
"Halli Tarra sayang"sapa Tante Chika ketika sudah menunggu di luar.
"hai Tante,tadi Tara ingin nyamperin Tante lho,soalnya Tara mau beritahu kalo ada rapat di campus Tan,Tante tau dari mana kalo hari ini ada rapat"panjang lebar Tara.
"oh itu,tadi bunda kamu nelfon Tante katanya ada urusan penting di kantor"jawab Tante Chika sambil melempar senyum ke arah Tara.
Mendengar hal itu Tara hanya memanyunkan bibirnya tanda tak suka.
"kamu kenapa Tara"
"emangnya Tara nggak begitu penting di hidup ya Tante,udah 3 kali rapat tapi bunda nggak pernah ngehadirin rapat itu,"
"sayang gak boleh ngomong gitu,bunda Mega sayang banget kok sama tara.udah nggak usah gitu mulutnya,jelek tau gak ponakan Tante"bujuk Chika kepada ponakan tersayang nya itu.
Chika adalah salah satu orang terdekat Tara sesudah ayahnya.selama ini apapun masalah nya pasti Chika yang selalu jadi jaminan buat tara.chika sudah menganggap Tara sebagai anak kandung nya,karena Chika belum mempunyai keturunan sampai sekarang ini.Begitupun Tara sangat merasa nyaman dengan Tante nya itu serasa ibu kandung baginya.
"berangkat tar"kejut Chika
"eh..eh iya Tan"cengir Tara.
"Tara"panggil Chika yang memecah keheningan di dalam mobil.
"iya Tan"
"tadi malam kamu gak kenapa kenapa kan"khawatir Chika.
"gak kok Tante,emangnya kenapa ya Tante?"tanya balik Tara.
"hmmm...gak kok sayang cuma mastiin"gugup Chika.
"Tan,Tara mau ngomong sesuatu"
"apa Tara,ngomong aja"jawab Chika
"kenapa setiap pertengahan purnama pasti Tante khawatir,kemudian malam bulan purnama pasti bunda selalu keluar rumah dengan pak Frans memakai pakaian serba hitam dan membawa beberapa botol berisi air, dan kenapa Tara gak boleh keluar rumah,dan tadi malam Tara melihat sosok laki laki berjubah hitam di jendela kamar Tara Tante"panjang lebar Tara memberi pertanyaan untuk Chika.
"tapi kamu nggak di apa apain kan sama sosok itu"tanya Chika
"gapapa Tante,jawab dulu pertanyaan Tara?"desak Tara
"gapap sayang,mungkin mama kamu cuma refreshing kali sama pak Frans"singkat Chika.
"gak mungkin Tan".
"dan kejadian ini sudah lama Tante,saat kejadian alm.ayah meninggal,ayah sempat mengatakan darah suci tapi tak begitu jelas Tante,maksudnya apa"
"ah kamu salah denger m..mungkin"gugup Chika
"Tan"lirih Tara
"non udah sampai"kata sopir membuat Tara kaget.
"oh iya pak"jawab Chika.
"Tante langsung ke ruang guru aja ya sayang"pamit Chika.
"yaudah Tante,daaaa...."sapa Tara sambil melambaikan tangannya.
Entah mengapa Tara selalu saja mendengar hal hal buruk tentang dirinya yang di ucapkan murid murid di campusnya..
"ha,sama tantenya lagi,nyokap nya mana"
"gak punya nyokap kali"
"kasian banget sih"
"anak pungut ya"
begitulah bisik bisik yang di dengar Tara,tapi dia bodoh amat.selagi tak mengusik hidupnya.
Tara langsung pergi tak menghiraukan mereka.
******************
CHACA RUMAIHSYA NABILA seorang anak yang hidup serba kekurangan dan harus bekerja jadi pelayan cafe untuk kebutuhan hidup dan untuk pembayaran semester.Maaih beruntung ia adalah anak beasiswa di sekolah ini.ia adalah anak IPA 4.chaca inilah yang menjadi saingan Tara untuk memperebutkan JORDAN MERCHELEUS AXEL.namun takdir tidak berpihak kepada Tara,dan Jordan lebih memilih Chaca yang dianggap mandiri oleh Jordan.
"Cha"teriak seorang laki laki yang sedang mengejar chaca dari belakang.
"Jordan,kamu ngapain" sahut Chaca.
