Vampire Diaries

Vampire Diaries
aksi anindya



kelas pagi telah dimulai.dosen menjelaskan tentang materi akuntansi.guru nya sangat membosankan.semua murid terlihat sangat tidak memperhatikan penjelasan guru tersebut karena hampir mirip mendongeng.


"dosen sialan.ini belajar atau mendongeng sih"umpat putra.


"tau nih dosen kampret.cantik juga kagak,yah bosen lah gue"ketus Fero.


"lu belajar Mandang fisik juga bengk*"


"biarin"


sementara Tara sudah molor dari tadi.sejak dari pertama dosen wanita paruh baya itu masuk Tara tak memperhatikan ia hanya meletakkan tangannya di atas meja dan memulai aksi tidurnya.


"Ra..Ra..bangun dong.tara.....bangun.."ucap Karin


namun tak ada sahutan dari Tara.Kayaknya sih ngantuk banget yah.


Ternyata dari tadi dosen tersebut memperhatikan tata yang sedang tidur.


"Ra..bangun.nanti kamu kena masalah ra"kali ini Gevan juga ikut membangunkan Tara.


brak!!


dosen tersebut memukul meja Tara sejadi jadinya.hingga membuat sang empunya kaget bukan main.


"anjing lu,dasar babi sialan"umpat Tara tanpa sadar bahwa ia telah mengigau.


"TARA KAMU TIDAK LIAT KAMU SEDANG BICARA DENGAN SAYA!!"bentak dosen tersebut.dan berhasil membangunkan Tara.


"apaan sih bu.saya kan cuma ngigau kok di ambil hati sih"ucap Tara sok manis.


semua yang menyaksikan aksi tersebut tertawa memperhatikan tara.


"keluar kamu dari kelas saya.SEKARANG"


"CK...buk kok baperan sih buk.plis buk saya lagi nggak mood keluar"


"MAU SAYA HUKUM KAMU BUAT HORMAT KE TIANG BENDERA!!"


"jangan dong buk.iya...iya..saya keluar buk"pasrah Tara.


Dan Tara mulai membereskan alat tulisnya dan berlalu meninggalkan mereka.


"dasar cantik cantik kok suka molor"gumam dosen tersebut menggelengkan kepala heran.


sementara Gevan hanya tersenyum samar memperhatikan tingkah bar bar tara.wanita yang berhasil memikat hatinya.


...***...


"dasar dosen kampret.gitu aja kok baperan.gue kan cuma ngigau"gumam Tara berceloteh sejak keluar dari kelas."emang kampret tu dosen"


sementara di satu sisi..


"buk saya izin keluar bentar ya buk"ucap Chaca meminta permisi ke dosen mengajar kimia.


"yaudah cepat ya"


"oke buk"


Chaca berjalan jalan menghirup udara segar disekitar koridor sambil memperhatikan Jordan dkk sedang olahraga basket.


namun Chaca juga melihat Tara disana,yah sepertinya saat ini cocok untuk memulai dramastis nya.walaupun sebnarnya ia hanya terpaksa.


"hai tara.kamu kenapa keluar.kan biasanya fakultas ekonomi hari ini ada kelas pagi"sapa Chaca.


"ha...dasar pintar drama sekaligus munafik lo"


akhhhh!!!!!


Chaca tiba tiba jatuh dengan sendirinya sepertinya di sengaja dan tepat kepalanya berada di lutut Tara.


pantas saja dia berlaku seperti itu.tetnyata Jordan dkk menghampiri mereka dan tak sengaja melihat Chaca tersungkur di kaki Tara.


"Ra kan aku cuma mau minta maaf hiks..."Chaca tersedu sedu menangis,bagaikan ia korban dari semua ini.padahal dia adalah pelaku.


"MAKSUD LO APAAN HA"bentak Tara.


bugh!!!


"LO TU NGGAK ADA KAPOKNYA YA BULLY CHACA.MAU LO APA SIH SEBENARNYA?.LO DENDAM SAMA GUE KARENA MUTUSIN TUNANGAN KITA,IYA DASAR GA ADA OTAK LO"bentak Jordan dan memaki maki Tara.


