
Sedari tadi pikiran Yin Xia di penuhi dengan beberapa pertanyaan yang membuat perhatiannya terpecah belah, bahkan saat gadis itu melawan dengan salah satu mayat hidup biasa, dia hampir saja terluka. Beberapa murid di situ juga merasa keheranan melihat gadis berjubah merah itu. Lalu salah satu murid memberanikan diri untuk bertanya.
"Senior Yin ada apa, apa ada masalah?" tanya Lan Jinzu yang memang berada tepat di sampingnya.
Gadis itu menghela nafasnya pelan dan mengatakan, "Ada sesuatu yang harus ku selesaikan, kalian tetaplah di sini jika ada sesuatu, kau kirim saja tanda pengenal sekte mu," lalu gadis itu membalikan badannya dan pergi.
Mei Lian yang bersama beberapa murid lain yang baru saja datang dan melihat Yin Xia pergi, dia lantas menanyakan alasannya ke Lan Jinzu. Murid itu lalu mengatakan hal yang dia ketahui tadi dari Yin Xia.
**
Sejak Fang YingJun kehilangan jejak dari salah satu orang Jiu Xiu yang dia lihat, dia tidak lagi menemukan orang-orang dari Jiu Xiu lagi, jadi dia berjalan biasa dan sedikit menurunkan perhatiannya ke sekitar. Dia berniat menemui Zhang BingJie dan Liu Changhai yang dia kira mungkin mereka sudah berhasil menangkap beberapa orang-orang Jiu Xiu.
Tepat ketika dia berbelok ke arah kirinya dia tanpa sengaja melihat satu orang anggota Jiu Xiu, mereka berdua terlihat terkejut dan sempat saling menatap sejenak sampai orang itu sadar harus lari, ketika Fang YingJun ingin mengejarnya tiba-tiba seseorang dari belakang baru saja lewat.
Hal itu membuat dia sedikit bingung harus mengejar yang mana, lalu akhirnya dia memutuskan mengejar orang yang baru saja lewat di bandingkan orang yang tadi yang memang sekarang sudah jauh darinya.
Orang itu memiliki kekuatan spiritual yang cukup tinggi, pikirnya ketika menganalisis kekuatan orang yang sekarang sedang dia kejar.
Tapi kenapa harus lari? ,batin Fang YingJun sambil menambahkan kecepatan larinya.
Orang itu langsung berhenti ketika tidak ada lagi jalan di depannya dan langsung membalikkan badan, dengan gerakan cepat dia menarik pedangnya sambil berlari ke arah Fang YingJun.
Fang YingJun yang baru saja berhenti berlari melihat hal itu reflek dia melakukan hal yang sama, sampai akhirnya dia menyadari sesuatu, meskipun begitu dia tidak bisa menariknya kembali ketika pertarungan pedang lawannya semakin cepat.
Fang YingJun yang memang bisa mengingat setiap gerakan pedang dalam satu kali lihat, segera menyadari orang yang di depannya adalah laki-laki yang sama yang berpura-pura menjadi salah satu mayat hidup dari Klan Chen tadi.
"Siapa kau sebenarnya?!" tanya Fang YingJun di sela-sela pertarungan itu.
Namun laki-laki itu sama sekali tidak berniat menjawab pertanyaan Fang YingJun, dia masih fokus memainkan pedangnya dengan terampil. Fang YingJun yang sering menyombongkan kemampuan permainan pedangnya juga terlihat tidak mau kalah. Dia mengeluarkan beberapa jurus terbaiknya dan memang jarang dia gunakan sebelumnya.
Di balik penutup wajahnya laki-laki itu tersenyum licik melihat perubahan permainan pedang pemuda di depannya yang memang jauh lebih baik dari sebelumnya. Tapi latar belakangnya yang merupakan anggota kedelapan pembunuh bayaran Jiu Xiu benar-benar membuatnya percaya diri dan tidak merasa gentar sedikit pun.
Permainan pedangnya cukup bagus meski usianya masih begitu muda, aku yakin suatu saat dia akan menjadi salah satu kultivator hebat di Jianghu, batin orang laki-laki itu.
