
***************
"Lo harus kerjain apa yang gue suruh,ngerti Lo"
"ta..ta...pi gue g...gak mau"
"kalau Lo gak mau dengerin apa kata gue,Lo bakalan kehilangan pekerjaan Lo dan orang yang Lo sayang satu persatu"
"ba..ik gue m..mau hikss"
"ga usah nangis cengeng banget Lo"
"kalo sampai Lo bilang ke siapa siapa,awas aja Lo"
"udah yuk guys,cabut"
"maafin gue Ra gue terpaksa"
********************
hari ini gevan memberani kan diri untuk pergi ke kantin.karena putra,Fero,dan Candra yang mengajak Gevan,ya sekarang mereka ini adalah teman,karena Gevan udah gak sedingin waktu pertama ke masuk ke campus.Sambil belajar sih buat Gevan untuk menjadi manusia walaupun harus menghindari makanan terlarang nya itu.
mereka berempat sedang memilih tempat duduk,dan ternyata tempat duduk sudah tak tersisa lagi,namun yang menjadi pusat mereka saat ini adalah meja Tara dan karin.hanya meja itu yang tinggal karena meja yang dipakai Tara ada enam jadi cukup kan.
"ayo jalan"sepertinya Candra sangat peka dengan maksud putra.
"kemana"
"meja Tara dan mulut mercon"risih Fero jodoh nya Karin...hehehe.
"Van ikut kita"
"hmmmm"
"he mulut mercon gw numpang duduk nih"
"dih,ga boleh,cari tempat lain"sinis Karin.
"lu ga liat semua tempat udah penuh"balas Fero tak kalah sinis.
"ya terserah lu"
Gevan mulai bosan dengan pertengkaran ini dan mulai mengeluarkan suara.
"Tara,kita numpang duduk ya"tanya Gevan dengan sopan.
"lah,duduk aja"sahut Tara dengan membolakan mata malas.
"kalian semua pesan apa biar gue yang pesenin"tanya putra.
"samain"
"hmmm..kalau saya nasi goreng tapi jangan di masukin bawang putih ya"
"lah kan biar harum"
"gak
""aneh lu"
"he lu bisa gak kalau ngomong jangan pake saya kamu"
"serah saya"
"ngeselin banget sih lu kampret"Tara sangat kesal dan membentak Gevan.
"kok kamu ngatur"
"serah lu dah"
kok aneh ya sih Gevandra sama kayak yang di novel yang gue baca kalau biasanya hanya vampir yang tidak bisa makan bawang putih.Tara membatin.
doorrr!! "LO KENAPA"teriak Karin yang membuat Tara kaget.sehingga siapa pun yang mendengar nya pasti menutup telinga.
"emang ya lu bancol ga tau diri ngapain lu teriak teriak"kesal Fero.
"apaan sih lu,bancol tuh apaan emang"
"badut oncol"jawab Fero,Candra sambil tertawa terbahak bahak.
plakkk!!!
Karin melemparkan sebuah minuman botol tepat ke kepala Fero.
"bangsa* lu Fero kampret"geram Karin
"lah emang lu mirip kok"
"mirip apanya,orang gue cantik gini kok"
"mirip bokongnya"hhhhhhhhhhhhh"tawa mereka semua terbahak bahak kecuali gevan yang terus mendang ke arah Tara.
"cantik"batin Gevan.
"eh ku kenapa liat liat gue"sinis Tara.
"saya gak liat kamu"
"terus"
"yang di belakang kamu tuh,lagu jatoh makanya saya liatin,GeEr"
"apa lu bilang"
"kamu geer"
"awas ya lu"
"pesenen datang"sahut putra tiba tiba dan memutuskan pertengkaran di antara mereka.
"makasih put"
"sama sama neng Tara Calis"
"ha apaan tuh"
"calon istri"
"janco* lu put".
kok cara makan Vandra aneh yah,ah gak mungkin dia vam..batin Tara langsung di kagetkan oleh Karin.
"woii,malah ngelamun,makan noh,nungguin si Fero ngabisin ya"ucap Karin dan langsung menyambar Fero.
"he kebo,jangan nyambar gue Napa lu"
"terus"
"Lo pikir perut gw karet bisa melahap semua makanan"
"bisa jadi"
"dasar pantat ibab"
***********************
seorang gadis terlihat sedang berjalan menyusuri sebuah trotoar dengan jalan kaki,sebenarnya bisa saja dia naik mobil sport nya,namun ia lagi mencari angin saja sambil olahraga pagi.Dan tak lupa hari ini adalah hari Minggu.
Tara memasang earthphone di telinga dan memutar lagu kesukaannya.tara memakai sweater hitam dan celana jeans selutut tak lupa sneakers.
Bugh!!!!
"awwwwwssss,sakit anjir"yah itu rintisan Tara karena seseorang menbraknya sangat keras,maklum lah karena yg menabraknya seorang vampir.ya dia adalah Gevandra.
"Lo lagi Lo lagi,kapan sih gue bisa tenang"
Gevan diam tak menggubris tapi Gevan mengulurkan tangannya.
"saya bantu"
entah kenapa Tara tak bisa menolak seakan akan ada yang menarik tangannya untuk menerima uluran tersebut.
lutut Tara sedikit lecek akibat tbrukan yang sangat kuat di tambah lagi celana yang minim.
