Vampire Diaries

Vampire Diaries
kucing baru



"akkkkkhhhhhhhhh"Tara berteriak sejadi jadinya karena kaget.


sosok yang berdiri di hadapannya ini sangat seram,dengan bola mata merah dan taring panjang yang sangat tajam.


"vam...vam..."belum sempat Tara menyelesaikan ucapannya.


"ya,gue vampir"jawab sosok tersebut.


"apa mau Lo"


Aylan mencengkram kuat dagu Tara


"gue mau Lo"


"maksud Lo apa anjing"Tara menghempaskan tangan aylan secara kasa.


"jangan Lo pernah sentuh gue"


"gue bunuh aja ya"ucap aylan dengan senyum kemenangan.


Tara tak tau apa arti semua ini.dan....


bugh...


tendangan Tara mengenai tepat bagian perut aylan.


"ahh....tendangan Lo enak juga,tapi....gak mempan,hhhhhhhhh"ucap Aylan dan di akhiri tawa renyah di akhir kalimat ucapannya.


bugh!!


bugh


plak


bugh


terjadi lah pertarungan antara Tara dan Aylan pertarungan ini di menangkan oleh Aylan karena Aylan itu seorang vampir dan kekuatannya lebih kuat dari manusia.


"gue mau minum darah kamu.....,udah lama aku menanti kamu Tara"ucap Aylan.


"maksud kamu apa,anjing"bentak Tara tak terima.


""hhhhhh,jadi Gevan belum ceritain ke kamu,UPS keceplosan"ucap Aylan dengan nada mengejek.


plakk!!


sebuah tamparan mendarat di pipi Aylan.


"jangan main main sama gue"


Aylan langsung memilintir tangan Tara kebelakang dan mencengkram kuat leher Tara.


"lepasin....tolong....tolong...!!!!"teriak Tara saat sudah tidak ada pilihan karena ia tak mau mati sia sia saat Aylan akan menghisap darahnya.kemudian tiba tiba terlintas di benak Tara,tentang kematian ayahnya 10th yang lalu.


"kamu kan yang udah bunuh ayah aku"


Aylan tiba tiba berhenti melakukan aksinya karena kaget dengan ucapan Tara.


"hhhhh...jangan pernah ngelabuin gue,Lo pasti ingin kabur kan,dasar licik tapi bodoh"


"ga usah pura pura lo,Lo kan yang udah bunuh ayah gue,karena Lo sama persis seperti yang gue lihat 10 tahun yang lalu"


"JAWAB"bentak Tara.


Aylan tampak memikirkan sesuatu.


"hmmm....Lo emang bodoh,gue tau siapa yang bunuh ayah Lo,Darma ternyata Lo anak nya"


"ternyata bener,gak gue biarin hidup Lo"


"tapi Lo yang Meti duluan"


Aylan melanjutkan aksinya ia mencengkram kembali leher Tara.


Kali ini Tara memang ketakutan karena bola mata Aylan yang sangat merah dan juga taring panjang dan tajam.


saat ingin mengigit leher Tara,tiba tiba.....


bugh!!!!


sebuah tendangan yang entah datang dari mana berhasil mengenai perut Aylan dan dia terpental sangat jauh,kira kira sekitar 1 meter lah.ini bukan seperti tendangan manusia pada umumnya,tendangan yang sangat gila.


"licik"gumam laki laki tersebut lalu ia melepaskan topi jaket kulit hitam yang di kenakan nya.


"VA ..va..ndra"gumam Tara.


"ohw....licik Lo atau gue"tuding Aylan.


Tara benar benar pusing sama omongan mereka berdua,sepertinya saling mengenal..tapi membuat rasa penasaran Tara kepada Gevan bertambah besar.


bugh!!!


Gevan meninju pipi Aylan dan membuat nya menoleh ke samping.


"Lo ingat satu hal....suatu saat Tara bakal benci sama Lo"ucap aylan,lalu pergi berlari secepat kilat ala vampir.


"kamu gapapa Ra"


"gapapa"


"aku takut Van..."lirih Tara.


"ada aku"


"Van,maksud kalian ngomong tadi apa"


"gapapa"


"kok kayaknya kamu kuat banget pukul dia,dia vampir kan,kok bisa takut sama kamu"


"karena aku rajin latihan tinju"


kok kayak ada yang di sembunyikan Gevan ya.batin Tara karena ia mulai curiga dengan Gevan.


"kamu kemana,malam malam gini"ucap Gevan memecah keheningan.


"kita duduk di sana ya,nanti aku ceritain"ucap Tara sambil menunjuk sebuah bangku di taman sebelah.


setelah sampai di bangku tersebut..


"aku hanya ingin jalan jalan aja,sambil mengobat rasa rindu pada ayah"ucap Tara mulai melemah.


