Vampire Diaries

Vampire Diaries
petempuran



Flashback off


"jadi gitu ceritanya"


"berat juga masalah kamu"


"hmm,begitulah"


"hmmm Ra,kamu tau apa yang harus kita lakukan di saat udah bosan untuk hidup"tanya Gevan to the poin.


"kalau menurut gue sih ya jalanin aja"


"terus kenapa waktu itu kamu pengen bunuh diri"


"ha"sontak pertanyaan itu membuat Tara kaget.


"maksud Lo"tanya Tara.


"e..nggak aku cuma meneka aja,kan masalah kamu berat tuh"ucap Gevan sambil mengalihkan pembicaraan.


"dulu ayah pernah bilang,seberat apapun masalah,jangan di bawa emosi,atau sampai bunuh diri,karena itu nggak nyelesain masalah.Mungkin ini cuma ujian buat kita,ya kita tinggal jalani aja,dan kita nggak boleh nyalahin takdir"kali suara Tara melemahkan kembali.karwna mengingat sosok ayah yang sangat ia cintai.tanpa Tara sadari ia menjatuhkan sebuah cairan bening tanpa izin dan jatuh di pipi merona nya begitu saja.


"udah gak usah nangis,tambah cantik kamu tau gak"


saat itu juga Gevan mengangkat tangannya dan langsung menyeka air mata di pipi Tara


seketika tubuh Tara membeku di tempat karena seumur hidup baru kali ini ada orang setelah ayahnya yang membuat dirinya senyaman ini.


"vandra"lirih Tara.


"udah,gak usah nangis,cengeng banget kamu"


saat ini lah manik mereka bertemu.


Deg!!


entah rasa apa ini,tiba tiba saja jantung Tara berdegup kencang,oh tidak rasanya ingin Tara saat ini juga terbang ke planet Pluto.


sialnya di saat suasana begini ponsel Gevan tiba tiba bergetar dan memecahkan suasana indah ini.Gevan langsung mengambil gawai ya di dalam saku hodie nya.


"hallo,Andreas"


halo,gue sekarang ada di markas,tiba tiba markas kita diserang vampir anak buahnya Aylan.


"oke gue kesana sekarang"


Gevan langsung mematikan hp nya.


"Ra,aku pergi ya,habis ini masuk kelas,hati hati"Ucap Gevan dengan tulus dan mengacak Surai hitam milik Tara,lalu berlalu di hadapan Tara.


Saat ini Tara masih membeku di tempat atas perlakuan Gevan barusan.


"Van,makasih,gue beruntung bertemu kamu"lirih Tara.


"tapi kok tadi tumben Gevan manggil orang tadi Lo dan gue"pikir Tara.


"siapa yah"


**********


sementara di markas Gevan........


"Van,Lo dari mana"tanya Andreas.


"Van,tadi gue dapat info dari anak buah Aylan kalo dia bakalan nyerang markas kita bentar lagi"sahut Arjuna tiba tiba.


"sialan"umpat Gevan.


"katanya Aylan dia bakal incar Tara"


"kalau dia berani nyentuh Tara,maka dia kan berurusan sama gue"saking geramnya bola mata Gevan berubah merah dan mengeluarkan taringnya.


"Van,kulit Lo kenapa,pasti kena matahari kan"sahut elzi tiba tiba.


"iya,tadi gue lupa Makai cincin penahan matahari"


"ya,ampun itu bisa bahayain Lo Van"


"inti nya gue gak kenapa kenapa sekarang"


ya semua vampir kalau ingin keluar pasti memakai cincin penangkal matahari,jika tidak maka mereka akan hangus terbakar,namun tidak dengan Gevan,walaupun terjadi sedikit infeksi.


"Van,Lo udah cari tau belum siapa anak dari orang yang Lo bunuh waktu itu"tanya Arjuna.


"maksud Lo Darma antariksa"


"iya"


"belum,gue tau gue salah,maka untuk menebus kesalahan itu gue harus cari anaknya dan meminta maaf pada anak darma"jelas Gevan.


"tapi Lo harus hati hati Van"sahut yukha mengingatkan.


"pasti"


"kalian harus siap siap mereka bentar lagi bakalan data.."ucap Andreas dengan penuh waspada.


dan belum selesai Andreas menyelesaikan ucapannya..


brakkk...


"majuuuuuuuuuuuuuu...."teriak mereka.


anak buah Gevan itu tak terkalah kan karena saking banyak bahkan kali ini mereka mengerahkan lebih dari seribu vampir.