"ya ngejar kamu lah"titah Jordan
"kelas bareng yuk"ajak Jordan
"kan kelas kamu paling ujung di sebelas sana"jawab Chaca.
ya kelas IPA terbagi menjadi dua bagian bagian pertama yaitu IPA 1 SAMPAI 4 sedangkan bagian kedua IPA 5 SAMPAI 10.
bagitupun dengan kelas IPS yang berbeda gedung.Campus mereka ini adalah sekolah yang bisa di sebut sebagai sekolah yang paling besar dan megah,dan fasilitas yang mungkin harganya sangat mahal.
"biarin kelas kita beda,aku antar kamu dulu,habis itu ngobrol di kelas aku, gimana?"tawar Jordan
"hmmm,yaudah"
*************************
Saat dikelas.....
"hallo sahabat ku tersayang"siapa lagi kalau bukan Karin.
"ih apaan sih"jijik Tara.
"Lo kemana aja kemaren ha"kesal karin.
"oh itu,males aja gue,makanya bolos"enteng Tara
"kok ngajak sih"pelan Karin
"Lo heboh banget makanya males gue ngajak Lo"
"rasain Lo"ucap putra tiba tiba nimbrung.
"apaan sih Lo kutu belut"ucap Karin marah
"apanya yang kek NYI Roro kidul"
"mulut Lo"kata Fero tak berdosa langsung nyambar.
"anjin* sini Lo gue slepet pantat lo"kesal Karin.
"gak nanti pantat gue tepos,mana pantat gue juga tepos dari dulu"cemeeh Fero
"bab* banget sih Lo"singkat Karin karena tak dapat menjawab kata kata fero.jika beradu bacot dengan Fero,5 abad mungkin gak bakalan selesai.
"udah gak usah berantem"sahut Candra selaku ketua kelas.
"kalian udah pada bawa orang tuak kan"tanya Candra memastikan.
"udah dong,tuh sekarang mommy gue lagi di ruang guru"sombong Kathryn.
"oh ya gevan mana"tanya putra
"au ah"singkat Sisca.
"buset gue lupa ngucapin makasih sama gevan,kan kemarin dia udah nolong gue"bisik Tara pada Karin
"yaudah gak usah makasih aja"sombong Karin
"anjing lu gila ya,masa dia udah nolong gue,gue nggak ngucapin makasih,songong banget gue"lebar Tara
"yaudah ,cari aja dia sendiri"malas Karin
"yaudah mumpung guru lagi rapat"pikir Tara
"Chan,gue misi bentar ya,bentar kok"izin Tara
"keman lo"tanya putra
"bukan urusan Lo"teriak Tara sambil berlari kecil meninggalkan mereka.
"cantik juga ya"kata putra.
"buaya Lo"sahut cherlym
"gue makan Lo"kata putra
"sialan lu"umpat cherlyn.
************************
Di taman campus.....
seorang laki laki memiliki manik hitam,dan rambut yang hitam legam tertata rapi,dengan mengenakan sepatu putih,celana jeans di padu sweater hitam membuat aura laki laki itu terpancar sempurna.
"nah itu dia"ucap sorang wanita yang tak lain adalah Tara
"Woii!!"Tara mengagetkan pria itu,pria itu adalah gevan.
"kamu ngapain"dingin gevan.
"hmmm,gue mau ngucapin makaih sama Lo"gugup Tara
"soal"singkat gevan.
"soal kemarin Lo nolong gue,thanks ya"sopan Tara
"hmmm"singkat gevan.
entah angin apa yang membuat tata berkeinginan duduk di kursi yang sama dengan Gevan
"hmmm.orang tua Lo udah Dateng belum"ucap Tara memecah keheningan antara mereka.
"udah"singkat Gevan
Tara hanya ber oh saja
"oh ya ,kita belum kenalan,kenalin gue KINTARA CRISTIANA MEGADARMA"ucap Tara
"saya Gevan"kata gevan sambil menjulurkan tangannya ke arah Tara
"kok aneh ya" ucap hati Tara.
entah mengapa tenggorokan Gevan terasa sangat haus dia membutuhkan minum yang bisa membasahi tenggorokannya.ia melihat Tara seakan akan kucing melihat ikan.tapi Gevan berusaha menahan nafsunya ia terpaksa mencari mangsa lain terlebih dahulu.
"mau kemana"tanya Tara
"ada urusan bentar"singkat Gevan.kemudian pergi meninggalkan Tara.
Tara pun langsung masuk ke kelas karena masih ada 2 jam pelajaran lagi.
VISUAL KARIN
VISUAL SISCA
VISUAL CHERLYN
VISUAL ARINDU
VISUAL JULIA
VISUAL ****CHACA****