
Annyeong..guys di part ini khusus tentang Gevan ya.Karena kalian pasti penasaran dengan kehidupan gevan kan kita belum pernah bahas kehidupan Gevan.
****
Mension megah dengan fasilitas yang serba mahal.Perpaduan antara antara warna cream dan putih menjadi tambahan warna yang pas untuk Mension itu.
Tiiiittt............suara klakson mobil yang sedang di kendarai Gevan ingin masuk ke Mension milik nya itu.
"Sabar tuan"sahut satpam.
Setelah masuk gerbang Gevan memarkirkan mobil nya ke halaman rumah yang sangat besar itu,Gevan langsung masuk ke Mension yang amat megah dan besar itu.
"Gevan"panggil seseorang yang sempat membuat Gevan kaget.
"ayah"sapa Gevan.
"Gimana tadi tugas kamu"tanya sang ayah,dia ockhlan sang ayah dari Gevan.
"Berhasil yah,Gevan berhasil mendekati Tara"jawab gevan sambil menyunggingkan bibirnya yang merah muda itu.senyumnya sangat manis,dia jarang memberikan senyuman itu kepada orang lain,kecuali jika ia sudah sangat menyayangi orang tersebut seperti ockhlan.
"Bagus,dua bulan purnama mendatang kamu harus mendapatkan gadis yang bernama Tara itu"Suara ocklah lemah namun tegas.
"karena kamu harus jadi manusia seutuhnya,ayah tidak mau kamu menderita untuk menjadi seorang vampire"jelas ockhlan dan wajah itu menggambarkan sebuah penyesalan.
"yah,Gevan sayang Ayah,Gevan nggak mau ninggalin ayah"tanpa sadar bulir bening itu mulai turun tanpa izin dan membasahi pipi Gevan.
"Gevan,bukan kamu yang ninggalin ayah,tapi ayah yang ninggalin kamu ayah mau menyusul ibu kamu"
"yah,cukup ibu yang ninggalin gevan,jangan ayah"
"janji ya yah jangan pernah ninggalin Gevan,selalu ada ya di samping Gevan"ucap gevan sambil terisak.
"iya Gevan"gumam ockhlan.
"ayah nggak bisa janji Van"batin okchlan.
*****
Warna merah menyala memenuhi dinding sebuah ruangan yang bisa disebut sebagai sebuah kamar seorang pria yang bernama gevan.
corak corak batik yang di padukan dengan warna merah tersebut sehingga tampak lebih menawan,apalagi penghuninya memiliki aura khusus.
Di dalam Mension ini hanya Gevan dan ayahnya saja penghuninya ditambah 3 orang pembantu wanita yang sudah paruh baya,2 orang satpam dan sopir.Disana adalah tempat tinggal mereka.
Namun di saat bulan purnama,para vampire berkumpul di markas mereka yaitu ruang bawah tanah di bawah Mension itu.tak ada satupun orang lain yang mengetahui keberadaan Mension itu kecuali para vampir pasukan Gevan dan ockhlan.mereka adalah:
Ratu Maryana:ratu vampir,adik okchlan.
Bastian:mata mata di pasukan Aylan
Arjuna:sahabat Gevan
Elzi
Yukha
dan puluhan vampir lainnya
Vampir juga ada yang memiliki jiwa yang jahat seperti manusia pada umumnya,salah satu nya AYLAN.
Aylan juga berusaha mengincar darah suci itu,namun tujuannya berbeda dengan Gevan.Jika Gevan ingin mendapatkan darah suci itu untuk menjadi manusia seutuhnya,namun tidak dengan aylan yang ingin mendapatkan darah suci itu untuk sebuah taruhan yang di buat dengan pasukan Okchlan.
Jika Aylan berhasil mendapatkan darah suci itu maka seluruh vampir tak terkecuali harus tunduk pada aylan dan aylan lah pengusa seluruh dunia vampir.namun jika Gevan yang berhasil mendapatkan darah suci itu maka seluruh vampir yang berjiwa jahat,iri dan dengki itu akan musnah dengan sendirinya juga secepatnya.
Maka dari itu tugas Gevan adalah harus mendapatkan darah suci itu untuk dua kepentingan.yaitu untuk dirinya dan vampir lainnya.
perjanjian itu berlaku pada dua bulan purnama yang akan datang.
