Vampire Diaries

Vampire Diaries
purnama 1



...***...


"semoga aja kali ini Tara nggak akan keluar,dan dengerin ucapan aku"ucap Gevan memohon di dalam hati.


"van"teriak Arjuna tiba tiba."udah belum,kayaknya sebentar lagi pasukan Aylan menyerang."dan Lo Van,Lo harus bertahan di bulan purnama kali ini,kata ratu kamu nggak boleh mencari mangsa dulu"ucap Arjuna menasehati.


"Jun,kok perasaan gue nggak enak gini ya"ucap Gevan dengan raut wajah yang tak bisa di tebak.


"udah.si Tara nggak bakal kenapa napa.bundanya kan ada"


"Lo nggak tau Jun.Tara dan bunda nya tak begitu dekat.lagian malam ini Mega pasti ikut bertempur untuk melawan para vampir"ucap Gevan menjelaskan."karena hampir setiap bulan purnama pasti gue selalu liat Mega dan asistennya melawan vampir,untung saja dia nggak tau markas baru kita."


"udah,Lo percaya sama gue.tara nggak bakal kenapa kenapa kok"


Tanpa mereka berdua sadari tubuh Gevan mulai memucat dan kerongkongan nya terasa sangat sakit.seperti nya reaksi bulan purnama sudah bereaksi.


"Van Lo gagapa"ucap Arjuna memastikan.


"udah gue gapapa.lo buruan deh selamat kan markas.yang lain kemana?"tanya Gevan penuh selidik.


"MMM....itu van.mereka lagi nyari mangsa"


"CK...mereka kenapa sih,susah banget di ingatin.jangan nyari mangsa di sekitar sini."


"biarin aja lah van"


"akkhhhhh!!!"Gevan menjerit kesakitan.gevan memegangi kepala nya yang serasa hampir pecah.


"Van...Van..Lo ke markas dulu deh van.sekarang van"


"gue ga..k..kuat..AKKHHHHHH!!!teriak Gevan sejadinya karena seluruh tubuhnya terkena paparan pantulan cahaya purnama.


"gue antar"


Arjuna memapah tubuh Gevan ke markas kediaman ratu.karena di situ tempat yang aman untuk menyembunyikan di setiap bulan purnama.karena suatu saat Mega dan Frans bisa saja menemukannya dan membunuh Gevan dengan cairan penangkal vampir.


...***...


"duh gue bosen anjir"umpat Tara."telpon Gevan ah"


tiiitt...tiiiitttt......tiiittt....


nomor yang anda tuju...tiiittt


"kok nggak di angkat sih"ucap Tara gelisah ke sana kemari."CK...gue punya ide.kerumah Karin aja ah"ucap Tara."gabut gue"


tiiit.......


"hallo rin"


iya ada apa Ra


"MMM...gue ke rumah Lo ya"


ngapain


"ga boleh emang"


boleh kok,gue jemput ya


"eh gak usah,gue pake mobil gue sendiri."


sambungan di putus kan sepihak oleh Tara.Tara menatap nanar ponselnya."gapapa kali ya gue keluar,kan gue bosen.ah gapapa deh"kemudian Tara bergegas menyambar jaket kulit berwarna cokelat dan mengambil kunci mobil di atas nakas.


"keluar ga ya"ucap Tara tampak berpikir."CK...keluar aja lah"


"non mau kemana non"ucap seorang bibi tiba tiba datang."tadi nyonya pesen sama bibi kalau non nggak boleh..."belum sempat bibi tersebut melanjutkan ucapan nya langsung di potong oleh Tara.


"gapapa bi.tara cuma kerumah Karin kok."dadada baik.tara pergi dulu"ucap Tara dan berlalu meninggalkan art nya.


"duh non keras kepala banget sih non"gumam bibi tersebut dan menutup pintu rumah nya.


...***...


"apa rencana Lo selanjutnya?"ucap Anindya pada Aylan.


"Lo tunggu aja rencana gue"senyum sumringah terbit di bibir Aylan.


"ada apa"


"Lo culik gadis ini"ucap Aylan dan melemparkan beberapa foto kepada Albi.


"baik"


...***...


"ihs..Tara kok lama banget sih."ucap Karin.


tiba tiba jendela kamarnya terbuka bersama angin yang datang dari arah luar.


"kok gue merinding ya"gumam Karin sembari mengusap tekuknya.


saat Karin melihat ke luar jendela tidak ada siapa siapa.saat Karin ingin membalikkan badannya kembali tiba tiba seseorang mengagetkannya.


"AKKHHHHHHH"teriak Karin kaget bukan main.


disana berdiri sosok vampir laki laki yang siap menerkam Karin.Dengan taring yang sangat tajam plus panjang dan juga bola mata yang sangat merah.


"gue haus..."


"Vam..Vam..pir"Karin membekap mulutnya tak percaya dengan apa yang dia saksikan saat ini.


Karin memundurkan dirinya beberapa langkah.


sialnya mama sama papa Karin sedang tidak di rumah mereka sedang ada dinas ke luar kota.


"Lo...pe..rgi gak"ucap Karin dengan seluruh tubuh terasa gemetar.dan jantungnya berdegup sangat kencang.


"gue haus..."ucap Bastian dengan suara khas vampir.


ya dia adalah Bastian yang sedang mencari mangsa.oh tidak kalau sampai Gevan tau,habis Bastian.


"pliss...hiks...jangan gue hikss plis"Karin terisak menangis ketakutan.kedua kakinya gemetar dan pikirannya tak karuan.


bruk!!!


Bastian mendorong tubuh ringkih Karin hingga ia luruh ke lantai.karin menangis tersedu sedu.


tiba tiba ada serangan datang secara tiba tiba dan menghantam tubuh Bastian.


bugh!!!


tubuh Bastian terpental dan tersandar ke lemari Karin.


"sialan lo.udah gue bilang jangan nyari mangsa sekitar sini bangsat"ucap Arjuna dan mengumpati kecerobohan temannya.


Karin tak bisa mengenali wajah tersebut.karena Arjuna memakai sebuah topeng dan menutupi seluruh wajahnya kecuali hidung dan mata.


"gue haus anjing.lo mau gue mati"umpat Bastian tak tinggal diam.dia berusaha membangkitkan badannya dari lantai.


"kita harus pergi dari sini sebelum 'Gevan' tau"ucap Arjuna tak sadar siapa wanita ini.


Arjuna menarik tangan Bastian dan melompat dari atas balkon kamar karin.secepat kilat.


"hiksss......gue takut"ucap Karin yang masih syok dan tak percaya dengan apa yang dia liat.


kalau saja Arjuna tidak datang pasti dia sudah mati.


"tunggu"gumam Karin dan menyeka air mata di pipinya."tadi dia nyebut nama gevan.gue nggak mungkin salah denger,dia beneran nyebut nama Gevan dan Tara harus tau ini"imbuh Karin.



...ilustrasi mata vampir...



...ilustrasi taring vampir...


...Dia datang bersama angin........


...dan bersembunyi di balik bayangan........


..._Gevandra...