"ASAL LO TAU YA,GUE NGGAK NGAPAIN CEWEK LO YANG SINTING INI YA.DIANYA AJA YANG SOK DRAMATIS.DAN SOAL TUNANGAN GUE UDAH NGGAK PEDULI,EMANG LO SIAPA BENTAK BENTAK GUE,DASAR BRENGSEK LO"ucap Tara tak tinggal diam.dia berusaha buat jelasin tapi percuma dan juga nggak guna.


"padahal Chaca dan gue mau minta maaf sama lo.lo nya kayak gini.gak tau diri banget sih lu.lo emang nggak perempuan bajingan yang pernah gue temuin"ucap Jordan dengan nada agak lemah dari sebelumnya.


"gue juga nggak butuh maaf dari Lo.dan sekarang nggak usah temuin gue."ucap Tara pada Gevan."dan Lo,kalau drama yang pintar dikit ya.jijik gue liat Lo drama kayak gini tau nggak"tunjuk Tara pada Chaca.


"Lo nanti juga akan tau,siapa cewek Lo ini nantinya.cewek Lo ini pintar muka dua"sambung Tara.


"nggak usah fitnah lo.yang muka dua tu elo bukan dia"ucap Ardan ikut ikutan.


bughh!


Tara menendang ************ ardan.dan membuat Ardan meraung kesakitan.


"akkhhh sialan.sakit anjing"


"Lo nggak usah ikut campur urusan gue.paham LO!!"ucap Tara yang terkahir dan meninggalkan mereka.


...***...


seusai kejadian tadi,Tara bergegas ke dalam toilet karena mau buang air.


"tumben Gevan nggak nyusul gue"ucap Tara heran."mungkin belajar kali ya"


"Gevan nggak nyusul Lo,biar gue yang nyusul lo"ucap seseorang.


saat Tara ingin membalikkan badannya ingin melihat siapa pemilik suara yang tadinya bicara,tiba tiba wajahnya di tinju hingga membuat Tara terhuyung ke belakang.dan pelakunya adalah Anindya.


tinju yang digunakan Anindya tidak main main hingga membuat Tara merasa pusing.karena mengenai batang hidungnya.


"beraninya Lo bagiin rekaman yang kemarin.selama ini gue diam ya melihat permainan lo.gue selalu mengalah.tapi sekarang nggak anjing"bentak anindya.anindya menjambak rambut tara.tara saat ini sedang berada di lantai toilet karena merasa pusing dengan tinjuan yang tadi kini malah mendapat jambakan secara kasar dari Anindya.tinjuan sangat kuat.seperti tinjuan 'vampir'


"akhh,lepasin gua anjing"ucap Tara kesakitan.


plak!!!!


Tara juga mendapatkan tamparan dari Anindya.


"hhhhh."ucap Anindya tertawa terbahak bahak "lepasin Lo bilang...Lo pikir gue nggak sakit liat kedekatan Lo sama Gevan.ini belum seberapa.lo belum tau siapa gue HA!!!"bentak Anindya dan memperkuat jambakan nya.


bugh!!!


Tara menendang perut Anindya dan berhasil membuatnya tersungkur.tapi Anindya tak tinggal diam ia kembali bangkit dan meninju tepat di sudut bibir tara.hingga membuat Tara hampir setengah mati.


wajah Tara kini hampir seluruhnya babak belur akibat pukulan dari Anindya.


Entah mengapa Anindya rasanya ingin meminum darah Tara saat ini juga.tapi ia tak mau melihat ya mati dulu sebelum merasa tersiksa.


"mau Lo apa bangsad"


"gue mau Lo ninggalin Gevan."


"nggak gue nggak mau"


"KARENA LO BELUM TAU SIAPA GEVAN ANJING.DAN LO BELUM TAU SEMUANYA."bentak Anindya.


bugh!!!


Anindya memukul perut Tara.


"gue pergi dulu ya 'dek'.dadadada"Anindya pergi berlalu meninggalkan Tara yang setengah mati di toilet.


dengan susah payah Tara bangkit dan bersandar pada dinding toilet dengan sekuat tenaga.


"Anindya sialan.apa maksudnya coba"gumam Tara.


"apa ada hubungan antara Gevan dan Anindya ya"ucap Tara terbata bata.dan berusaha mencari keberadaan Gevan.