Vampire Diaries

Vampire Diaries
jebakan



"huftt"nafas frustasi dari seorang Tara


terlihat di sini Tara sedang berada di koridor campus sendirian sedang memegang satu buah mainan kunci berwarna hijau.


"Jordan,kenapa sih Lo gak mau terima pemberian gue"gimana Tara.


FLAAHBACK ON


"*Jordan,nih buat Lo,dari gue"ucap Tara dan memberikan sebuah gantungan kunci berwarna hijau.


"terus"dingin Jordan.


"buat Lo"


"gue gak mau dan gak butuh"


"jordan,Lo kenapa sih sama gue,ha"


tanpa menggubris pernyataan Tara,dia langsung pergi tanpa memikirkan Tara.


FLASHBACK OFF*


"gue benci sama Lo dan"geram Tara.


"gue benci sama Lo"


"sama siapa"sahut seseorang tiba tiba.


suara itu sudah sangat familiar bagi Tara.


"vandra"


"ada apa"


"gak apa apa kok"alibi Tara.


"Van"


"hmm"


"kamu mau ini nggak"ucap Tara dan memberikan gantungan tersebut kepada Gevan.


"buat aku"


"ya"


"cuma buat aku nih"


"kata siapa,aku juga punya kok,nih"ucap Tara dan melihatkan ransel nya kepada Gevan.


"bagus"


"terus kamu mau Tarok gantungan nya di mana?"


"di ponsel aja deh"


"kenapa"


"karena kan kalau aku kemana mana selalu bawa ponsel,jadi pas aku bukan ponsel yang pertama aku liat pasti gantungannya kan"


"iya juga sih,aku mau di ponsel juga deh"Tara langsung membuka gantungannya dan menariknya di ponsel.


"Ra,kamu suka warna hijau"


"haam"jawab Tara cuma berdehem.


"kenapa"


"karena sih menurut aku warna hijau itu menunjukkan sebuah kehidupan"


"ohw"


"oh iya Ra,keadaan ghera gimana?"


"baik kok,kamu mau nggak liat Ghera?"


"mau"


"kerumah aku nanti ya,habis pulang ngampus"


"ta..Pi"belum sempat Gevan menjawab lonceng masuk pun berbunyi


"Van,aku duluan ya"


"yaudah"


************


"eh..Tara masih berani sekolah aja ya"ketus temannya didalam lokal.


"Ra,nih pake"ucap Karin tiba tiba dan memasangkan sebuah earphone ke telinga Tara.


"gausah dengerin"


"hmm"


"Rin,Lo mau nolong gue nggak,buat jebak Anindya"


"ya maulah,kapan"


"nanti pas jam istirahat"


"oke"


di sepanjang perjalanan banyak orang yang menghina dan mencaci tara.namun Tara tak peduli dan ia juga tak mendengarnya karena sat ini ia sedang memakai earphone.


tunggu aja Lo anindya.bathin Tara.


*********


"Ra,makan yuk,cacing gue udah patok patok perut gue nih"rengek Karin


"ngak,Lo ikut gue"


"kemana"


"ikut aja"


setelah itu Tara mengajak Karin untuk mengikuti anindya.pas sekali karena tujuan Anindya adalah toilet.


Karin dan Tara menguntit dari belakang.dan sampailah mereka di tempat tujuan.


"ngapain Lo ngikutin gue"


"masalah nya apa"


"hmmm....masalah nya Lo itu jalan*,jadi gue takut ketularan"


"gue tau siapa pelaku di balik semua ini"ucap Tara to the poin.


"jadi Lo udah tau,bagus"


"sebenarnya emang gue yang fitnah Lo"


Tara yang mendengar itu hanya menggeram sendiri,ingin rasanya ia mencakar cakar wajah Anindya saat ini juga,begitu pun dengan Karin sedari tadi memainkan ujung rambutnya.


" sebenarnya itu temen gue,rindu,gue sengaja pake foto Lo buat jebak Lo,gue ganti deh jadi muka lo.lo nya sih suka Deket sama Gevan kan gue juga mau"


"heran ya gue sama Lo,bisa bisa nya Lo manfaatin temen Lo,panghianat Lo"


"Lo gak usah ikut campur urusan gue,paham Lo"


"btw,Lo nggak takut kalau gue bongkar"


"Lo nggak punya bukti"


"sekarang udah punya"


"maksud Lo apa ha"


"nggak apa apa kok,makasih ya buat semuanya"


lalu mereka pergi dengan santainya.