"awwssss"rintih Tara.
"bisa berdiri"
"ga deh kayaknya,sakit banget"
"seperti nya kaki kamu terkilir,biar saya gendong"
"aaa...ga"belum sempat Tara menyampaikan omongannya tiba tiba Gevan yang tanpa aba aba langsung menggendongnya ala bridal style.
"kita ketaman sebelah sana,nanti saya obati"
**************************
sampainya di sebuah kursi taman Gevan langsung mendudukkan Tara.
"hmmm"
selang waktu sampailah Gevan dengan membawa plastik biru di tangannya.
"sini saya obatin"
"awwwwsss pelan pelan dong"
"lebay"
"biarin"
"ganteng juga"gumam tara.namun pendengaran Gebang di luar rata rata.
"apanya"
"ha,...Eeng..gak kok,itu kucing di sebelah kamu ganteng banget"
"tuh kucing cewek kok ganteng"
"kok kamu tau"
"aku kamu sekarang nih, baru tadi masih Lo gue"ejek Gevan.
"ish,kok kamu gitu sih"
"ga papa,lebih baik kok"
"kamu kok ngomong pake saya dan kamu sih terlalu kaku tau nggak"
"yah sekarang aku ubah deh tapi cuma buat kamu"
"Lo gue juga gak papa"
"ke orang lain"
"bagus kalau kamu mau"
"udah nih"
"makasih,baik juga kamu"
"dari dulu"
"ga bisa di puji"
"siapa suruh memuji"
"iih, Vandra kamu kok ngeselin deh"
"kok Vandra sih"
"kan nama kamu"
"ga boleh"
"kenapa"
"karena Vandra itu adalah Gevan-Tara sedangkan kita belum siapa siapa.
"hmm,tapi aku tetap manggil vandra"
"yaudah"
"kamu aku anterin yah"tawar Gevan tiba tiba.
"gak usah,aku bisa pulang sendiri kok"
"pake apa"
"taxi"
"biar aku antar sebagai rasa maaf,kan kaki kamu juga belum sembuh,nanti jatuh"
"tumben"
"apanya"
"ngomongnya panjang kali lebar,biasanya mah es batu"
"setiap orang bisa merubah sikap jika bertemu orang yang tepat"jelas Gevan dengan wajah serius.
"maksudnya"
"lupakan"
"sekarang aku antar aku bawa mobil kok"
"yaudah"
karena lengan baju yang di pakai Gevan terlalu minim maka Tara melihat tato yang ia lihat kemarin dengan jelas dan ternyata itu adalah tato kelelawar.
"ah gak mungkin"gumam Tara sambil menggeleng gelengkan kepala.
"kenapa"
"gak kok"
*******************
"makasih,gak mampir dulu"tawar Tara.
"gausah"
"eh besok perasaan ada tugas kelompok deh kamu udah siap?"tanya Tara.
"belum"
"aku udah siap,mau contoh gak"
sebenarnya tanpa mencontoh pun Gevan bisa mencari isi sendiri,namun ia kembali berfikir bukankah tugas dia mendekati Tara maka ini adalah saat yang tepat.
"oke"
"nanti aku kirim fotonya ya"
"ya,makasih"
"makasih juga,hati hati"
"hmm"
"kumat lagi dah es batu"
"kamu juga kepala batu"
tiiiitttt!!bunyi klakson mobil Gevan tanda pamit.
sesampainya di Mension nya Tara memasuki rumahnya.
"Tara!!"teriak Mega mengagetkan.
"siapa dia"to the poin Mega.
"Vandra,temen Tara"
"kenalin dia sama bunda"tegas Mega dengan wajah serius
"hmmmm...besok Tara kenalin yah bun.tara capek.
"bye Bun"ucap Tara lalu berlalu pergi masuk ke kamarnya.
"ada yang gak beres,keberadaan putiku satu satunya terancam lagi"gumam Mega.
"ockhlan tunggu saja pembalsanku jika sampai putri ku kenapa kenapa"sambung Mega dan mengepalkan kedua tangannya.
*********************
hari menunjukkan pukul 14:30 berarti sudah sore setelah seharian lari lari dan menghabiskan waktu bersama Gevandra.
"ternyata kamu asik,dan baik juga"ucap tata sambil tersenyum senyum,namun seketika ia sadar kembali.
"Lo kenapa sih Ra,masa Lo suka sama es batu"ucap Tara sambil memukul mukul jidatnya.
"tapi dia ganteng,gimana dong"
"gak gue masih suka harus ngejar cinta pertama gue,Jordan"
setelah itu terlintas kembali di benak Tara.
"siapa ya kira kira yang udah mencuri first kiss gue"
"apa mungkin Fero,putra, Candra,atau bisa jadi Gevan,tapi gak mungkin juga,bukti yang harus aku punya satu satunya yaitu tahi lalat di jidat pria tersebut"ucap tata panjang kali lebar."sedangkan Fero,Candra,dan putra tak memilki tahi lalat sama sekali"
"Gevan,ah gak mungkin dia kan bilang kalau dia ada keperluan waktu itu"
"gue cuma ingin ngucapin terima kasih sekaligus minta tanggung jawab seorang pencuri".