamu nggak di kasih makan ya sama Tara"tuding gevan.
"sembarangan kamu ya"ucap Tara.
saking gemoy nya si Ghera,gevan langsung menggendong Ghera.
"uhh...comel"
"hhhhhhhh"suara tawa keluar dari mulut Tara.
"kenapa"
"kamu lucu deh,sumpah"
"dari dulu"
"dih ngeselin"
"Van"
"hmm"
"ikut aku yuk"
"kemana"
"ikut aja"
"iya,tapi kemana dulu"
"lah kamu kok jadi bawel gini sih Van,tinggal ikut aja juga"
"iya, iya"
Gevan terpaksa lari tergopoh gopoh karena keliatannya kali ini wajah Tara mendadak serius.
Dan sampailah Gevan ruangan tanpa motif ini.ruangan ini memiliki warna abu abu tanpa di padu dengan warna lain dan tanpa motif(polos).sangat aneh.
"aku mau nunjukin sesuatu ke kamu van"
"apa"
"nih"ucap Tara sembari memberikan sesuatu ke tangan Gevan.
"kamu tau ini kan van"ucap Tara "kata bunda sih penangkal vampir"
Gevan yang melihat ramuan itu tiba tiba tangannya bergetar hebat,takut merasuki jiwa nya.ia sangat takut jika suatu saat Tara yang akan menewaskan Gevan dengan ramuan itu.
"Van,kamu kenapa"
"Ra,kamu simpan aja baik baik ramuannya"wajah Gevan benar benar serius.
"maksud kamu"
"maksud aku kamu simpan aja lah ramuannya"tunjuk Gevan pada ramuan itu,padahal dari tadi ia mati Matian menahan bau dari ramuan tersebu."bunda kamu yang bikin ya"
"hooh"
tak..tak...tak..
terdengar dari arah berlawan suara high heels yang kamar Tara menjadi objek nya.
ceklek!!
pintu kamar Tara terbuka yang menampilkan sosok wanita paruh baya mendekati mereka.ya dia adalah Mega.
"bunda"
"Bun,kenalin ini gevandra,teman tara"
"ini bunda kamu ra"ucap gevan,padahal ia sudah tau siapa mega"
"Tante,kenalin saya gevan"
"saya Mega bunda tara"ucap Mega
perjabatan tangan pun mereka lakukan.getaran di masing masing tangan pun mereka rasakan sangat hebat.
*saya yang akan membunuh putri kami dengan tangan saya sendiri.
jangan pernah coba menyentuh putri saya.
dasar egois kamu.
harusnya bukan dia yang menjadi perantara darah suci tersebut*.
Mereka berdua sama sama mengingat kejadian tersebut.kedua tangan Mega mengepal kuat ingin menonjok Gevan saat ini juga tapi ia sadar jika putri nya saat ini berada di depannya.
Dan sampai pada akhirnya jabatan tangan pun mereka akhiri.
jangan macam macam sama putri saya.ucap Mega berbisik di telinga Gevan sebelum ia berlalu pergi meninggalkan mereka.
"van"
"iya"
"bunda tadi bisik bisik tentang apa"
"kata bunda,kamu orangnya bawel"
"ha yang bener"
"iya"
"aduh,bunda Cepu banget sih"ucap Tara sambil menepuk jidat.
"kamu simpan aja ramuannya"
"buat?"tanya Tara balik
"buat lindungi kamu"
"Van,kok kamu tau banget ya kayaknya tentang ramuan ini"
"iya aku tau"
"kok bisa"
"CK...kamu bawel banget sih ra"
"iya..iya..,Van aku boleh nggak ngajak kamu jalan jalan sore?"
"boleh,tapi cuma sampai jam 6 aja ya"
"lah kenapa"
"mau Alan jalan gak nih,kalau mau ya udah diem"
"iya iya,aku siap siap dulu"
...*****...
terlihat dua sejoli sedang berjalan di sekitar taman.untungnya matahari saat ini sedang ramah,jadi dua sejoli ini ga bakalan kepanasan la ya.
angin berhembus melambai lambaikan rambut sepinggang milik tara.hingga ada beberapa helai yang menutup wajah cantiknya.
Gevan mengangkat tangan nya dan menyingkirkan beberapa rambut ya menghalangi wajah Tara.
"Ra,enak banget ya jalan bareng kamu"
"ya iyalah"
"Ra,aku boleh curhat nggak"ucap Gevan dan menyandarkan kepalanya ke baho Tara.
"gapapa,udah ngomong aja"
Gevan menautkan jari jarinya ke jari jari lentik milik Tara.
"ra,kamu mau nggak janji sama aku"
"apa"
"kamu sayang nggak sama aku"tanya Gevan.
"sayang banget lah"
"mau janji satu hal nggak"
"apa"
"janji kalau salah satu di antara kita ada yang meninggalkan,jangan pernah nangis ya"
seketika mata Tara memerah dan panas menahan air mata,seketika tenggorokannya terasa kelu.yang mengerti sekali maksud Gevan.
"aku nggak bisa janji.."lirih Tara.
"kenapa"
"karena aku atau kamu nggak boleh saling meninggalkan,plis Van,jangan ngomong kek gitu lagi"
Gevan terkekeh kecil mendengar penuturan Tara.
"kita nggak bisa melawan takdir ra"
"Van janji ya,nggak bakal ninggalin aku"
"iya aku janji"ucap gevan dengan tatapan kosong"aku sayang sama kamu ra"
"kamu mau nggak ra,aku bacakan sebuah puisi"
"mau,aku mau denger suara kamu kayak gimana saat baca puisi"
Gevan kembali menegakkan kepalanya yang semula bersandar di bahu Tara.
"dengar ya,jangan ketawa,suara aku serek soalnya"
"iya...iya"
"ga jadi deh ra"
"lah,kenapa"
"aku gabisa"
"terus kamu bisanya apa"
"mencintai kamu"
"udah pinta Gobal nih ceritanya,siapa yang ngajarin"
"aku gak bisa gombal,itu kenyataan kok"
cup!!
tiba tiba saja tanpa aba aba Tara langsung mengecup pipi Gevan.
"kamu ngapain sih ra"
"menurut kamu"
"ya ngapain pake cium cium segala"
"aku gemes soalnya"
"Van,aku mau ngajak kamu ketemu ayah boleh gak"yah,tiba tiba raut wajah Tara berubah sedih lagi.
"boleh"
"ya udah yuk"
"sekarang"
"nggak besok"
"yaidah masih lama"
"GEVAN!!!"teriak Tara sejadi jadinya,karena lama lama ia mulai kesal dengan Gevan.