
************
Suittt!!!!
bunyi angin malam yang berhembus membuat siapa yang menjadi objek nya,pasti akan merasa nyaman seperti yang sedang gadis ini lalukan.betapa indah nya malam ini yang di hadiri oleh bulan tak lupa juga bintang menjadi pendamping bulan.sungguh malam yang sangat terang tapi tak seterang hati gadis yang menjadi objek ini.
Berdiam diri di kamar adalah salah satu hal yang membosankan bagi seorang Tara.Alangkah baiknya gadis ini keluar dari kamar tapi kemana asalkan jangan kamar.
ctak
gadis itu mendapatkan ide sepertinya.
"balkon ah"lalu ia duduk bersantai di atas balkon sambil membawa sebuah cokelat panas dan juga menikmati betapa indah nya malam ini.
"huhhhhhh"gadis itu menghembuskan keluh kesah nya hari ini.
"vampire ,darah suci,kalung,tato kelelawar,ahhhhh pusing gue"seakan akan memikirkan itu semua membuat kepala Tara menjadi pening.
"tapi aku sangat penasaran"
"gimana kalau aku search di google"
setelah melakukan pencarian tersebut....
"jadi vampir itu adalah sebuah mahkluk penikmat darah manusia,jika vampir tersebut adalah setengah manusia maka vampir tersebut membutuhkan darah suci itu untuk membuat nya menjadi utuh selamanya,tapi tak menutup kemungkinan pemilik darah itu tidak akan tiada,benda yang paling di takuti vampir adalah bawang putih"ya itulah kira kira yang di ingat Tara dari beri ribu kata yang ia temukan.
"lalu hubungan nya sama gue apa" malas Tara sambil mengedipkan bahu.
***************
"ahkkkkkkkkkk,capek juga"gumam seorang pria lalu menidurkan secara kasar tubuhnya di kasur.Ya dia adalah Gevan.
"hausssss"
"tahan van...kamu harus bisa mengontrol diri kamu Van..."lalu Gevan berlari ke dapur untuk mencari objek petamanya,setelah menemukan objek yang ia cari,dan itu adalah kulkas dengan sigap ia menyambar sebuah minuman mineral botol dingin.
"kamu harus belajar Van...kamu gak boleh menyakiti siapapun"lirihnya dan langsung meneguk air mineral tersebut secara tidak normal karena saking hausnya.Namun sepertinya ide nya ini tak sesuai ekspetasi air yang ia minum tadi seakan akan tak memberikan reaksi apapun,rasa kering di kerongkongan nya pun semakin menjadi.Tak berselang lama Gevan kembali ke dalam kamar dan menyambar sebuah sweater hitam dan tak melupakan sebuah masker.
Gevan langsung berlari secepat kilat ala vampir.
setelah sampai di sebuah komplek perumahan,tempat tersebut sangat sepi maka tempat ini lah yang sangat tepat baginya untuk melanjutkan aksinya.Dan Gevan melihat ke arah jam tangan yang di pakainya,23:00
"pantesan sepi"
Gevan melihat seorang wanita yang seperti nya wanita itu sendirian mau tak mau wanita inilah yang akan menjadi mangsanya.
Gevan mengikuti gadis tersebut dari belakang dan tiba lah saatnya di mana gadis itu akan mengucapkan selamat tinggal pada dunia.
"siapa Lo"tanya gadis tersebut karena dari tadi Gevan mengikutinya.
Tanpa basa basi gevan langsung mencengkram kuat leher gadis tersebut.
"AKHHHHHHH!!!"
treriak gadis tersebut setelah Gevan berhasil apa yang dia mau.setelah melakukan aksinya Geven
meletakkan jasad gadis tersebut ke tepi aspal dan lama kelamaan gadis tersebut seluruh tubuhnya mulai memucat,dan ini memang reaksi apabila orang tersebut di gigit vampir,dan ini sama persis dengan yang terjadi pada ayah Tara.
"maaf aku nggak bermaksud buat kamu tiada,tapi inilah kenyataan nya,kamu ada di saat aku membutuhkan, berarti ini memang takdir kamu"ucap Gevan dan berlalu dari gadis tersebut.
****************
"bunda"
"ya"
"sebenarnya darah suci itu pemiliknya siapa"tanya Tara pada Mega.
sedangkan Mega tak menggubris pertanyaan yang di lontarkan sang putri.
"bunda"
"bunda,jawab Tara jangan buat Tara jadi tambah penasaran bunda"nada Tara mulai meninggi.
"kami nggak perlu tau"singkat Mega.
"BUNDA!!!"teriak Tara.
Mega masih tak menggubris ia masih sibuk dengan proposal yang telah di tanda tanganinya.
"BUNDA,BUNDA KENAPA SIH,SALAH TARA APA,SEHINGGA BUNDA GAK PERNAH ANGGAP TARA ADA,DAN SEMUA KEHENDAK BUNDA HARUS TARA TURUTI,KENAPA BUNDA,HIKSS...KENAPA BUN,UNTUK PINDAH KE CAMPUS GUNADARNA MASIH TARA TURUTI,UNTUK GAK KELUAR RUMAH DI BULAN PURNAMA MASIH TARA TURUTI,SEKAR......"teriak teriak Tara melampiaskan semua yang dia rasakan saat ini,namun perkataannya di potong oleh Mega.
