
"Yin Xia! kenapa kau begitu lama ... apa kau berjalan kaki?" Tanya Fang Yingjun agak tidak serius, namun gadis di depannya malahan menganggukkan kepala.
Yin Xia langsung membelakangi Fang YingJun, dia mengulurkan sebuah kantong kain ke Mei Lian.
"Ini aku membawakan jamur Lingzhi, seharusnya akan membantu saat membuat penawar racunnya."
Mei Lian membuka kantong itu, melihat hal itu matanya langsung berbinar dan menampilkan guratan senyum diwajahnya.
"Wahh, ini cukup berharga, seharusnya umurnya 1000 tahun lebih ... Terimakasih." Mei Lian lalu mengambil beberapa ramuan dan tanaman herbal yang berada di keranjang kayu di dekatnya.
Yin Xia mengatakan dirinya juga tau bagaimana cara membuat ramuan penawar obatnya, tapi dia tidak terlalu yakin karena dia belum pernah mempraktekannya dan mengatakan ada beberapa hal yang dia lupa.
Jadi mereka bekerja sama untuk membuatnya, meskipun Mei Lian terlihat agak canggung dengannya.
Fang Yingjun yang sedari tadi disitu, mengenali teman seperguruannya itu, beberapa kali dia menemui Mei Lian yang sedang mencuri pandang ke arah Yin Xia.
"Tuan ...Yin. Ah, kenapa namanya lebih cocok untuk perempuan ... Ehmm, tidak-tidak ... maksudku ... kurasa kau seharusnya bukan orang seperti yang diceritakan oleh orang-orang kan."
Ketika mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Mei Lian, Fang YingJun berusaha menahan untuk tidak tertawa.
"Kulitmu terlihat sangat cerah, Setauku hanya beberapa kultivator laki-laki yang memiliki kulit yang cerah atau mungkin beberapa bangsawan, lihat! biksu Zhang juga memiliki kulit yang cerah, itu membuatnya terlihat benar-benar sangat tampan."
Mei Lian mengatakan itu pada Yin Xia sambil tersenyum, sedikit rona merah terlihat di pipi Mei Lian, yang sedang mencampurkan beberapa ramuan herbal.
Sejak pertama kali bertemu Mei Lian memang merasa sangat mengagumi sosok bhiksu yang memiliki julukan Zhangda Guang itu.
Dengan paras yang menawan dan berkharisma di tambah kepribadian yang baik, pendiam dan pintar, siapa yang tidak akan kagum, bahkan sepanjang perjalanan tidak sedikit kultivator yang membisikan tentangnya bahkan memujinya secara terang-terangan.
"Oh betullah...kenapa kau tidak melepaskan topeng mu, kurasa kau juga sangat tamp..." Ucap Mei Lian.
" Tidak!" Potong Fang Yingjun singkat. Membuat dua gadis itu menatap kearahnya yang sedang duduk, tangannya memeluk menyilang pedangnya.
"Hei! kau hanya iri bukan! Aku sedari tadi memujinya, Huhh ... lihat dirimu bisakah kau memban..."
"Aku sungguh sangat lapar, aku akan keluar sebentar." Potong pemuda itu.
Fang YingJun bangkit dan keluar dengan tubuh lemas, sebelum keluar dari ruangan itu dia membisikan ke Mei Lian yang kebetulan sedang berada tidak jauh darinya.
"Kau akan menyesali telah memujinya seperti itu." Bisiknya sambil tersenyum geli.
Tentu saja Mei Lian jarang memikirkan setiap perkataan yang keluar dari mulut teman seperguruannya itu. Tapi dirinya tiba-tiba memikirkan sesuatu.
Hah...bagaimana jika yang aku bicarakan adalah kebalikannya, kudengar orang yang berkultivasi dengan racun memiliki sesuatu yang mengerikan yang berusaha disembunyikan ... dia memakai topeng apa karena wajahnya sangat ... batinnya.
"Cepat berikan gingseng airnya!" Suara berat khas laki-laki yaitu Yin Xia menyadarkan pikiran Mei Lian, dengan tangan sedikit gemetar, dia lalu memberikan gingseng air yang memang baru saja di cucinya.
Beberapa saat kemudian Fang YingJun masuk dengan membawa dua mangkuk mie.
"Hei, kalian makanlah dulu, mie ini sangat mirip dengan mie dari Qinchuan." Fang YingJun mengulurkan satu ke depan Yin Xia.
