
Deburan ombak yang menggempar mengisi keheningan ruang terbuka di antara sejoli ini.Kuatnya arus angin membuat Surai hitam gadis ini bergoyang goyang mengikuti arah angin.
"kamu nyaman nya disini"
gadis itu melemparkan senyuman."sepertinya"
Gevan menautkan tangan ke wajah gadis itu dan menepikan beberapa helai rambut yang menutup wajah mulus Tara.
"udah aku bilang kan kalau ikat rambut tuh di pakai","sekarang mana ikat rambutnya"
"kamu tuh lama lama bawel juga ya Van"Tara tertawa polos "kirain dingin beneran"
"seseorang akan berubah jika bertemu orang yang tepat"
"kamu benar Van"
saat Gevan ingin mengambil ikat rambut seperti biasanya di pergelangan tangan Tara,namun perhatiannya teralihkan oleh sebuah gelang.
Gevan kayak kenal dengan gelang tersebut.
"Ra"
"hmm"
"gelangnya bagus,dari siapa"
"ohw dari bunda,kata bunda sih untuk penangkal vampir"
"ohw"
"aku sebenarnya sih agak takut juga sama vampir"
"udah gausah takut,selagi kamu dekat aku,aku ada satu vampir pun yang berani nyentuh kamu"
"satu lagi,besok bulan purnama jadi aku minta kamu jangan keluar rumah"
"oke,aku janji"
Tara pasti anak dari Mega.batin Gevan berkata.Karena ia tahu betul pemilik dari gelang itu.
"Van kok bengong"
"nggak kok"
Gevan kamu harus menyelesaikan misi kamu untuk menjadi vampir seutuhnya.itu lah kini yang terlintas di benak Gevan.
"Ra"
"apa"
"kalau misalkan kita di paksa berpisah gimana"
"Van,aku udah pernah bilang aku gak mau kehilangan kamu"ucap Tara sambil melemparkan beberapa batu kecil ke dalam gulungan ombak.
"kalau di paksa takdir?"tanya Gevan lagi.
"kalau kamu gak ada maka dunia ku akan berhenti berputar karena aku pernah bilang kamu adalah matahari ku"
"jangan pernah paksakan takdir Ra"
"tapi aku gak mau kehilangan kamu"
"kamu gak akan kehilangan aku,tapi kamu lah akhirnya yang meninggalkan aku ra"
"Van,tolong ini maksudnya apa Van"
"ohw,gapapa tadi aku kan cuma bilang misalkan"elak Gevan.
"kamu nggak lagi ngode aku kan Van"
"Ra liat deh Ra mataharinya terbenam,indah banget kan"ucap Gevan mengalihkan pembicaraan dan menunjuk ke matahari yang ingin tenggelam.
"bagus"ucap Tara,namun kini pikiran nya kosong dengan perkataan Gevan barusan.
************
"Tara"
"bunda bukannya gak sayang sama kamu,tapi bunda cuma mau melindungi kamu dari para vampir.bunda nggak mau terlalu dekat sama kamu Ra"ucap Mega dan meneteskan sebuah cairan bening di pipinya sambil memegang sebuah foto di tangannya.
FLASHBACK ON
"aku benci sama kamu mas"ucap Lisa.
Dihadapan Lisa di hadapkan sejoli yang selingkuh.
yaitu darma dan Mega.
"Lisa,kayak nya kita udah nggak cocok"dingin darma.
"nggak cocok,haaa,dasar buaya"
plak!!!
satu tamparan di layangkan di pipi Darma oleh sang pelaku,Analisa.
"kamu tau,jika kita berpisah gimana nasib anak kita"
"antar kan di ke panti asuhan"sahut Mega tiba tiba.
"panti asuhan,dasar jalan* nggak tau diri"
cuih!
Lisa mencampakkan ludah nya ke sembarang arah.
plak!!
"Lisa!!,kamu apaan ha"
"kamu mau bela jalan* ini,ha iya?"