"diam Ra diam,KAMU TAU KENAPA ITU SEMUA BUNDA LAKUIN HA,INI DEMI KAMU,ASAL KAMU TAU BUNDA NGAK MAU NASIB KAMU SAMA SEPERTI KAKAK KAMU DAN AYAH KAMU"nada menunggu dan ber teriak teriak namu kembali merendah."kamu tau kamu sudah dewasa,bunda tau kok tapi belum saatnya kamu tau,jadi kamu harus turuti apapun perintah bunda"
"Terserah,bunda emang gak peduli sama Tara"kemudian ia berlalu meninggalkan bunda nya yang masih membeku di tempat.
"hikssss"seketika tubuh Mega luruh ke lantai.
"bunda gak mau kehilangan kamu,dan bunda juga gak terlalu manjain kamu,dan bunda juga gak bisa kasih tau yang sebenarnya"gumam Mega sangat pelan bahkan tertiup angin pun mungkin langsung hilang.
*******************
Pagi ini gadis yang memilki Surai hitam sebahu itu sudah bersiap pergi ke campus,Dangan mengenakan jaket putih dan di padu dengan baju kaus berwarna hitam,dan menggunakan celana jeans,jangan lupa kan sneakers putih yang menambah aura gadis tersebut,ya siapa lagi kalau bukan Tara.
Tara langsung menyambar kunci mobil yang berada di atas nakas,lalu berjalan menuruni satu persatu anak tangga tersebut.
*********************
sebuah mobil sport berwarna merah memasuki sebuah halaman campus membuat ratusan mata memandang ke arah benda yang menjadi objek tersebut.
ternyata itu Tara,ia baru membeli mobil tersebut dari hasil tabungannya,ya kali dia meminta kepada Mega,kalau minta ke Mega sih pasti dapat,namun ia tak mau melakukan hal itu.ia tak ingin terlihat lemah di mata Mega yang selalu mengandalkan uangnya.
Buhggg!!!
seperti nya ada sesuatu yang menabrak nya dari belakang.saking kuatnya tabrakan tersebut dan membuat Tara tersungkur ke depan.
"upsssss,sorry Tara gak sengaja sialnya gak keliatan"itu adalah Anindya.
masih pagi dan Tara tidak memilki mood untuk melawan ****** yang seperti ini.lebih dia pergi dan itu lebih baik.
"ternyata,yang kemarin kemarin itu nyali cuma topeng doang"nada rindu mengejek.
"maksud Lo apa"
"menurut Lo"
"shitt"umpat Tara
plak!!!
sebuah tamparan berhasil mendarat di pipi Tara dan pelakunya adalah anindya.dia sengaja memancing emosi Tara.
Tara tak tinggal diam tertindas seperti ini
plak
bugh
plak
plak
"mati Lo"ucap Tara.
"awwwsss"ujung sudut bibir Anindya mengeluarkan cairan kental berwarna merah namun entah apa maksudnya Anindya menerbitkan senyum miring di bibirnya.
why
tanpa Tara sadari semua mata tertuju padanya.
itu Tara kan
sadis benget
masa mukulin Anindya yang udah gak berdaya
dasar pshyco emang
ga mau Deket Deket ah
kasian anindya
begitu lah cerita jelek yang di ceritakan tentang dirinya oleh siswa lainnya di campus tersebut.
"TOLONG,TOLONGIN TEMEN GUE ANINDYA UDAH GAK BERDAYA NIH,KASIAN"ucap rindu dan julia sambil teriak teriak minta tolong.
semua siswa yang melihat hal itu tentu saja mereka menolong Anindya yang berdramastis untuk memanipulasi semua orang.
"bawa dia ke UKS"ucap seorang murid.
Tara yang melihat hal itu dia mengedipkan bahu tak acuh karena dia tahu siapa Anindya dkk nya.
lalu dengan bergegas ia memasuki kelas karena bel masuk sudah berbunyi.
bugh!!!
lagi lagi Tara bertubrukan dengan seseorang,kalau tadi orang tersebut yang menabrak,namun kali ini Tara lah yang menabrak sehingga buku buku yang ia pengangi tadi habis berserakan.dan ini yang menghilang semua moodbooster Tara.
"sialan"
"Lo jalan pake mata dong,gak punya mata Lo,buat Lo"
"mata saya ada dua nih,buta kamu"balas Gevan tak kalah sinis,ya laki laki ini adalah gevan.
"Lo lagi,Lo lagi"
"beresin buku gue sekarang gak"bentak tara.
"gak"
"Sekarang"
"yang salah kamu,kok saya yang beresin"
"yaudah,gue minta tolong,tolong bantuin gue,jam pelajaran hampir di mulai plisss"ucap Tara memohon karena waktu sudah mepet,karena guru pertama yang masuk adalah pak Harto guru kimia yang sangat ganas dan paling di takuti semua siswa
"hmmm"balas Gevan singkat dan mulai mengumpulkan seluruh buku Tara.
karena lengan baju kaos yang di kenakan Gevan agak minim jadi ia bisa melihat lengan Gevan yang di penuhi otot otot yang sangat menarik perhatian,namun bukan itu perhatian Tara,namun sebuah tato yang berada di lengan Gevan,seperti sayap kelelawar.
"kayak pernah liat deh,tapi di mana"gumam Tara yang masih di dengar Gevan.
"apanya"Tanya Gevan sontak membuat Tara kaget.
"gak,kepo banget sih Lo"sinis Tara.
"gue pergi"ucap Gevan setelah selesai merapikan buku Tara.
"es batu"teriak Tara.....