"emangnya kamu gak sedekat itu sama bunda kamu"


"kalau kamu pikir aku sangat Deket sama bunda,kamu salah,aku bahkan nggak pernah merasakan pelukan bunda sekalipun,aku nggak tau rasanya Van"


"kita sama"


"kamu masih punya ayah"


"masih"


"kamu masih beruntung"


"tak beruntung kamu"


"maksud kamu apa Van"


"lupakan"


"aku jarang sekali liat kamu tertawa"


"kamu juga,dan kamu barhasil membuat aku tertawa"ucap Tara tulus.


"coba deh kamu liat bintang itu"tunjuk Gevan pada sebuah bintang.


"kenapa sama bintang itu"


"ada berapa bintang nya"


"satu"


"setiakan banget kan bintang nya menemani bulan"


"benar,tapi sayangnya,besok kita tidak akan tahu apakah bulan itu masih berada di tempatnya"ucap Tara penuh arti.


"kita tidak tahu,tapi pasti"


tiba tiba di antara keheningan malam ini yang hanya ada angin yang menjadi penonton obrolan mereka,ada satu ekor kucing berwarna oranye melintas di hadapan mereka.


"eh...cus...cus...cus.."ucap Tara sambil mengusap kepala kucing tersebut.


"suka kucing"


"sepertinya"


"kamu kenapa,kok keluar malam malam,gak dingin kamu"


"ngomong kok sama kucing"ketus Gevan.


"biarin"


"kamu gak punya tempat tinggal ya,aku bawa pulang deh"


"gapapa tuh kamu bawa pulang,kasian kucingnya"


"suka kucing juga kamu Van"tanya Tara balik.


"hmmmm"


"Van,namanya bagus siapa ya Van"


"menurut kamu?"


"lah,aku gak tau makanya nanya sama kamu"


"kucingnya jantan atau gadis"ucap Gevan.


"waria"


"hhhhhhhh"Tara tertawa lepas.


"kok kamu ketawa sih"


"kamu lucu Van"


"kamu juga"


seketika pipi Tara memerah bagaikan kepiting rebus


"terus namanya siapa nih"desak Tara.


"Ghera aja gimana"ucap Gevan.


"bagus juga,soalnya kucing betina"


"dingin banget sih"ucap Tara sambil menggesekkan kedua telapak tangannya.


"nih"Gevan membuka jaket kulit hitam yang ia kenakan lalu memakaikannya kepada Tara,Gevan saat ini hanya menggunakan sebuah kaus putih.


"terus kamu"


"kamu lebih membutuhkan,makanya kalau keluar malam malam jangan pakai baju kek gini,gak pakai celana lagi,gak boleh ya"Tegur Gevan.


"iih gevan,apaan sih gue pakai celana kok"


"gak ada tuh"


"ini"Tara menyingkap jaket yang di berikan Gevan dan memperlihat kan celana yang ia pakai.


Gevan memalingkan wajah dari paha Tara yang kelihatan.


"lain kali jangan pakai celana kayak gitu"


"oke deh,perhatian juga kamu"


"kamu wanita,kamu harus bisa jaga diri"


seketika wajah Tara berubah sedih kembali.


"kamu kenapa Ra"


"perkataan kamu mengingat aku pada ayah,soalnya ayah pernah bilang itu ke aku"


"itu tanda nya kamu sangat berarti"


entah kenapa Gevan tidak bisa mengontrol dirinya kembali saat ia melihat leher jenjang Tara,ia ingin sekali menggigit leher itu sekarang juga.


tahan Van,tahan Van,Lo gak boleh kayak gini,kontrol diri kamu,Tara bukanlah mangsa yang tepat.Hati gevan berkata kata.


entah mengapa firasat Tara tiba tiba buruk tentang Gevan.


"van.kamu gapapa kan"


"ha..a...ku gapapa"


"itu mata kamu kenapa"


Memang gevan mengedipkan matanya dan menutup rapat matanya karena takut nanti Tara mengetahui jati dirinya.


"Van,kamu kenapa"


"mata aku kelilipan"


"sini coba liat"


Gevan tak memilki pilihan lain selain menuruti keinginan Tara.


saat Gevan membuka matanya.......


"Van,mata kamu gak kenapa kenapa kok"kali ini wajah Tara Deket sekali ke manik hitam legam Gevan.


Wajah Tara benar benar Gemas.


"oh mungkin debu nya udah keluar"


ctakk!!!


Tara mencentil dahi Gevan.


"bilang dong"Tara masih belum menghindarkan wajah dari manik Gevan sehingga tiap hembusan nafas Tara sangat bisa sekali di rasakan oleh Gevan.


entah kenapa tiba tiba reaksi vampir itu seketika hilang saat Gevan berhadapan dengan Tara,karena ini suka sekali dalam seumur hidup Gevan.


aneh.ucap Gevan di dalam hati


...[BERSAMBUNG]...