Disetiap bulan purnama yang telah berlalu.Gevan pasti tersiksa.maksudnya adalah disetiap bulan purnama separuh jiwa dan tubuh Gevan seakan ingin mati saja,namun gevan adalah sosok yang sangat kuat dan tangguh Gevan paling tidak suka yang namanya putus asa,buktinya dia masih bertahan sampai sekarang dan melewati hidupnya di setiap bulan purnama.Bahkan ockhlan saja tidak bisa menolongnya,maka demi menyelamatkan putra nya,ockhlan menyuruh Gevan dengan segera mendapatkan darah suci itu,supaya Gevan bisa terbebas dari penderitaan ini akibat perbuatan ockhlan.
Gevan itu sebenarnya tidak dingin dan kaku jika bertemu dengan vampir lainnya,hanya saja ia belum bisa beradaptasi dengan manusia yang berada di campusnya.kecuali Tara.
Gevan itu tidak seperti vampire pada umumnya,jika vampir pada umumnya sering tidak bisa mengontrol dirinya untuk tidak membunuh manusia,maka gevan adalah sosok vampir yang bisa mengontrol dirinya sendiri untuk tidak membunuh manusia,namun kadang ia sendiri khilaf,karena saking tidak tahannya dia di saat kerongkongannya sudah mulai kering tak tertahankan.Bahkan bisa di hitung saja manusia yang pernah di bunuh Gevan sebagai mangsanya.
Gevan sering merasa kesepian di dalam hidupnya karena sudah kehilangan ibu nya di saat usianya masih 7 bulan.jadi bisa di bilang kalau Gevan belum pernah melihat wajah asli ibunya.Maka dari itu Gevan tak
mau ayahnya meninggalkannya.
Setelah mengetahui pemilik darah suci itu adalah Tara sang wanita cantik dan sempurna,dan memiliki hati yang lembut dan Gevan bisa merasakannya,Gevan merasa tak sanggup lagi menjalankan misinya,tetapi ia harus menjalani misi itu untuk 2 kepentingan tersebut.
*****************************
"oh iya saya lupa,kan tadi Tara mengajak saya untuk pergi ke acara ultahnya Anna kelas sebelah"kaget Gevan karena hari sudah menunjukkan pukul 18:30 yang berarti masih tersisa 1 jam lagi.
Saat ingin mandi tiba tiba ada notifikasi yang masuk ke ponsel Gevan.
Van temenin gue yuk ke acara ultah nya
Anna,itung itung sebagai ucapan terima
kasih gue,kan Lo udah pernah nolong
gue waktu itu,ya please!!!!!
18:34
jika kalian pikir itu adalah Tara maka kalian salah,itu adalah Anindya.pasti kalian heran kan gimana caranya Gevan kenal dengan Anindya si centil itu.
"Flashback on"
"cantik"ucap 3 preman yang tengah berusaha merayu Anindya.
Anindya terpaksa jalan kaki mencari kendaraan umum karena mama,papa nya gak bisa jemput.pas tadi rindu nawarin tumpangan buat Anindya,eh Anindya nya nolak,rasain tuh sekarang.
"apaan sih lu,ga usah pegang deh!!" kesal Anindya dan menepis kasar tangan 3 pria brewok itu.
"eh cantik cantik kok galak,ikut kita yuk?"ucap salah satu dari mereka yang memiliki kepala botak dan wajah yang seram.
"LEPASIN ANJIR" Teriak Anindya
"Masa iya cantik gini di lepasin,rugi lah"
"TOLONG"
"TOLONG"
"TOLONG" teriak anindya minta lontong eh tolong,typo
"ga bakalan ada yang dengar sayang"rayu pria tersebut.
"lepasin dia"dingin seorang pria yang tiba tiba datang dan dia adalah....Gevan.
Bugh!!!!satu pukulan berhasil di luncurkan ke wajah laki laki botak brengse* tersebut.
Akhirnya mereka memulai perkelahian 1 lawan 3.Anindya melihat itu sangat cemas dengan Gevan karena cuma sendiri.Tapi kalian tau kan vampir itu sangat kuat nggak ada yang bisa bandingin kekuatan sih vampir.dan benar Gevan lah yang memenangkan pertandingan ini.
3 Brewok itu kalah dan hadiahnya wajah mereka bonyok bonyok habis di tonjok oleh Gevan.
"kabur anjir"teriak mereka.
"Lo gakpapa kan"khawatir Anindya.
"gapapa"dingin Gevan
"thanks ya,nama Lo siapa,kenalin gue Anindya murid universitas Gunadarma"Nada centil ala Anindya.
"Gevan" singkat Gevan lalu berlalu di hadapan Anindya yang masih tercengang dengan ketampanan Gevan.
"eh kemana"tanya Anindya yang tak di gubris oleh Gevan
satu kata buat Gevan yang keluar di mulut Anindya "Ganteng"gumamnya.