Buhg


bugh


plak


bugh


bugh


plakk


Suara pertempuran makin dahsyat dan anak buah Aylan banyak yang tumbang.


"Hay...Gevan,berjumpa lagi"ucap aylan sambil mengeluarkan taringnya.


"bangsa*"umpat Gevan.


"hmmm gimana kalau gue bunuh aja ya si Tara"gumam Aylan.


"jangan pernah Lo sentuh dia"


"gue gak bodoh Van,gue tau kok rahasia besar yang Lo sembunyiin dari Tara,kasih tau gak ya"


bughhh


aylan terpental sangat jauh sekitar 1 meter.


"gak usah nendang juga kali,lihat aja nanti"ancam Aylan.


seperti nya gak guna juga mereka adu bacot seharunya yang mereka lakukan adalah Adu otot dan akan mereka lakukan.


buhg


plak


bugh


bugh


akhirnya aylan tumbang juga,akibat kekuatan gevan itu nggak ada yang bisa menandingi.


"Van,lu gapapa"sahut Arjuna dari belakang.


"gapapa,fokus Jun"


bugh


bugh


dan memang benar pertempuran ini di menangkan oleh pasukan Gevan.Tanpa ockhlan dan Maryana harus tangan mereka juga sudah tumbang.


"hhhhhhhhhhh"tawa renyah seorang aylan


"lihat aja permainan gue Gevandra"lirih aylan.dan langsung lari secepat kilat ala vampir.


**********


hari menunjukkan pukul 19:30.


tampak seorang gadis yang baru keluar dari mobil dan memasuki mensionnya.


"bau apaan ya"pikir Tara.


"masuk aja lah,biar jelas"


"kok bau nya dari ruang kerja bunda ya"


tanpa berpikir lagi Tara langsung pergi ke ruang kerja Mega.


Dan betapa terkejutnya Tara melihat bundanya sedang membuat ramuan Dangan alat alat mesin canggih seperti seorang profesor.


tanpa Tara sadari Mega sudah menyelesaikan tugasnya membuat ramuan penangkal vampir.tara yang melihat hal itu langsung menyelip di pot bunga yang sangat besar sehingga badan mungil Tara tak terlihat.tara terus memperhatikan kepergian bundanya dan mulai hilang di balik tembok.


"masuk gak yah"rasa penasaran Tara semakin menyesak Tara untuk segera masuk.


"masuk aja deh"tanpa pikir panjang lagi Tara langsung masuk dan menutup rapat pintu ruang tersebut dari dalam.


di sebuah buku paduan bagaiman cara dan alat alat membuat ramuan.namuj yang menarik perhatian Tara adalah yang bertuliskan "RAMUAN PENANGKAL VAMPIR"


"ko gue agak aneh ya sama yang satu ini"


Tara mengambil sebuah ramuan yang sudah siap dan mengangkat nya tepat di depan matanya.


"aneh"gumamnya.


"apa ini ada hubungan nya sama vampir,bulan purnama,dan kematian ayah"


tak...tak...tak...takk...


Tara mulai mendengar suara hak sepatu yang mengarah ke ruangan itu dan mengisi kesepian kesepian ruang itu.


"pasti bunda"


Tara langsung kabur dari ruangan itu dan meninggalkan semuanya.


setelah sampai di kamar Tara....


"huhhhh,untung aja bisa kabur,kalau gak di marahin abis abisan gue sama bunda"


tiba tiba ada niatan Tara buat untuk keluar malam ini mencari angin.


"ke taman deket komplek aja ah"


lalu Tara keluar rumah dengan menggunakan sweater dan menggunakan celana yang sangat mini,bahkan celananya itu tak terlihat karena tertutup oleh sweater hitamnya.


tak lupa ia selalu membawa gelang yang di berikan oleh Mega kemana pun ia pergi.


"seger juga ya angin malam,mungkin karena gue jarang kali ya keluar malam malam begini"


entah kenapa tiba tiba tara merasakan bulu kuduknya seketika naik begitu saja atau merinding lah.


Tara merasakan ada seseorang yang mengikuti nya dari belakang.saat ia membalikkan badannya ke belakang orang tersebut tidak ada,namun suara sepatunya begitu jelas,sudah 3 kali Tara melakukan hal yang sama,namun nihil juga tak orang.


saat Tara membalikkan badan kebelakang,namun tak ada siapa siapa,dan ia kembali membalikkan badan ke depan tiba tiba...........


"akkkkkkkkkhhhhhhhhh"