Orang itu juga mengingat saat dia muda, dia tidak memiliki kemampuan bertarung maupun permainan pedang seperti pemuda yang saat ini masih bertahan menangkis beberapa serangan mematikannya.
Dia tidak ingin membuang waktu lagi untuk meladeni Fang YingJun, jadi dia berusaha mengalahkannya sesegera mungkin, dengan mengeluarkan beberapa strategi yang juga sering dia gunakan saat beraksi bersama anggota Jiu Xiu beberapa tahun terakhir.
Tidak lama setelahnya sebuah asap tebal yang muncul di ruangan tadi yang memang cukup luas, langsung membuat Fang YingJun waspada dia yakin orang tadi berniat menyerangnya secara tiba-tiba.
Fang YingJun berusaha menenangkan dirinya lalu menutup matanya sambil merasakan pergerakan yang di lakukan orang tadi. Tapi anehnya dia mendengar tidak hanya ada satu pergerakan seseorang tapi lebih, pergerakan itu terlihat sedang mengelilinginya.
Apa ada seseorang yang mencoba membantu laki-laki tadi___ atau itu sebuah ilusi, jika begitu, aku harus menemukan yang asli terlebih dulu, batin Fang YingJun sambil mengarahkan pedangnya beberapa kali ke sekitarnya.
Namun sayangnya Fang YingJun tidak bisa membedakan mana yang asli dan yang bukan karena memang terlihat sama, sampai dia merasa sebuah benda tajam seperti pedang terasa ingin menyerangnya dari ketiga arah yang berbeda secara bersamaan, dia benar- benar bingung harus menangkis yang mana.
Dengan refleks dia menjatuhkan tubuhnya ke bawah, tidak lama setelahnya, dia menangkis sebuah pedang yang hampir menusuknya, dia lalu bangkit dengan perlahan sambil masih menahan serangan pedang tadi yang memang saat itu pedangnya hanya saling bergesekan, sampai akhirnya pedang milik orang tadi di tarik kembali dan orang itu berusaha mengacaukan pikiran Fang YingJun lagi.
Selang beberapa menit sebuah pedang berusaha menusuknya dari depan tapi Fang YingJun terlihat tidak berusaha menangkisnya melainkan membalikan badannya dan berusaha menyerang ke depan. Benar saja sebuah bunyi yang dihasilkan dari tabrakan pedang terdengar lumayan keras, membuat guratan senyum terlukis di wajah Fang YingJun.
Orang itu terkejut karena melihat pemuda di depannya bisa mengerti triknya dia lalu membatin, Akhirnya aku mengerti apa arti jenius yang sebenarnya.
Dia terlihat tersenyum pahit tapi dia sama sekali tidak ingin menyerah karena dirinya masih memiliki satu strategi terakhir yang dia yakin itu yang paling sulit.
Fang YingJun yang baru saja menyadari orang itu mengganti strategi menyerangnya kini terlihat kebingungan, bagaimana tidak orang itu benar-benar telah membuat pikiran Fang YingJun tidak fokus seakan sebuah halusinasi yang sangat kuat memenuhi pikirannya, hal itu juga membuat pendengarannya agak kabur.
Sejak itulah beberapa sayatan pedang berhasil melukainya hingga dia jatuh dengan lutut menyentuh tanah, tangannya terlihat memegang luka terakhir yang berada di pinggangnya, tangannya juga terasa basah dan lengket karena cairan yang keluar dari luka di tubuhnya tadi.
Samar-samar Fang YingJun merasa sebuah pedang ingin menusuk tepat ke arah jantungnya, karena pikirannya yang masih berhalusinasi dia benar-benar tidak bisa mencoba menangkisnya.
Ketika pedang itu berjarak lima senti dari jantung Fang YingJun, tiba-tiba sebuah pedang lain menangkis pedang itu membuat bunyi 'traanng' terdengar dengan jelas bahkan sampai ke telinga Fang YingJun yang memang masih terganggu pendengarannya.