"aku mau nikah sama Mega"
deg
Bagai d terbangkan kelangit ketujuh dan di jatuhkan kebawah bumi rasa nya sakit sekali.
"ulang sekali lagi mas,kamu mikir nggak sih di usia anak kita yang masih 3 bulan mas"
"tapi aku harus nikahin Mega"
"kenapa mas"
"Mega hamil anak aku"
lagi lagi Analisa di hadapkan oleh kenyataan yang pahit, sangat sangat pahit.
Air matanya lolos begitu saja membasahi kedua pipi yang mulus itu
"mas,jangan tinggalin aku mas"
"besok aku ke pengadilan,mau ngurus perceraian kita"ucap darma dan menggandeng tangan Mega untuk masuk ke mobil dan meninggalkan Lisa yang di temani air matanya yang setia membasahi pipi.
"MAS DARMA!!"teriak analisa sekencang kencangnya.
FLASHBACK OFF
"maafin aku Lisa,andai aku dulu nggak ambil suami kamu pasti gak akan kayak gini"rintih Mega.
"Dan Tara,harusnya bukan kamu yang menjadi perantara darah suci itu"gumam Mega.
berikan bayi itu kepada saya Mega
nggak aku gak mau dia anak saya
tapi istri saya sudah menanam kan benih darah suci itu kepada bayi kamu
biar saya yang menjaga nya sendiri
jangan kamu sesali jika terjadi sesuatu sama bayi kamu suatu saat nanti Mega.Jika kamu memberikan bayi itu kepada saya maka kami bisa memanfaatkan bayi itu dengan baik
saya bilang tidak ya tidak, ockhlan.
itu setiap hari yang selalu terlintas di benak Mega.
"bunda nggak akan biarin siapapun yang ngambil kamu,cukup Mifta yang jadi mangsa para vampir tapi jangan kamu Ra"gumam Mega dan mengepalkan kedua tangannya.
***********
"saya mau mati"gumam analisa dengan tatapan yang kosong.
kemudian dengan tergopoh gopoh Lisa mengantarkan bayi nya itu kesebuah panti asuhan.
ia tak memberikan bayi itu secara baik baik ke penjaga panti asuhan,namun ia hanya *meninggalkan bayi itu sampai di teras pintu.
ia juga meninggalkan secarik surat yang bertuliskan
"Anindya"
dan menulis beberapa deskripsi tentang dirinya,bertujuan supaya Anindya jika sudah dewasa ia sudah tau apa yang terjadi.
"bunda pamit sayang"lirih Lisa dan mengecup kening putrinya yang masih berumur 3 bulan lebih itu.
setelah sampai di rumah nya Lisa tak memiiki pikiran apa,pikirannya saat ini benar benar kacau.
tatapan Lisa kini hanya jatuh pada sebuah pisau lipat yang sangat tajam.ia tersenyum miring saat mengambil pisau tersebut
dan
jleb....
lisa menusukkan pisau itu ke perutnya sendiri dan mengeluarkan cairan merah yang sangat kental.
"selamat tinggal dunia"ucap Lisa sambil merintih kesakitan*
FLASHBACK OFF
**********
"berapa pasukan yang harus kita bawa besok malam tuan"
"siapkan 200 pasukan"ucap Aylan
"baik tuan"
"hmm...kalian alihkan perhatian Gevan dan pasukannya,sementara Tara itu saya yang mengambil ahli"
"tugas gue apa besok malam"
"karena Lo vampir baru,jadi Lo cari mangsa Lo dulu kalau nggak Lo bakalan mati terkena sinar bulan purnama"
"baik"
"tapi setelah itu Lo juga harus bantu gue untuk bermain main dengan Tara"
"hhmm...itu yang gue tunggu tunggu"
"dan jangan bikin kacau rencana gue,paham"
"Liat aja"gumam gadis tersebut dan mengepalkan kedua tangannya karena geram dengan Tara.
"Lo bakalan bayar semuanya Tara"