"apa maksud mereka".batin Anindya.


"ah nggak mungkin".alibi Anindya dan menepis pikiran buruknya.


******


"Lo emang pintar Ra"


"dari dulu"


"coba dengerin rekaman nya"


"nih"ucap Tara dan menghidupkan tombol rekaman suara nya.


"jadi Lo udah tau,bagus"


"sebenarnya emang gue yang fitnah Lo"


sebenarnya itu temen gue,rindu,gue sengaja pake foto Lo buat jebak Lo,gue ganti deh jadi muka lo.lo nya sih suka Deket sama Gevan kan gue juga mau"


"heran ya gue sama Lo,bisa bisa nya Lo manfaatin temen Lo,panghianat Lo"


"Lo gak usah ikut campur urusan gue,paham Lo"


"btw,Lo nggak takut kalau gue bongkar"


"Lo nggak punya bukti"


"sekarang udah punya"


"maksud Lo apa ha"


"nggak apa apa kok,makasih ya buat semuanya"


"Yeay,bagus kerjaan kita,masuk perangkap juga ruh nenek sihir"


"Lo liat juga permainan gue,Anindya"


"makan yuk,katanya lapar"ujar Karin menepuk pundak Tara.


"yuk"


**********


indung indung kepala indung.....


indung ke atas jenjang.......


kenapa putra tak punya burung...


waktu khitan kepotong panjang.....


plak!!!


"Lo kalau nyanyi yang bener dong,liat nih,batang gede,Lo bilang gue gk punya burung.dasar mesu* Lo"ucap putra dan menggeplak kepala Fero dengan buku.


"kan gue cuma nyanyi anjer"


"ga usah bawa bawa gue lo.gue slepet juga bulu ketek Lo"tambah putra.


"asal Lo tau ya,gue gak punya bulu ketek pabboya"


"gak percaya gue,masa"


"nih gue liatin"


"lama lama Lo ngeselin juga ya,gue jodohin lu ntar sama Karin ya"ucap putra ngegas.


"mana mau gue sama mulut mercon"balas Fero.


"bagus Lo ya"ucap Karin datang tiba tiba dan menjewer kuping Fero.


"ka..ka..Rin"ucap Fero gelagapan.


"ulang lagi,gue mau denger nih,ngomongin gue di belakang Lo ya"ucap Karin dan tambah memperkuat jewerannya.


"ampun..saki anjir kuping gue"ucap Fero memohon sok imut.


"asal Lo tau ya.gue juga gak mau sama lo.masa iya gue mau sama bangk* kayak lo"


"gue juga gak mau ya sama lo.lo ganas banget apalagi di kasur"


plak!!


Karin menggeplak bahu Fero dengan sapu.


"LO ITU EMANG OTAK MESU* YA!!"teriak Karin sejadi jadinya.


"ampun Rin,sakit tau"


"mau nambah lagi nih..nih gue tambahin"ucap Karin dan terus memukul Fero pakai sapu.


"ampun neng,ampun"


sementara Tara dan Gevan hanya diam dan tersenyum memperhatikan tingkah bobrok temannya itu.


"udah Rin,siapa tau kalian emang jodoh"ucap Tara melerai perkelahian mereka.


"Lo juga ikutan Ra"kesal Karin.


"gak ikutan sih,cuma saranin aja,kalian cocok"


"cocok pantat lu"ucap Fero.


Tara hanya membuat kekehan kecil melihat tingkah mereka.


tanpa Tara sadari sedari tadi Gevan tersenyum penuh arti memandang ke arah Tara yang sedang tersenyum.


ya senyum Tara adalah candu bagi Gevan.dan ia juga belum memutuskan kontak matanya untuk melihat tara.menurutnya senyum Tara itu sangat manis.


dooor


ucap Tara mengagetkan Gevan.


"kamu kenapa sih,liat liat terus"ucap Tara.


"nggak kok"


"terus"


"aku cuma liat Fero sama Karin tuh,GeEr banget sih kamu"


"enggak kok"


"Van,nanti jadi ya kerumah aku,liat Ghera ya"


"tapi Ra"


"udah ikut aja"


"hmmmmm"nafas frustasi di hembuskan oleh gevan.


"dasar keras kepala"gumam Gevan.


"apa"ucap Tara yang tak disadari Gevan Tara mendengar gumam nya.


"nggak kok"