Gadis itu menatap sejenak, mie yang masih berasap tersebut.
"Kau tidak mau memakannya, apa karena tidak ingin mencopot topengmu?!" Tanya Fang YingJun.
Dari balik topengnya, Fang YingJun melihat mata Yin Xia sedang menatap dingin dan tajam kearahnya.
"Baiklah- baiklah ... jika tidak ingin memakanya ... aku tidak akan memaksa.
"Mei ... Eh, dimana gadis itu."
Saat itu juga dia datang dari luar, tangannya basah terlihat baru saja dibasuh dengan air. Gadis itu mengulurkan tangannya ke hadapan Fang YingJun sambil tersenyum cerah. Fang YingJun memberikan semangkuk mie di tangannya dan sisanya dia makan meskipun tadi dia sudah makan agak banyak.
Bulan bergulir begitu cepat menggantikan matahari, terlihat dua gadis tadi sedang meminumkan ramuan yang menurutnya telah sempurna setelah beberapa kali percobaannya gagal. Benar saja, setelah beberapa saat wajah Zhang BingJie tidak sepucat tadi, berangsur-angsur kekuatan spiritualnya juga pulih.
"Eh ... sebenarnya racun apa yang kau buat Yin Xia?... sekarang Luo BingYun menjadi semakin aneh." Tanya Fang YingJun yang baru saja masuk.
Yin Xia sebelumnya sudah diberi tau, bahwa ada beberapa warga yang memiliki penyakit aneh, tepat setelah beberapa orang naik ke Bukit Luzhao. Namun semenjak dia pertama kali datang, dia belum sempat melihat kondisi warga itu karena sedari tadi dia fokus membuat penawar racunnya.
"Apa maksudmu?!" Tanya Yin Xia dan Mei Lian secara bersamaan, membuat dua gadis itu saling menatap dengan canggung.
" Kau ikutlah denganku ke sana sebentar, biar Mei Lian yang mengurus Zhang BingJie."
Yin Xia mengangguk setuju, dia bergegas ke sana. Dari kejauhan dia melihat beberapa warga sedang memegangi seseorang dengan penampilan mengerikan bahkan wujudnya sudah tidak dikenali sebagai manusia, itu adalah Luo BingYun.
Fang YingJun berlari kearah beberapa warga "Bukankah tadi aku sudah membuat mantra untuknya, dan berpesan untuk tidak boleh ada yang mendekatinya?!" Ucapnya bersiap membuat mantra kembali, tapi belum sempat melakukanya Luo BingYun sudah jatuh tidak sadarkan diri.
"Sedari tadi tidak ada yang berani mendekatinya, sesuai anjuran mu, tapi dia tiba-tiba bangun dan mulai mengamuk." Ucap salah satu warga.
"Beberapa kali Luo BingYun terbangun secara tiba-tiba dan terkadang dia juga terjatuh tidak sadarkan diri seperti itu." Ucap warga lainya.
"Cepat bawa ketempat itu!" Ucap Fang YingJun menunjuk ke suatu tempat.
Yin Xia segera memeriksanya, setelah sekian menit dia masih tidak bisa mengerti kondisi Luo BingYun. Dia yakin pria di depannya memang terkena racun tapi dia tidak merasa pernah membuat racun seperti itu apalagi mengenal dan menemukanya di desa Luzhao.
Dia beralih memeriksa beberapa warga yang tergeletak.
"Mereka seharusnya memiliki kondisi awal seperti penyakit Luo BingYun, tapi aku merasa penyakitnya lebih lambat dari Luo BingYun."
"Mungkin karena Luo BingYun terkena racunnya secara langsung." Ucap Fang YingJun.
"Benar!...dan mereka___presentase sembuhnya pastinya jauh lebih tinggi."
"Apa maksudnya, Luo BingYun ini tidak bisa disembuhkan?" Kepala Desa yang sedari tadi disitu bertanya.
"Bukan seperti itu aku percaya semua penyakit pasti bisa disembuhkan, hanya saja semuanya juga tergantung dengan waktu." Ucap Fang YingJun.
"Aku akan mengambil beberapa ramuan yang tadi Mei Lian buat, YingJun! kau jagalah jangan sampai dia memakan korban lagi."
"Siap! Non ... Eh, Yin Xia."